Prabowo Soroti Sambutan Meriah untuk Sherly Tjoanda di Acara Hilirisasi Nikel

Prabowo Soroti Sambutan Meriah untuk Sherly Tjoanda di Acara Hilirisasi Nikel
banner 468x60

GORONTALO, GORONTALO — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar ketika menyapa Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam acara peletakan batu pertama 11 ekosistem hilirisasi nikel dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kegiatan tersebut berlangsung di Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis, 8 Oktober. Momen sapaan itu menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian acara yang dihadiri sejumlah pejabat, pelaku industri, serta masyarakat setempat.

Ketika nama Sherly disebut dan gubernur tersebut disapa oleh Prabowo, para hadirin langsung memberikan tepuk tangan. Sambutan itu terdengar paling riuh dibandingkan respons terhadap sapaan lain, sehingga menarik perhatian Presiden. Prabowo kemudian menanggapi suasana tersebut dengan kelakar, menyoroti meriahnya sambutan yang diterima Sherly di tengah acara resmi pemerintah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Respons tersebut menciptakan suasana yang lebih cair dalam agenda yang berfokus pada penguatan industri pengolahan mineral. Peletakan batu pertama 11 ekosistem hilirisasi nikel menandai upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan industri terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produksi komponen bernilai tambah. Sementara itu, ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi bagian penting dari langkah memperluas kapasitas manufaktur nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Kehadiran Sherly dalam acara itu juga menegaskan keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung agenda hilirisasi di Maluku Utara. Wilayah tersebut dikenal memiliki sumber daya nikel yang besar dan menjadi salah satu pusat pengembangan industri terkait. Di tengah pembahasan mengenai investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi, momen Prabowo menyapa Sherly memberikan warna tersendiri. Tepuk tangan meriah dari para hadirin menunjukkan perhatian publik terhadap sosok gubernur tersebut sekaligus memperlihatkan suasana akrab yang terbangun selama kegiatan berlangsung.

Respons Prabowo muncul setelah ia melihat antusiasme peserta dalam acara hilirisasi nikel. Suasana di lokasi berlangsung meriah ketika nama Sherly Tjoanda disebut di hadapan para hadirin. Tepuk tangan yang terdengar kemudian menjadi perhatian Prabowo, terutama karena sambutan tersebut terdengar sangat keras dan spontan.

Prabowo mengaku heran melihat besarnya tepuk tangan untuk Sherly Tjoanda. Ia menyoroti reaksi peserta secara langsung dengan nada berseloroh. “Kok saya sebut nama Sherly Tjoanda, tepuk tangannya keras sekali?” ujar Prabowo, sebagaimana disampaikan dalam suasana acara tersebut.

Kelakar itu disampaikan sebagai respons atas sambutan meriah para peserta. Setelah menyampaikan keheranannya, Prabowo kemudian melanjutkan selorohnya dengan mengatakan bahwa pemilu masih lama. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari percakapan spontan Prabowo ketika menanggapi reaksi hadirin terhadap penyebutan nama Sherly Tjoanda.

Antusiasme peserta terlihat dari tepuk tangan yang diberikan setelah nama tersebut disebut. Prabowo memperhatikan suasana itu dan menjadikannya bahan kelakar di hadapan hadirin. Momen tersebut menggambarkan respons spontan dalam acara hilirisasi nikel, ketika sambutan peserta terhadap Sherly Tjoanda terdengar lebih meriah dan keras dari yang ia duga.

Sambutan meriah yang diterima Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ketika disapa Presiden Prabowo Subianto dalam acara hilirisasi nikel bukan merupakan peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Respons serupa sebelumnya terlihat dalam puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu, 24 Juni. Dalam kegiatan tersebut, penyebutan nama Sherly kembali disambut sorak-sorai masyarakat yang hadir.

Momen itu berlangsung ketika Prabowo menyampaikan pidato di hadapan peserta dan tamu undangan. Presiden menyapa para kepala daerah yang hadir satu per satu, sebagai bagian dari pengakuan terhadap kehadiran mereka dalam agenda nasional tersebut. Ketika giliran Gubernur Maluku Utara disebut, suasana langsung berubah lebih semarak. Teriakan dan tepuk tangan terdengar dari arah masyarakat, menunjukkan perhatian publik terhadap sosok Sherly.

Peristiwa di Gorontalo memperlihatkan bahwa antusiasme terhadap Sherly telah muncul dalam lebih dari satu kesempatan publik. Sambutan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyebutan namanya oleh kepala negara, tetapi juga mencerminkan popularitas serta perhatian masyarakat terhadap figur kepala daerah perempuan itu. Karena itu, sorak-sorai yang kembali terdengar dalam acara hilirisasi nikel menjadi bagian dari pola respons yang sebelumnya sudah terlihat di forum berbeda.

Kehadiran Sherly dalam sejumlah agenda nasional juga menempatkannya di tengah perhatian para peserta dan masyarakat. Saat namanya disebut secara langsung, reaksi spontan yang muncul menjadi salah satu momen yang menonjol dalam rangkaian acara. Dengan adanya kejadian serupa di Gorontalo pada 24 Juni, sambutan meriah dalam agenda hilirisasi nikel dapat dipahami sebagai kelanjutan dari antusiasme publik yang telah lebih dahulu tercatat.

Suasana di lokasi acara berubah semarak setelah nama Sherly Tjoanda disebut dalam rangkaian kegiatan hilirisasi nikel. Warga yang hadir langsung memberikan sorakan dan tepuk tangan, menciptakan sambutan hangat di tengah acara. Reaksi tersebut menarik perhatian Prabowo Subianto yang tampak tersenyum melihat antusiasme warga. Ia membiarkan sorakan berlangsung sejenak sebelum kembali mengarahkan perhatian peserta kepada jalannya acara.

Sherly yang berada di lokasi juga menunjukkan respons positif. Ia berdiri sambil tersenyum lebar ketika namanya disebut dan menerima sambutan dari warga. Senyum tersebut terlihat selama suasana meriah berlangsung, sementara para peserta terus memberikan tepuk tangan. Momen itu kemudian menjadi bagian yang menonjol dalam acara karena interaksi panggung dan hadirin berlangsung secara spontan.

Prabowo turut menanggapi kemeriahan tersebut dengan kelakar. Ia menyamakan suasana ketika nama Sherly disambut sorakan dengan perayaan kemenangan Piala Citra, penghargaan perfilman Indonesia. Perbandingan itu disampaikan untuk menggambarkan betapa meriahnya respons warga pada saat tersebut dan memancing suasana yang lebih cair. Setelah sorakan mulai mereda, Prabowo kembali melanjutkan pidatonya dan meneruskan penyampaian agenda acara. Sherly tetap mengikuti jalannya kegiatan dengan senyum yang masih terlihat, sedangkan warga kembali menyimak pidato. Momen penyambutan itu pun berakhir secara alami ketika perhatian peserta beralih kepada pembahasan utama dalam acara hilirisasi nikel.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60