Munafri Arifuddin Resmi Berlabuh ke Demokrat Setelah Tinggalkan Golkar

Munafri Arifuddin Resmi Berlabuh ke Demokrat Setelah Tinggalkan Golkar
banner 468x60

KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, yang dikenal dengan sapaan Appi, resmi bergabung dengan Partai Demokrat setelah meninggalkan Partai Golkar. Perpindahan tersebut menandai perubahan afiliasi politik Munafri Arifuddin dan menjadi perhatian publik karena berlangsung ketika ia masih menjalankan tugas sebagai Wali Kota Makassar.

Pernyataan mengenai langkah politik itu disampaikan pada Kamis, 8 Oktober. Dengan demikian, kabar bergabungnya Munafri ke Partai Demokrat tidak hanya berkaitan dengan perubahan keanggotaan partai, tetapi juga mendapat sorotan karena menyangkut sosok yang sedang memegang jabatan sebagai kepala daerah di Makassar. Nama Appi selama ini dikenal dalam konteks pemerintahan kota dan kegiatan politik, sehingga keputusan tersebut menjadi peristiwa yang diperhatikan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Munafri sebelumnya berada di Partai Golkar. Setelah meninggalkan partai tersebut, ia secara resmi berlabuh ke Partai Demokrat. Perubahan itu menjadi inti dari perkembangan politik yang melibatkan dirinya pada Kamis, 8 Oktober. Penyebutan statusnya sebagai Wali Kota Makassar turut menempatkan kabar tersebut dalam perhatian yang lebih luas, sebab kepindahan partai itu terjadi saat Munafri masih menjabat.

Dengan bergabungnya Munafri Arifuddin ke Partai Demokrat, afiliasi politiknya kini berbeda dari sebelumnya. Peristiwa tersebut sekaligus memperjelas bahwa ia telah meninggalkan Partai Golkar dan memilih Partai Demokrat sebagai partai barunya. Kabar ini menjadi sorotan utama karena menyatukan dua hal penting, yakni perpindahan partai Munafri yang dikenal sebagai Appi serta posisinya sebagai Wali Kota Makassar. Pernyataan pada Kamis, 8 Oktober menjadi penanda resmi atas perubahan tersebut.

Munafri Arifuddin menyampaikan rasa syukur setelah secara resmi diterima sebagai kader Partai Demokrat di Sulawesi Selatan. Bergabungnya sosok yang akrab disapa Appi itu menandai langkah politik baru setelah sebelumnya meninggalkan Partai Golkar. Ia menilai penerimaan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kesempatan untuk melanjutkan pengabdian melalui wadah politik yang baru.

Appi juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Partai Demokrat, baik di tingkat daerah maupun kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang bagi dirinya. Menurut dia, sambutan yang diberikan menunjukkan adanya semangat kebersamaan serta komitmen untuk membangun komunikasi dalam menjalankan agenda partai. Ia mengapresiasi proses penerimaan tersebut dan berharap kehadirannya dapat memberikan kontribusi positif bagi Demokrat serta masyarakat Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan itu, Appi mengakui bahwa dirinya masih perlu berkenalan lebih dekat dengan rekan-rekan sesama kader Demokrat. Langkah tersebut dinilai penting agar ia dapat memahami karakter, pola kerja, dan dinamika internal partai secara lebih baik. “Saya bersyukur dan berterima kasih telah diterima di Partai Demokrat. Tentu saya juga harus berkenalan dengan teman-teman sesama kader,” ujar Appi.

Ia menegaskan, proses membangun hubungan dengan kader lain akan menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya di Demokrat. Selain memperkuat komunikasi, perkenalan itu diharapkan dapat menciptakan kerja sama yang solid dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian. Appi menyatakan siap mengikuti mekanisme organisasi dan beradaptasi dengan lingkungan barunya, seraya membawa pengalaman yang telah diperoleh selama berkiprah di dunia politik.

Respons tersebut memperlihatkan sikap terbuka Appi dalam memasuki fase baru. Ia tidak hanya menekankan rasa terima kasih atas penerimaan Demokrat, tetapi juga menunjukkan kesediaan untuk belajar dan membangun sinergi bersama kader lainnya. Dengan demikian, kehadirannya diharapkan dapat memperkaya kekuatan partai di Sulawesi Selatan sekaligus memperluas ruang kolaborasi untuk menghadapi agenda politik mendatang.

Munafri Arifuddin menilai upaya memperkuat dan membesarkan Partai Demokrat tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja. Menurut dia, partai merupakan organisasi yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, terutama para kader yang memiliki tanggung jawab untuk bekerja sesuai peran masing-masing. Karena itu, keberadaan kader tidak hanya penting dalam struktur organisasi, tetapi juga dalam menjalankan berbagai pekerjaan yang diperlukan untuk menjaga serta mengembangkan partai.

Ia memandang kolaborasi sebagai hal yang dibutuhkan dalam agenda Demokrat ke depan. Kerja sama antarkader diperlukan agar setiap langkah dapat dikerjakan secara bersama-sama, dengan mengandalkan komunikasi dan keterlibatan seluruh unsur partai. Dengan cara tersebut, beban pekerjaan tidak ditanggung secara perseorangan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang dapat dijalankan melalui kontribusi setiap kader.

Munafri juga menyampaikan bahwa masih banyak hal yang harus dikerjakan bersama untuk memperkuat dan membesarkan Partai Demokrat. Pernyataan itu menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam melaksanakan pekerjaan partai, tanpa menempatkan penguatan organisasi sebagai upaya individu. Bagi dia, kerja kolektif menjadi dasar agar kader dapat saling mendukung dalam menjalankan tugas dan menjaga proses pengembangan partai secara berkelanjutan. Pandangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembesaran partai memerlukan kesediaan untuk bekerja sama, menyatukan peran, serta mengambil bagian dalam berbagai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi antarkader, setiap upaya dapat dilakukan secara lebih terarah dan melibatkan lebih banyak unsur di dalam partai. Munafri menegaskan makna tersebut sebagai ajakan untuk mengedepankan kebersamaan dalam memperkuat organisasi, tanpa mengaitkannya dengan agenda politik tertentu di luar hal-hal yang disampaikannya.

Munafri Arifuddin memiliki latar belakang politik yang sebelumnya lekat dengan Partai Golkar. Sebagai salah satu figur yang aktif dalam dinamika politik Kota Makassar, namanya telah dikenal dalam berbagai kegiatan organisasi dan kontestasi politik daerah. Keterlibatannya bersama Golkar menjadi bagian penting dari perjalanan politik sebelum ia resmi berlabuh ke Partai Demokrat.

Dalam perjalanan tersebut, Munafri tercatat maju pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Makassar 2024. Ia tampil sebagai calon wali kota dengan membawa gagasan dan visi untuk memimpin pemerintahan Kota Makassar. Kontestasi itu menempatkannya kembali sebagai salah satu tokoh utama dalam perbincangan politik lokal, terutama karena persaingan pemilihan kepala daerah menjadi perhatian masyarakat dan partai politik.

Hasil Pilkada Makassar 2024 kemudian menetapkan Munafri Arifuddin sebagai Wali Kota Makassar terpilih. Ia memenangkan pemilihan tersebut bersama Aliyah Mustika Ilham, yang mendampinginya sebagai wakil wali kota terpilih. Pasangan ini selanjutnya menjadi bagian dari pemerintahan daerah yang memperoleh mandat melalui proses pemilihan langsung oleh masyarakat.

Perpindahan Munafri dari Golkar ke Demokrat mendapat sorotan karena berlangsung setelah ia melewati tahapan penting dalam karier politiknya, termasuk keberhasilan dalam Pilkada Makassar 2024. Perubahan afiliasi partai tersebut menambah perhatian terhadap perjalanan politiknya sebagai kepala daerah terpilih. Dengan demikian, rekam jejaknya sebagai kader Golkar dan posisinya bersama Aliyah Mustika Ilham dalam pemerintahan Kota Makassar menjadi konteks yang menyertai pemberitaan mengenai kepindahannya ke Partai Demokrat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60