BARABAI, Patrolihukum.net – Prajurit Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah mengikuti kegiatan Uji Kenaikan Sabuk Bela Diri Puncak Silat Militer yang digelar di Lapangan Yonif 621/Manuntung, Selasa (31/3).
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota Kodim 1002/HST, tetapi juga melibatkan prajurit dari beberapa satuan lain, di antaranya Kodim 1001/HSU/BLG, Kodim 1008/TBB, Kodim 1003/HSS, Kodim 1010/Tapin, Yonif TP 829 BA, serta Yonif 621/MTG.

Kehadiran lintas satuan ini menambah semangat dan kekompakan dalam pelaksanaan kegiatan.
Uji kenaikan sabuk tersebut berada di bawah pengawasan langsung Katim Penguji, Robert Roles selaku Kaurorbeladirasi Jasdam XXII/Tambun Bungai.
Penilaian difokuskan pada aspek teknis, kemampuan fisik, serta ketahanan mental prajurit dalam menguasai jurus dan teknik bela diri.
Rangkaian ujian dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tes fisik, penguasaan jurus dasar, hingga simulasi pertarungan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Hal ini mencerminkan komitmen prajurit dalam meningkatkan kemampuan bela diri sekaligus membangun disiplin dan karakter sebagai bagian dari pembinaan satuan.
Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Pasiopsdim 1002/HST Kapten Inf Bijuri menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta serta dukungan dari tim penguji Jasdam XXII/Tambun Bungai.
“Uji kenaikan sabuk Puncak Silat Militer tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan bela diri, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa juang tinggi.
Dengan adanya tim penguji dari Jasdam XXII/Tambun Bungai, proses penilaian berjalan objektif sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan kualitas prajurit,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan guna memastikan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan, baik dari segi fisik maupun mental.
“Diharapkan seluruh prajurit menjadikan bela diri sebagai bekal utama dalam pelaksanaan tugas sekaligus sebagai gaya hidup sehat dan disiplin.
Latihan yang konsisten akan melahirkan prajurit yang profesional dan berkarakter,” tambahnya.
Puncak Silat Militer sendiri merupakan bela diri khas TNI AD yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kekuatan fisik dan ketahanan mental.
Uji kenaikan sabuk menjadi tolok ukur penting untuk mengetahui sejauh mana penguasaan teknik, jurus, serta kesiapan prajurit dalam menghadapi situasi nyata.
Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar prajurit. Setiap peserta saling memberikan dukungan dan semangat, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang kuat. Kehadiran masyarakat dan tokoh setempat yang turut menyaksikan turut menambah semarak kegiatan, sekaligus menunjukkan kedekatan TNI dengan rakyat. (pen1002hst)
















