Semburan Air di Exit Tol Dupak Dipastikan Berasal dari Pipa Petrokimia Gresik

Semburan Air di Exit Tol Dupak Dipastikan Berasal dari Pipa Petrokimia Gresik
banner 468x60

Surabaya | Semburan air setinggi sekitar tiga meter muncul di saluran Jalan Dupak Rukun, kawasan exit Tol Dupak, Surabaya, pada Selasa, 13 Oktober. Fenomena tersebut menarik perhatian warga karena air menyembur deras dari sebuah titik di lahan yang berbatasan langsung dengan area jalan tol. Kuatnya tekanan semburan membuat aliran air terlihat menjulang dan menyebar ke sekitar saluran.

Warga yang menyaksikan kejadian itu semula menduga material yang keluar bukan air biasa, melainkan lumpur. Dugaan tersebut muncul karena semburan berasal dari permukaan lahan dan berlangsung cukup kuat, sehingga menimbulkan kesan seperti luapan dari dalam tanah. Lokasi kejadian berada di kawasan Asemrowo, wilayah yang terhubung dengan jalur lalu lintas padat menuju dan dari exit Tol Dupak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Informasi mengenai peristiwa tersebut pertama kali diketahui publik melalui rekaman video yang diunggah akun Instagram @commandcenter112surabaya. Dalam video itu, tampak semburan air keluar dengan tekanan cukup besar dari titik di dekat saluran Jalan Dupak Rukun. Visual tersebut kemudian menarik perhatian masyarakat dan memicu berbagai dugaan mengenai sumber semburan, termasuk anggapan bahwa kejadian itu berkaitan dengan aktivitas di sekitar kawasan industri atau jaringan utilitas bawah tanah.

Kemunculan semburan di area yang berdekatan dengan jalan tol juga membuat warga dan pengguna jalan memantau kondisi sekitar secara lebih cermat. Selain ketinggian semburan yang mencapai sekitar tiga meter, derasnya aliran menjadi alasan peristiwa itu segera dilaporkan dan didokumentasikan. Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan material yang keluar serta mengetahui titik jaringan yang mengalami gangguan. Setelah dilakukan pemeriksaan, semburan tersebut dipastikan berasal dari pipa milik Petrokimia Gresik, bukan lumpur alami dari lahan setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menerima laporan mengenai semburan air di kawasan Exit Tol Dupak sekitar pukul 10.44 WIB. Informasi tersebut disampaikan warga melalui layanan darurat 112, yang menjadi saluran penerimaan laporan kejadian dari masyarakat. Laporan itu kemudian diteruskan kepada petugas untuk ditindaklanjuti di lapangan.

Menurut keterangan petugas BPBD, informasi awal yang diterima menyebutkan adanya semburan yang diduga sebagai lumpur. Pada tahap awal, keterangan tersebut masih berupa laporan berdasarkan pengamatan di lokasi dan belum menjadi kesimpulan mengenai sumber material yang keluar. Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan kondisi kejadian secara lebih jelas.

Setelah laporan diterima, BPBD Surabaya segera mengerahkan tim menuju lokasi. Tim tersebut datang untuk melakukan pengecekan terhadap kejadian yang dilaporkan, termasuk mengamati kondisi semburan dan memastikan situasi di sekitar titik kejadian. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari respons awal terhadap laporan warga.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas BPBD juga menjalankan pengamanan di lokasi. Pengamanan diperlukan agar proses pengecekan dapat berlangsung secara tertib dan kondisi kejadian dapat dipantau oleh petugas. Dengan demikian, informasi yang semula diterima melalui layanan 112 dapat diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Respons BPBD tersebut menunjukkan bahwa laporan warga segera ditindaklanjuti melalui tahapan penerimaan informasi, pengiriman tim, pengecekan, dan pengamanan lokasi. Keterangan awal mengenai dugaan lumpur menjadi dasar bagi petugas untuk mendatangi tempat kejadian dan melakukan penanganan awal sesuai tugasnya. Setelah proses pemeriksaan dilakukan, informasi mengenai kejadian tersebut dapat dipastikan berdasarkan temuan di lapangan, bukan semata-mata dari laporan awal yang diterima melalui layanan 112.

Hasil assessment awal petugas di lapangan memastikan semburan yang muncul di kawasan Exit Tol Dupak bukan berasal dari lumpur. Material yang keluar dari instalasi tersebut merupakan air bersih, sehingga fenomena itu tidak berkaitan dengan dugaan semburan lumpur sebagaimana sempat dipahami masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi karakter material yang menyembur sekaligus memastikan status instalasi yang berada di lokasi.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, menyampaikan bahwa material yang menyembur adalah air bersih dan bukan lumpur. Pernyataan tersebut menjadi pelurusan atas informasi mengenai kondisi di sekitar Exit Tol Dupak. Berdasarkan assessment awal, air bertekanan terlihat keluar dari pipa berukuran besar yang berada di area tersebut.

Petugas juga meluruskan informasi mengenai kepemilikan instalasi. Pipa dengan diameter sekitar satu meter itu bukan aset Perumda Air Minum Surya Sembada maupun PDAM Surabaya. Instalasi tersebut merupakan milik PT Petrokimia Gresik. Penegasan ini penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengaitkan pipa tersebut dengan jaringan layanan air minum milik Pemerintah Kota Surabaya.

Dengan demikian, hasil pemeriksaan awal mengarahkan identifikasi kejadian pada kebocoran pipa air bersih milik PT Petrokimia Gresik, bukan pada semburan lumpur. Informasi mengenai jenis material dan kepemilikan pipa tersebut disampaikan berdasarkan temuan petugas di lapangan. BPBD Surabaya mempertahankan penjelasan bahwa air yang keluar berasal dari instalasi berdiameter sekitar satu meter milik perusahaan tersebut, sementara tidak terdapat keterangan tambahan mengenai penyebab kebocoran dalam assessment awal.

Penanganan kebocoran pipa di sekitar Exit Tol Dupak masih berlangsung. Tim gabungan bersama pihak terkait terus berada di lokasi untuk menangani titik kebocoran yang memicu semburan air ke area sekitar jalan tol. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi di lapangan serta perkembangan debit air yang keluar dari pipa.

Arif Sunandar menyampaikan bahwa situasi di lokasi mulai terkendali. Debit air yang menyembur saat ini tidak lagi sebesar ketika kejadian pertama kali dilaporkan. Perubahan tersebut terlihat dari mengecilnya semburan dibandingkan kondisi sebelumnya, meskipun proses penanganan belum selesai dan petugas masih melakukan pekerjaan di titik kebocoran.

Tim gabungan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengamankan area serta menangani sumber kebocoran pada pipa yang dipastikan berasal dari jaringan Petrokimia Gresik. Aktivitas penanganan masih berjalan sehingga kondisi di sekitar lokasi terus dipantau. Pengaturan dan pengawasan diperlukan selama pekerjaan berlangsung untuk memastikan proses dapat dilakukan dengan aman.

Hingga perkembangan terakhir, semburan air telah mengecil dan debitnya menurun, sementara pekerjaan perbaikan serta penanganan kebocoran masih dilakukan oleh tim di lapangan. Petugas bersama pihak terkait masih menangani titik yang terdampak dan memantau perubahan kondisi secara berkala. Belum terdapat informasi mengenai waktu selesainya pekerjaan atau kondisi akhir pipa setelah proses penanganan dilakukan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60