Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kabar Viral

Warga Tolak Jembatan Bailey di Proyek Tongas–Sukapura, Khawatir Ambruk dan Lumpuhkan Akses Ekonomi

badge-check


Warga Tolak Jembatan Bailey di Proyek Tongas–Sukapura, Khawatir Ambruk dan Lumpuhkan Akses Ekonomi Perbesar

PROBOLINGGO — Penolakan terhadap penggunaan jembatan darurat jenis bailey mencuat di Kabupaten Probolinggo. Warga dari tiga kecamatan di jalur strategis Tongas–Lumbang–Sukapura menyuarakan kekhawatiran atas aspek keselamatan dan dampak ekonomi dalam proyek penggantian Jembatan Kulak dan Jembatan Krajan III.

Aksi penolakan itu dilandasi kekhawatiran bahwa konstruksi jembatan bailey tidak cukup kuat menopang beban kendaraan, terutama kendaraan berat dan bus pariwisata yang rutin melintasi jalur tersebut. Ruas jalan ini diketahui menjadi akses utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo sekaligus jalur distribusi industri.

Warga Tolak Jembatan Bailey di Proyek Tongas–Sukapura, Khawatir Ambruk dan Lumpuhkan Akses Ekonomi

“Kami ingin jembatan darurat dibuat menggunakan gorong-gorong saja. Kalau pakai bailey, kami khawatir ambruk seperti yang sering terjadi di luar daerah,” ujar Hasyim, warga Kecamatan Tongas, Kamis (30/4/2026).

Menurut Hasyim, pelaksanaan proyek peningkatan jembatan seharusnya tidak mengorbankan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Ia menilai, penggunaan jembatan bailey berpotensi membatasi jenis kendaraan yang dapat melintas.

“Kalau mereka tetap menggunakan bailey, bus pariwisata dipastikan tidak bisa lewat. Ini jalur utama ke Bromo,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak terhadap kawasan industri di wilayah Tongas dan Lumbang. Sejumlah pabrik yang bergantung pada kelancaran distribusi logistik dinilai akan terdampak jika terjadi pembatasan kendaraan.

“Kalau akses terganggu, ribuan karyawan bisa ikut terdampak. Bukan tidak mungkin ada yang dirumahkan sampai proyek selesai,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah mempertimbangkan ulang metode pembangunan jembatan darurat dengan memperhatikan aspek kekuatan konstruksi serta dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan.

“Yang kami inginkan sederhana, pembangunan tetap jalan tapi roda ekonomi juga tetap berputar,” tutur Hasyim.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah I Kabupaten Probolinggo, Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Probolinggo, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada PPK Dinia belum mendapat respons.

Minimnya penjelasan dari pihak terkait memicu pertanyaan publik mengenai kajian teknis proyek, khususnya terkait kapasitas beban jembatan darurat serta skema pengaturan lalu lintas selama masa pembangunan.

Di tengah desakan warga, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek menjadi sorotan. Pemerintah daerah dan instansi teknis diharapkan segera memberikan klarifikasi untuk meredam kekhawatiran sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas. (Tim investigasi gabungan media online Nusantara/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satintelkam Polres Banggai Borong Empat Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sulteng

1 Juli 2026 - 02:43 WIB

Satintelkam Polres Banggai Borong Empat Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80 Polda Sulteng

‎Zainul Hasan Pilih Mundur dari Bursa Ketua KONI Kabupaten Probolinggo 2026–2030, Regenerasi Resmi Dimulai

30 Juni 2026 - 22:53 WIB

‎Zainul Hasan Pilih Mundur dari Bursa Ketua KONI Kabupaten Probolinggo 2026–2030, Regenerasi Resmi Dimulai

Audiensi Berujung Walk Out, Aliansi Poros Tengah Desak Audit Dokumen PTSL 2018 di Pasuruan

30 Juni 2026 - 17:49 WIB

Audiensi Berujung Walk Out, Aliansi Poros Tengah Desak Audit Dokumen PTSL 2018 di Pasuruan

Kemhan RI Ajak Pekerja Jadi Garda Terdepan Persatuan Bangsa

30 Juni 2026 - 17:25 WIB

Kemhan RI Ajak Pekerja Jadi Garda Terdepan Persatuan Bangsa

Diduga Penyertaan Modal Rp.137.000.000 Juta, Entah Kemana, Berdasarkan Perbub Banggai No.43 Tahun 2021, Bumdes Bukan Koprasi Simpan Pinjam.

30 Juni 2026 - 15:07 WIB

Diduga Penyertaan Modal Rp.137.000.000 Juta, Entah Kemana, Berdasarkan Perbub Banggai No.43 Tahun 2021, Bumdes Bukan Koprasi Simpan Pinjam.
Trending di Daerah