Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

badge-check


Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net – Penggiat pertanian organik Kecamatan Banyuanyar mendapatkan pelatihan memperbaiki tanah ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami dan lokal, Rabu (6/5/2026).

Pelatihan ini dilakukan secara swadaya mandiri dengan pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Banyuanyar dan diikuti oleh seluruh anggota kelompok tani yang secara sadar dan mandiri ingin memperbaiki sistem manajemen pertanian sehat dan berkelanjutan.

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

Dalam kegiatan tersebut, para petani tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan tiga jenis sarana pertanian alternatif, yakni Photosynthetic Bacteria (PSB), Asam Amino dan Jadam Sulfur.

Pelatihan menghadirkan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Ika Ratmawati. Kegiatan ini diikuti oleh petani Kecamatan Banyuanyar yang ingin bertani secara organik serta tim BPP Kecamatan Banyuanyar.

Dalam pemaparannya, POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati menyampaikan selama ini eceng gondok termasuk tanaman yang merugikan terutama di lahan pertanian karena bersifat gulma pesaing tanaman budidaya dan bahkan dapat menutupi perairan seperti sungai.

Namun di balik dampak negatif tersebut, eceng gondok ternyata memiliki banyak manfaat dan dapat digunakan sebagai bahan utama membuat asam humat atau pembenah tanah yang ramah lingkungan.

“Cukup dengan mencampur 5 kilogram eceng gondok, 1 kilogram limbah kulit nanas, 250 mililiter EM4, 250 mililiter molase dan 10 liter air lalu difermentasi selama satu bulan. Hasilnya sudah cukup untuk diencerkan menjadi 100 liter air untuk luasan satu hektare saat pengolahan lahan sebagai pembenah tanah,” katanya.

Selain itu, peserta juga diajarkan membuat Jadam Sulfur sebagai pestisida nabati ramah lingkungan yang memiliki fungsi ganda sebagai insektisida sekaligus fungisida. Bahan yang digunakan terdiri dari 1 kilogram belerang, 800 gram NaOH, 50 gram garam krosok dan 3,5 liter air murni yang dicampur dan diaduk hingga siap digunakan. “Adapun dosis aplikasinya sekitar 1 hingga 2 mililiter per liter air dengan cara disemprotkan ke tanaman,” lanjutnya.

Sementara untuk pembuatan PSB, bahan yang digunakan terdiri dari seperempat kilogram telur ayam atau telur keong sawah, 50 gram terasi dan 100 gram micin yang difermentasi dengan 10 liter air lalu dijemur di bawah sinar matahari hingga berubah warna menjadi merah dalam waktu sekitar satu bulan. “Larutan tersebut diaplikasikan dengan dosis 25 mililiter per liter air melalui penyemprotan ke daun tanaman,” tambahnya.

Salah satu petani asal Desa Tarokan Sanhaji mengapresiasi pelatihan tersebut dan menilai kegiatan ini sangat relevan dalam menjawab kondisi petani yang saat ini merasakan dampak mahalnya biaya sarana pertanian.

“Setelah dipraktikkan, ternyata bahan-bahannya sangat mudah didapat di sekitar kita. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin di BPP,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Gapoktan Kecamatan Banyuanyar Edy Suprayitno menyatakan dukungan penuh terhadap para petani yang ingin bergerak mandiri dalam upaya menyelamatkan lahan pertanian yang saat ini mengalami krisis bahan organik sehingga banyak dijumpai kondisi tanah rusak dan kurang nutrisi.

“Mengubah pola pikir untuk menggunakan sarana pertanian organik yang berkelanjutan memang tidak mudah. Tetapi melalui gerakan swadaya ini semoga bisa mengajak dan menyadarkan para petani agar mampu menerapkan budidaya pertanian sehat yang berkelanjutan,” harapnya.

Sementara Koordinator BPP Kecamatan Banyuanyar Inayah Fatmawati mengapresiasi tingginya antusiasme para petani dalam mengikuti pelatihan tersebut. Pendekatan pertanian berbasis bahan lokal sangat penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan kantor BPP siap dijadikan tempat belajar maupun praktik pertanian berkelanjutan.

“Petani tetap bisa produktif tanpa merusak lingkungan. Kami berharap keterampilan ini bisa diterapkan secara konsisten sehingga ketergantungan pada pupuk sintetis dan pembenah tanah yang mahal dapat dikurangi,” pungkasnya.(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

6 Mei 2026 - 20:36 WIB

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

Aliansi LEGAM Tolak Keras Upaya Restorative Justice Kasus Kekerasan Seksual di Probolinggo

6 Mei 2026 - 10:07 WIB

Aliansi LEGAM Tolak Keras Upaya Restorative Justice Kasus Kekerasan Seksual di Probolinggo

Tangkap Dan Penjarakan Dugaan Pemilik Cafe Tabrak UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat (1) Dan KUHP Pasal 167 Ayat (1) Serta KUHP Pasal 335 Ayat (1).

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Tangkap Dan Penjarakan Dugaan Pemilik Cafe Tabrak UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat (1) Dan KUHP Pasal 167 Ayat (1) Serta KUHP Pasal 335 Ayat (1).

Kemendagri Menyambut Penuh Pelaksanaan Peringatan Hari Pers Sedunia dan Munas SWI

5 Mei 2026 - 21:04 WIB

Kemendagri Menyambut Penuh Pelaksanaan Peringatan Hari Pers Sedunia dan Munas SWI

Rutin Rawat Senjata, Rutan Kraksaan Perkuat Sistem Keamanan Internal

5 Mei 2026 - 20:57 WIB

Rutin Rawat Senjata, Rutan Kraksaan Perkuat Sistem Keamanan Internal
Trending di Nasional