Rangkaian Kekerasan di Makassar Tewaskan Mahasiswa dan Lukai Remaja

Rangkaian Kekerasan di Makassar Tewaskan Mahasiswa dan Lukai Remaja
banner 468x60

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Rangkaian kekerasan yang diduga melibatkan kelompok geng motor terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (4/10/2026). Aksi tersebut berlangsung sejak dini hari hingga pagi dan menimbulkan korban jiwa serta luka serius. Seorang mahasiswa bernama M Akmar Makmur (24) meninggal dunia, sementara seorang remaja, Muh Farel (17), harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Akmar ditemukan tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka terbuka pada bagian kepala akibat sabetan senjata tajam. Selain luka tersebut, anak panah busur juga ditemukan tertancap di kepalanya. Kondisi itu menunjukkan adanya serangan menggunakan lebih dari satu jenis senjata dalam peristiwa yang terjadi pada waktu berbeda di beberapa kawasan Makassar tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sementara itu, Muh Farel mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Remaja berusia 17 tahun itu masih mendapat perawatan intensif di RS Dr. Tajuddin Khalid Makassar. Tim medis terus memantau kondisinya setelah korban mengalami serangan yang menyebabkan luka cukup serius.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar mengatakan kedua korban menjadi sasaran penyerangan. Ia menyebut satu korban meninggal dunia di lokasi, sedangkan korban lainnya dibawa untuk memperoleh penanganan medis karena mengalami luka serius. Kepolisian masih menelusuri rangkaian kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memastikan hubungan aksi kekerasan di sejumlah titik. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kronologi secara menyeluruh serta mengetahui motif penyerangan yang menyebabkan seorang mahasiswa kehilangan nyawa dan seorang remaja terluka.

Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, rangkaian kekerasan tersebut bermula ketika Akmar, Farel, dan sejumlah teman mereka sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Situasi kemudian berubah setelah kelompok lain mendatangi lokasi menggunakan sekitar 12 sepeda motor. Rombongan itu disebut membawa senjata tajam dan busur panah, sehingga kedatangan mereka segera memicu ketegangan di kedua kelompok.

Serangan kemudian diarahkan kepada kelompok Akmar dan Farel. Menghadapi serangan tersebut, para korban dan teman-temannya melakukan perlawanan. Setelah itu, mereka mengejar kelompok penyerang yang melarikan diri menuju arah Kabupaten Maros. Pengejaran berlangsung hingga rombongan korban tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, di sekitar kawasan Perlimaan Bandara.

Di lokasi tersebut, pengejaran berhenti setelah rombongan korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Sejumlah orang dilaporkan jatuh dari sepeda motor dalam insiden itu. Menurut keterangan Jafar, kelompok yang sebelumnya dikejar kemudian berbalik arah dan kembali mendatangi para korban. Mereka diduga menyerang korban yang berada dalam kondisi terjatuh dengan menggunakan parang serta anak panah.

Serangan lanjutan tersebut menyebabkan Akmar dan Farel tidak sempat menyelamatkan diri. Akmar meninggal dunia di tempat kejadian, sedangkan Farel masih dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Peristiwa itu menjadi bagian awal dari penyelidikan polisi terhadap bentrokan yang melibatkan beberapa kelompok dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka. Polisi masih mendalami urutan kejadian, peran masing-masing pihak, serta identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Peristiwa lain berlangsung hampir bersamaan di Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Makassar, pada sekitar pukul 05.00 Wita. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, warga menghadang rombongan yang disebut berjumlah sekitar 20 sepeda motor. Rombongan tersebut dilaporkan melintas dari arah timur menuju kawasan itu.

Menurut keterangan yang disampaikan Jafar, penghadangan terjadi di kawasan inspeksi kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan. Kelompok pemuda di lokasi diduga menggunakan petasan dan busur panah untuk menghentikan rombongan. Situasi tersebut membuat sejumlah pengendara kehilangan kendali dan terjatuh. Beberapa di mereka kemudian meninggalkan sepeda motor yang digunakan saat melintas di kawasan tersebut.

Jafar menjelaskan, dua sepeda motor yang tertinggal selanjutnya dibakar oleh kelompok pemuda. Kendaraan itu menjadi sasaran setelah para pengendara tidak lagi berada di lokasi. Pembakaran tersebut menambah rangkaian kerusakan yang terjadi dalam insiden pada dini hari itu, sementara detail mengenai kondisi para pengendara yang terjatuh masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kepolisian masih mendalami kronologi kejadian, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam penghadangan dan pembakaran kendaraan. Informasi awal menyebut peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan kelompok geng motor, tetapi keterkaitan itu belum dapat dipastikan secara menyeluruh. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan urutan kejadian, identitas pelaku, serta alasan rombongan melintas dan kemudian dihadang di kawasan kanal.

Aparat juga diharapkan memeriksa rekaman kamera pengawas, keterangan warga, serta bukti lain di lokasi. Langkah tersebut penting untuk memisahkan informasi yang telah terverifikasi dari laporan yang masih bersifat awal. Selain itu, pendalaman diperlukan agar penanganan perkara tidak hanya berfokus pada kerusakan kendaraan, tetapi juga pada dugaan penggunaan petasan dan busur panah dalam penghadangan.

Setelah dua insiden kekerasan yang terjadi di Makassar, kepolisian mengambil langkah awal dengan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Sekitar pukul 06.20 Wita, bangkai dua sepeda motor yang terbakar dievakuasi oleh petugas. Kedua kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Makassar untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Evakuasi dilakukan sebagai bagian dari penanganan rangkaian peristiwa yang menewaskan seorang mahasiswa dan melukai seorang remaja. Petugas masih mendalami keterkaitan temuan di lokasi dengan kejadian yang dilaporkan. Polisi juga menyelidiki identitas serta keterlibatan para pelaku dalam dua peristiwa tersebut.

Proses penyelidikan masih berlangsung dengan mengumpulkan keterangan dan memeriksa barang bukti yang telah diamankan. Langkah itu diperlukan untuk memperjelas rangkaian kejadian serta mengetahui pihak-pihak yang diduga terlibat. Namun, hingga tahap ini, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai jumlah tersangka, motif, maupun hasil penangkapan.

Jafar mengatakan bahwa kasus tersebut masih didalami oleh kepolisian. Menurut dia, petugas terus melakukan penyelidikan untuk memburu dan menangkap pelaku. Pernyataan itu menegaskan bahwa penanganan perkara belum selesai dan kepolisian masih bekerja untuk mengungkap keterlibatan setiap pihak dalam rangkaian kekerasan tersebut.

Dengan dibawanya dua sepeda motor terbakar ke Mapolsek Makassar, pemeriksaan terhadap barang bukti dapat dilakukan secara lebih lanjut. Polisi tetap memusatkan penyelidikan pada identifikasi pelaku dan pengungkapan peran masing-masing pihak. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pendalaman petugas terhadap keterangan serta temuan yang telah dikumpulkan dari kedua lokasi kejadian.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60