Probolinggo, Patrolihukum.net — Dalam suasana penuh khidmat dan semangat nasionalisme, keluarga besar media online Patrolihukum.net dan Investigasi88.com memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada Senin, 10 November 2025. Momentum reflektif ini dipimpin langsung oleh Edi Darminto, Pimpinan Redaksi kedua media tersebut, yang menyerukan pentingnya meneladani nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata, terutama di dunia jurnalistik dan sosial kemasyarakatan.
Dalam pernyataannya, Edi Darminto menegaskan bahwa makna Hari Pahlawan tidak hanya sebatas mengenang sejarah atau mengheningkan cipta di taman makam, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di masa kini.

“Semangat juang para pahlawan harus kita hidupkan dalam setiap langkah kita. Di era modern ini, perjuangan tidak lagi di medan perang, tetapi di medan pengabdian — melawan korupsi, kebodohan, dan ketidakpedulian sosial,” ujarnya tegas.
Menurut Edi, tugas seorang jurnalis bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penggerak moral bangsa melalui karya jurnalistik yang jujur, kritis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Jurnalis sejati adalah pahlawan tanpa tanda jasa di zaman modern. Mereka memperjuangkan kebenaran tanpa senjata, tetapi dengan pena dan integritas,” lanjutnya.
Momentum Hari Pahlawan kali ini juga diisi dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa serta membuat tema perjuangan “Jurnalis Pejuang Kebenaran”.
Edi Darminto dalam kesempatan itu juga mengajak seluruh insan media di Indonesia agar terus menanamkan semangat nasionalisme dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
“Jangan pernah tunduk pada tekanan, jangan takut pada kekuasaan, karena kebenaran adalah senjata utama jurnalis yang berjiwa pahlawan,” tegasnya dengan nada penuh semangat.
Tak hanya itu, momentum ini juga menjadi ajang refleksi internal bagi jajaran redaksi untuk memperkuat komitmen menjaga independensi pers dan meningkatkan kualitas pemberitaan yang berimbang.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, banyak jurnalis yang terlena oleh kecepatan berita tetapi lupa akan ketepatan dan kebenaran.
“Menjadi pahlawan masa kini berarti berani melawan arus hoaks dan kepalsuan. Media harus menjadi mercusuar kebenaran, bukan sekadar pengeras suara kepentingan,” tambahnya.
Momentum kali ini diakhiri dengan pesan moral Hari Pahlawan, Edi Darminto, menekankan bahwa semangat patriotisme tidak boleh redup di tengah tantangan zaman.
“Bangsa ini tidak akan besar jika rakyatnya kehilangan semangat juang. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan kerja, karya, dan kepedulian,” tutupnya.
Refleksi Hari Pahlawan di Dunia Pers
Momentum hari Pahlawan ini menjadi simbol bahwa profesi jurnalis memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai perjuangan bangsa. Melalui karya dan keberanian mengungkap fakta, insan pers diyakini sebagai “pahlawan kata” yang terus berjuang menjaga demokrasi dan keadilan sosial.
Dalam konteks inilah, pesan Edi Darminto menjadi relevan: bahwa setiap warga negara dapat menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing — baik melalui pena, tindakan sosial, maupun dedikasi untuk kemajuan bangsa.
(Redaksi Patrolihukum.net / Investigasi88.com)
























