Banggai – Kapolres Banggai, AKBP Putu Hendra Binangkari, kembali menunjukkan sikap bijaknya dalam menyikapi keluhan awak media. Pada Jumat, 28 Februari, seorang jurnalis mengadukan tindakan salah satu oknum anggota Polres Banggai yang dianggap menjustifikasi pemberitaan mereka tanpa dasar yang jelas.


Aduan tersebut berawal dari komentar seorang anggota kepolisian berinisial (BN) di media sosial yang menyebut sebuah berita sebagai “opini penulis.” Berita yang dimaksud mengangkat dugaan korupsi Kepala Desa Nipa Kalemoa terkait pengadaan alat bantu tanam jagung senilai Rp 55.032.800, yang bahkan viral hingga ke Jember.

Dalam aduannya, awak media menyampaikan keberatan atas pernyataan tersebut karena berita telah melalui proses konfirmasi dengan berbagai sumber, termasuk dari Jember dan oknum kades yang bersangkutan.
“Assalamu’alaikum, mohon maaf Pak Kapolres. Saya bukan ingin mengadu, hanya ingin menyampaikan sedikit problem di lapangan terkait salah satu oknum anggota Polres Banggai berinisial (BN). Beliau mengomentari pemberitaan dugaan korupsi Kades Nipa Kalemoa dengan menyebutnya sebagai opini penulis. Saya merasa keberatan karena berita tersebut sudah berdasarkan konfirmasi dari berbagai sumber. Mohon bantuannya,” demikian isi pesan yang dikirimkan kepada Kapolres Banggai.
Selain itu, bukti berupa tangkapan layar komentar oknum anggota tersebut juga disertakan dalam laporan.
Menerima laporan ini, AKBP Putu Hendra Binangkari merespons dengan bijak dan profesional.
“Terima kasih informasinya, Pak Roby. Akan kami tindak lanjuti. Mohon dimaafkan atas segala tindakan yang dilakukan personel Polres Banggai, baik yang disadari maupun tidak disadari,” jawab Kapolres.
Respons cepat dan terbuka dari Kapolres Banggai ini mendapat apresiasi dari pihak media. Dalam tanggapannya, jurnalis tersebut menegaskan bahwa pihaknya bukan bermaksud mencari masalah, melainkan ingin menjaga kemitraan yang baik antara media dan Polri.
“Saya secara pribadi, mewakili pimpinan media Patrolihukum.net, tidak ingin institusi Polri tercoreng hanya karena ulah oknum. Terima kasih atas respons positif dari Bapak Kapolres yang dengan antusias menindaklanjuti keluhan kami,” ujarnya.
Sikap rendah hati dan keterbukaan AKBP Putu Hendra Binangkari dalam menangani persoalan ini patut menjadi teladan bagi seluruh jajarannya. Ia menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mengayomi, mendengarkan, dan merespons aduan dengan kebijaksanaan. Sosok seperti inilah yang dirindukan masyarakat dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
(LP. Red/Tim)



























