**Probolinggo** – Pertemuan kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan pada Senin (16/9/2024) sore di Dusun Krajan, Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, membahas berbagai isu penting terkait pencegahan dan penanganan stunting serta pemutakhiran data penerima bantuan. Pertemuan ini dihadiri oleh pendamping sosial PKH, Niara Imas Karwati, beserta pengurus PKH setempat.

Dalam sesi materi yang berlangsung selama sekitar dua jam, Niara menjelaskan pentingnya mengikuti urutan dalam modul P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) yang telah disusun. “Materi P2K2 ini harus diikuti sesuai dengan urutan yang ada di modul.” ujar Niara di hadapan peserta.
Niara juga menekankan pentingnya para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memahami konsep stunting, terutama bagi mereka yang memiliki anak kecil. “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi. Banyak yang belum memahami bagaimana cara mencegah dan menanganinya. Kita perlu memberi edukasi lebih agar setiap keluarga bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat,” jelasnya.
Selain itu, pertemuan ini juga digunakan sebagai ajang pemutakhiran data terkait status penerima bantuan PKH. Niara menyoroti pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan. “Bantuan PKH mencakup beberapa komponen, seperti untuk balita, anak sekolah, ibu hamil, dan lansia. Sering kali terjadi kesalahan di mana keluarga menerima bantuan untuk lansia, namun ternyata yang bersangkutan tidak memenuhi syarat, atau memiliki anak sekolah tetapi tidak terdaftar dalam bantuan. Oleh karena itu, kami melakukan pemutakhiran data untuk memastikan keakuratan penerima,” ujarnya.
Niara juga menjelaskan bahwa proses pencairan bantuan melalui ATM kini dilakukan dalam dua bulan sekali, berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan setiap tiga bulan. “Sekarang pencairan PKH melalui ATM dilakukan per dua bulan. Jadi untuk periode Juli dan Agustus, bantuan sudah disalurkan, dan ke depannya akan terus dipantau melalui pemutakhiran data,” tambah Niara.
Salah satu KPM PKH, Wiwin, yang turut hadir dalam pertemuan ini, menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini sangat membantu para penerima dalam memahami mekanisme bantuan. “Sering kali kami bingung tentang siapa yang sebenarnya berhak menerima bantuan dan bagaimana cara pengurusannya. Dengan adanya pertemuan ini, kami jadi lebih paham dan tahu apa yang harus dilakukan,” kata Wiwin.
Selain membahas pencegahan stunting, pertemuan ini juga diwarnai dengan diskusi hangat seputar peran penting setiap komponen PKH dan bagaimana penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran. Para peserta tampak antusias menandatangani daftar hadir sambil mendengarkan penjelasan detail dari pendamping sosial.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana KPM berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar stunting dan kendala yang dihadapi dalam menerima bantuan PKH.
**Pewarta: Edi D**




























