Probolinggo, Patrolihukum.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggandeng Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah persiapan implementasi program PAUD–SD Satu Atap (Satap). Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Sariwani 2, Kecamatan Sukapura, Kamis (2/4/2026).
FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Disdikdaya, pengawas sekolah, Koordinator Wilayah (Korwil) Dikdaya Kecamatan Sukapura, perangkat desa, komite sekolah hingga calon wali murid.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Amik Mutammimah, mengatakan program PAUD–SD Satu Atap direncanakan mulai berjalan pada Juni tahun ajaran 2026/2027. Program ini diharapkan mampu memperluas akses layanan pendidikan, terutama di wilayah dengan keterbatasan geografis.
“Pelaksanaan PAUD–SD Satu Atap ini merupakan upaya kami untuk memastikan anak-anak di wilayah terpencil tetap mendapatkan layanan pendidikan sejak usia dini secara berkelanjutan,” ujar Amik.
Ia menjelaskan, dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pemerintah desa melalui alokasi Dana Desa, khususnya untuk pengadaan sarana prasarana seperti meubelair.
Sementara itu, sebelum memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sendiri, peserta didik PAUD akan didaftarkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) TK Tengger Lestari sebagai kelas jauh. Adapun proses pembelajaran tetap dilaksanakan di SDN Sariwani 2.
“Ke depan, kami juga akan menambah tenaga pendidik baik di SDN Sariwani 2 maupun TK Tengger Lestari sesuai usulan dari Korwil Dikdaya Kecamatan Sukapura,” katanya.
Disdikdaya Kabupaten Probolinggo juga telah menyiapkan nota dinas kepada Bupati Probolinggo terkait rencana pendirian PAUD–SD Satu Atap di sejumlah lokasi, di antaranya SDN Sapikerep 3 dan SDN Sariwani 2.
Di sisi lain, District Officer INOVASI, Anwar Sutranggono, menuturkan FGD ini bertujuan untuk memetakan kesiapan wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan riil di lapangan.
“Forum ini menjadi ruang diskusi untuk menggali potensi dan tantangan dalam penyelenggaraan PAUD–SD Satu Atap, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses,” ujarnya.
Menurut Anwar, model PAUD–SD Satu Atap dinilai relevan diterapkan di wilayah terpencil karena mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkesinambungan sejak usia dini hingga pendidikan dasar.
“Dengan adanya pra sekolah satu tahun yang terintegrasi dengan SD, anak-anak diharapkan lebih siap secara akademik maupun sosial saat memasuki jenjang pendidikan dasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan multigrade yang telah diterapkan sejak 2018 di Kabupaten Probolinggo akan terus dikembangkan menjadi layanan multilayanan, termasuk penguatan peran orang tua melalui program parenting.
Kegiatan FGD ditutup oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indariyati. Ia berharap program PAUD–SD Satu Atap dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Sukapura.
(Bambang/*)











