Kecelakaan Berujung Serangan di Makassar, Satu Mahasiswa Meninggal

Kecelakaan Berujung Serangan di Makassar, Satu Mahasiswa Meninggal
banner 468x60

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Dua mahasiswa menjadi korban penyerangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok geng motor setelah terlibat kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026, dan menimbulkan dampak serius bagi kedua korban. Salah seorang mahasiswa meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka-luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis.

Insiden bermula ketika kedua mahasiswa itu mengalami kecelakaan di ruas jalan tersebut. Setelah kejadian, mereka diduga diserang oleh kelompok yang disebut sebagai geng motor. Penyerangan itu membuat situasi di lokasi menjadi semakin genting, karena korban yang semula terlibat dalam kecelakaan kemudian mengalami kekerasan. Kondisi korban setelah serangan belum dijelaskan secara terperinci, termasuk jenis luka yang dialami oleh mahasiswa yang masih menjalani perawatan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Jafar Ahmad. Keterangan itu menjadi dasar awal dalam mengungkap rangkaian peristiwa, mulai dari kecelakaan hingga dugaan penyerangan terhadap para korban. Kepolisian masih perlu mendalami kronologi secara menyeluruh, termasuk identitas pihak-pihak yang berada di lokasi dan keterlibatan kelompok yang diduga menyerang kedua mahasiswa.

Meninggalnya satu korban menambah serius dampak peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan tersebut. Sementara itu, kondisi korban lain yang mengalami luka serius menunjukkan bahwa kekerasan setelah kecelakaan itu tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan penyebab kecelakaan, motif penyerangan, serta memastikan pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat.

Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang menjadi korban, yakni Muh Akmal Makmur, 24 tahun, dan Muh Farel SM. Keduanya mengalami luka serius setelah insiden kecelakaan yang kemudian berujung pada serangan. Kondisi masing-masing korban menjadi perhatian karena luka yang dialami diduga berkaitan dengan penggunaan senjata tajam.

Muh Akmal Makmur dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka robek pada bagian belakang kepala. Berdasarkan keterangan kepolisian, luka itu diduga berasal dari sabetan senjata tajam. Selain luka robek, petugas juga menemukan sebuah busur yang menancap di bagian kepala korban. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

Keterangan mengenai luka Akmal masih didalami oleh penyidik bersama pihak medis. Kepolisian perlu mencocokkan temuan di lokasi dan hasil pemeriksaan terhadap jenazah untuk memastikan mekanisme cedera serta kronologi serangan. Penanganan bukti, termasuk busur yang ditemukan, diharapkan dapat membantu memperjelas perkara.

Sementara itu, Muh Farel SM masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Tadjuddin Chalid. Farel mengalami luka robek pada bagian punggung dan kepala. Polisi menduga kedua luka tersebut juga disebabkan oleh sabetan senjata tajam, meskipun pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Perbedaan kondisi kedua korban membuat proses penanganan dilakukan secara terpisah. Akmal telah menjalani proses penanganan setelah dinyatakan meninggal, sedangkan Farel masih mendapat pemantauan ketat dari tim medis. Informasi mengenai perkembangan kesehatan Farel diharapkan dapat disampaikan setelah kondisi korban memungkinkan dan pemeriksaan terkait perkara terus berjalan.

Berdasarkan keterangan saksi dan kepolisian, rangkaian kejadian bermula ketika sekitar 12 sepeda motor bergerak melintas di Jalan Dg Ramang. Kelompok tersebut disebut membawa senjata tajam berupa parang dan busur. Dalam pergerakannya, mereka juga mengancam warga yang berada atau melintas di jalan tersebut. Keterangan mengenai jumlah sepeda motor, jenis senjata, serta ancaman itu menjadi bagian dari informasi yang digunakan untuk menggambarkan situasi sebelum penyerangan.

Ancaman tersebut kemudian memicu perlawanan dari warga. Warga melakukan pengejaran terhadap kelompok yang disebut membawa senjata tajam itu. Dalam pengejaran tersebut, kelompok itu melarikan diri ke arah Kabupaten Maros. Belum diketahui secara terperinci bagaimana jarak warga dan kelompok tersebut setelah pengejaran berlangsung. Namun, berdasarkan keterangan yang ada, kelompok itu bergerak meninggalkan Jalan Dg Ramang menuju wilayah Kabupaten Maros.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Akmal dan Farel mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19. Keduanya berada dalam kondisi terdampak kecelakaan ketika kelompok tersebut melihat mereka. Kelompok itu kemudian berbalik dan mendatangi kedua korban di lokasi kecelakaan. Akmal dan Farel disebut tidak sempat menyelamatkan diri karena masih terdampak kejadian tersebut.

Dalam situasi itu, keduanya menjadi sasaran pembacokan dan penganiayaan secara bersama-sama. Kelompok yang mendatangi mereka disebut berasal dari Kabupaten Maros. Kronologi yang disampaikan saksi dan kepolisian menghubungkan pergerakan kelompok dari Jalan Dg Ramang, pengejaran oleh warga, pelarian ke arah Kabupaten Maros, serta kedatangan kembali kelompok tersebut setelah melihat kecelakaan Akmal dan Farel di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19. Rangkaian tersebut menjadi latar sebelum terjadinya serangan terhadap kedua korban.

Setelah kejadian tersebut, petugas melakukan penanganan terhadap para korban. Jenazah Muh Akmal Makmur dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani proses visum. Pemeriksaan itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan korban serta untuk membantu kepolisian memperoleh informasi medis yang diperlukan dalam penyelidikan perkara.

Sementara itu, Muh Farel masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Tadjuddin Chalid. Kondisi dan kebutuhan penanganannya masih menjadi perhatian pihak terkait selama proses hukum atas kejadian tersebut berlangsung. Rumah sakit menjadi lokasi perawatan bagi korban yang selamat, sedangkan jenazah Akmal berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian masih menyelidiki perkara tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Informasi yang diperoleh dari saksi diharapkan dapat membantu petugas menyusun rangkaian peristiwa secara lebih jelas, termasuk mengungkap situasi yang terjadi setelah kecelakaan hingga berujung pada serangan. Selain keterangan saksi, seluruh proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan penanganan perkara berjalan sesuai prosedur.

Hingga penyelidikan berlanjut, kepolisian belum menyampaikan identitas tersangka maupun perkembangan lain di luar keterangan yang telah diperoleh. Petugas masih berupaya menelusuri perkara dan memburu para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut. Penanganan selanjutnya menunggu hasil pengumpulan informasi serta pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60