Patrolihukum.net // Probolinggo – Karang Taruna Kabupaten Probolinggo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Kecamatan Kraksaan menggelar kegiatan sosial bertajuk Ramadhan Kareem. Acara ini meliputi pembagian 400 zakat fitrah bagi abang becak serta gerakan 1.000 takjil, yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Kraksaan pada Minggu (23/3/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Ra Fahmi AHZ, didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ. Hadir pula Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, serta Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono beserta pengurus.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fahmi secara simbolis menyerahkan zakat fitrah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta paket sembako kepada perwakilan abang becak dari 14 desa di Kecamatan Kraksaan. Setiap paket sembako senilai Rp150.000 terdiri dari beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil menyampaikan bahwa hingga 20 Maret 2025, Baznas telah menerima zakat fitrah dari 8.160 muzakki, mayoritas berasal dari ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Selain itu, Baznas juga menerima zakat mal yang digunakan untuk menambah nilai paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat.
“Totalnya mencapai Rp150.000 per paket, terdiri dari zakat fitrah senilai Rp50.000 dan bantuan sembako senilai Rp100.000. Distribusi zakat fitrah dilakukan secara merata di 24 kecamatan, bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan GP Ansor,” ungkap Muzammil.
Selain melalui Karang Taruna, penyaluran zakat fitrah juga dilakukan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan dengan total distribusi mencapai 2.400 paket.
Wabup Probolinggo Ra Fahmi AHZ memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi upaya dari Baznas, Karang Taruna, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Zakat bukan hanya soal memberi, tetapi bagaimana kita bisa mendorong penerimanya menjadi lebih mandiri. Harapan saya, abang-abang becak yang hari ini menerima zakat, suatu saat bisa menjadi muzakki karena kehidupan mereka semakin sejahtera,” ujar Wabup Fahmi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam penyaluran zakat agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang. “Jangan hanya berpikir bagaimana menyalurkan zakat, tapi juga bagaimana membantu penerimanya agar bisa berkembang dan akhirnya menjadi pemberi zakat di masa depan. Inilah tujuan utama zakat, yaitu membangun kesejahteraan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjut Wabup Fahmi, terus berkomitmen mendukung program sosial seperti ini meskipun ada berbagai tantangan.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Ke depan, ia berharap program zakat fitrah dapat lebih berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Kami ingin agar program ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang. Oleh karena itu, saya berharap ada program pendampingan atau pelatihan bagi para mustahik agar mereka bisa lebih mandiri,” tuturnya.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo, Sigit Wida Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara Karang Taruna dan Baznas dalam menyalurkan zakat fitrah dan zakat mal kepada yang berhak menerimanya.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan zakat fitrah dan zakat mal benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. Kami sangat berterima kasih kepada Baznas yang selama tiga tahun terakhir selalu mempercayakan Karang Taruna untuk ikut serta dalam distribusi zakat di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Karang Taruna, kata Sigit, selalu membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menjalankan program sosial.
“Kami tidak menutup pintu bagi siapa pun yang ingin bersinergi dalam program sosial seperti ini. Baik dengan OPD, lembaga, pihak swasta, maupun masyarakat umum. Motto kami adalah BUS PATAS: Bersama Untuk Sinergi dengan Loyalitas, Efektivitas, Kualitas, dan Tuntas,” lanjutnya.
Sigit berharap agar Karang Taruna dapat lebih terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat. “Kami siap jika nanti diajak berkolaborasi dalam program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa mustahik hari ini bisa menjadi muzakki di masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wabup Fahmi dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo yang telah membersamai Karang Taruna dalam kegiatan Ramadhan Kareem, serta kepada Kepala Dinsos, Ketua Baznas, dan Camat Kraksaan yang selalu berkoordinasi dan membimbing para pemuda Karang Taruna.
“Kami juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, anggota Karang Taruna Kabupaten Probolinggo maupun Kecamatan Kraksaan sehingga kegiatan Ramadhan Kareem ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” pungkasnya.
(Bambang/**)
























