Probolinggo — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Aktivis Probolinggo (JakPro) mulai mematangkan langkah strategis menjelang peluncuran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) JakPro Ngestiwibawa atau yang disingkat LBH JIWA, yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari 2026. Persiapan tersebut ditandai dengan rapat internal pembentukan panitia pelaksana yang digelar pada Jumat (2/1/2026) di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Rapat yang berlangsung usai pelaksanaan salat Jumat itu bertempat di rumah Wito, selaku Koordinator Wilayah (Korwil) LSM JakPro Kecamatan Paiton. Agenda utama rapat difokuskan pada koordinasi teknis pembentukan panitia launching LBH JIWA sekaligus konsolidasi organisasi bersama unsur pemuda JakPro Bersatu.

Ketua LSM JakPro, Badrus Seman, dalam arahannya menegaskan bahwa pembentukan LBH JIWA merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memperluas akses keadilan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang kerap menghadapi persoalan hukum tanpa pendampingan memadai.
“LBH JIWA lahir dari kegelisahan bersama melihat masih banyak masyarakat kecil yang tersisih dalam proses penegakan hukum. JakPro ingin hadir bukan hanya sebagai pengawas sosial, tetapi juga sebagai pendamping yang konkret dan bertanggung jawab,” ujar Badrus.
Ia menekankan pentingnya kesiapan panitia agar pelaksanaan launching berjalan tertib, bermakna, dan mencerminkan nilai-nilai perjuangan organisasi. Menurutnya, momentum peresmian LBH JIWA harus menjadi tonggak penguatan peran JakPro dalam advokasi hukum yang berkeadilan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) JakPro, Purnomo, dalam kesempatan yang sama menegaskan kembali komitmen seluruh anggota untuk menjaga soliditas dan marwah organisasi. Ia mengingatkan bahwa keberadaan LBH JIWA bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan instrumen perjuangan jangka panjang.
“Kekompakan dan solidaritas tanpa batas adalah kunci. LBH JIWA bukan sekadar lembaga, tetapi wadah perjuangan keadilan. Karena itu, seluruh kader harus satu barisan, menjaga integritas, dan bekerja dengan hati,” tegas Purnomo di hadapan peserta rapat.
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, acara peresmian atau launching LBH JakPro Ngestiwibawa (JIWA) direncanakan akan digelar di Pantai Bohay, Desa Binor, Kecamatan Paiton. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai representatif sebagai ikon wisata sekaligus ruang publik yang terbuka dan mudah diakses masyarakat.
Panitia memperkirakan kegiatan launching akan dihadiri sekitar 100 undangan, yang terdiri atas pengurus inti JakPro, pembina, korwil dari seluruh kecamatan, anggota, serta perwakilan tokoh masyarakat dan elemen pemuda. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan menjadi simbol dukungan kolektif terhadap penguatan gerakan bantuan hukum berbasis masyarakat.
Dalam rapat tersebut, panitia juga menegaskan pentingnya kehadiran seluruh struktur organisasi JakPro, mulai dari pengurus inti, pembina, hingga korwil dan anggota di setiap kecamatan. Kehadiran menyeluruh dinilai krusial untuk memastikan koordinasi berjalan optimal dan pesan perjuangan LBH JIWA tersampaikan secara utuh.
Dengan terbentuknya panitia dan ditetapkannya lokasi kegiatan, JakPro optimistis launching LBH JIWA akan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran masyarakat sipil di Probolinggo dalam mengawal keadilan, supremasi hukum, dan perlindungan hak-hak warga. (Bambang/**)












