Kediri, 26 April 2026 — Di tengah masih banyaknya keluhan warga soal akses dan pemahaman layanan BPJS Kesehatan, sekitar 200 warga Kediri memadati kegiatan cek kesehatan gratis di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Minggu (26/4). Momentum ini dimanfaatkan untuk menghadirkan langsung Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kediri, Eka Wahyudi, guna memberi penjelasan terbuka kepada masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Jawa Timur bersama Rekan Indonesia Kabupaten Kediri ini menjadi perhatian masyarakat, terutama karena menghadirkan penjelasan langsung terkait berbagai persoalan layanan BPJS yang selama ini kerap dikeluhkan.
Ketua KPW Jawa Timur Rekan Indonesia, Bagus Romadon, mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme layanan BPJS Kesehatan secara menyeluruh.
“Mulai dari status kepesertaan PBI, denda, hingga akses layanan, itu masih sering membingungkan masyarakat. Karena itu kami hadirkan BPJS langsung agar masyarakat mendapat penjelasan yang jelas,” ujarnya.

Selain senam bersama, kegiatan ini juga diisi dengan cek kesehatan gratis, konsultasi kesehatan, pemeriksaan mata, serta hiburan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kediri, Eka Wahyudi, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“BPJS Kesehatan berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan. Kami ingin masyarakat tidak lagi merasa bingung dalam mengakses layanan kesehatan,” katanya.
Ia juga mengakui masih adanya berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat terkait layanan BPJS.
“Kami menyadari masih ada keluhan di lapangan. Itu menjadi evaluasi bagi kami. BPJS tidak boleh jauh dari masyarakat—kami harus hadir, mendengar, dan memastikan setiap warga mendapatkan hak layanan kesehatan secara adil,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh bintang tamu Pak Samirin (Plosok Digital) serta dipandu instruktur senam Miss Rere, sehingga suasana berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Rekan Indonesia berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan BPJS Kesehatan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Dengan tingginya partisipasi warga, kegiatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan akses informasi dan layanan kesehatan yang jelas masih sangat dibutuhkan masyarakat.





























