Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Jakarta pada Sabtu (13/7/24).
Erick menjelaskan bahwa IKN direncanakan sebagai pusat administratif baru yang tidak hanya menjadi simbol modernisasi infrastruktur, tetapi juga sebagai solusi untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah. Dengan memperkuat infrastruktur nasional melalui IKN, pemerintah berharap dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan membangun IKN, kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak lagi hanya berfokus di Pulau Jawa. Ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tapi bagian dari komitmen untuk menjaga keseimbangan ekonomi di seluruh Indonesia,” ujar Erick.
Lebih lanjut, Erick menyebutkan bahwa pemerintah telah mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Ro 44,24 triliun untuk tahun 2025, yang telah disetujui oleh Komisi VI DPR. PMN ini diharapkan tidak hanya mempercepat proyek-proyek pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk memastikan kelancaran transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Dengan PMN yang telah disetujui, kita ingin memastikan bahwa transisi pemerintahan ke depan dapat berlangsung tanpa hambatan yang berarti,” tambah Erick.
Pembangunan IKN juga dipandang sebagai upaya nyata untuk menghapuskan anggapan bahwa pembangunan di Indonesia hanya berpusat di Pulau Jawa. Dengan adanya IKN, pemerintah berharap dapat memberikan kesempatan pembangunan yang lebih merata di berbagai wilayah, memperkuat ikatan nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tags:
#Pembangunan #IKN #Ekonomi #PertumbuhanEkonomi #Infrastruktur #KeseimbanganEkonomi #Jokowi #Prabowo #TransisiPemerintahan
(Edi D/Red/*)













