Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Kontroversi Janji Pencairan Program Indonesia Pintar di Wonomerto: Didorong Pilih Calon Zulmi-Rasit

badge-check

*Probolinggo, Jatim, Selasa (12/11/24)* — Kabar mengejutkan datang dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Belakangan ini, para wali murid di kawasan tersebut mulai ramai membicarakan soal janji pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) yang mencurigakan, dengan syarat kontroversial yang mengharuskan mereka mendukung calon kepala daerah tertentu, yaitu Zulmi-Rasit.

Fenomena ini berkembang pesat dan segera menarik perhatian masyarakat setempat. Berdasarkan pengakuan salah satu wali murid, pihak sekolah mengadakan pertemuan yang melibatkan orangtua siswa. Dalam pertemuan tersebut, wali murid diminta untuk membawa Kartu Keluarga (KK) mereka sebagai syarat pengajuan Kartu Indonesia Pintar (KIP). KK tersebut kemudian didaftarkan ke Bank BRI, dengan harapan mendapatkan bantuan dana PIP sebesar Rp450.000.

Kontroversi Janji Pencairan Program Indonesia Pintar di Wonomerto: Didorong Pilih Calon Zulmi-Rasit

Namun, ada syarat yang tak tertulis namun terkesan jelas, yakni wali murid harus memberikan dukungan kepada pasangan calon Zulmi-Rasit agar pencairan dana PIP dapat direalisasikan. Tentu saja, kondisi ini langsung memicu kecurigaan dan kegelisahan di kalangan para orangtua.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Kami merasa dipaksa untuk memilih calon tertentu demi mendapatkan bantuan ini. Padahal, seharusnya PIP adalah program bantuan yang tidak ada hubungannya dengan politik.”

Fenomena ini semakin mengundang kontroversi karena mengingatkan banyak warga pada praktik serupa yang terjadi pada pemilihan presiden beberapa tahun lalu. Pada masa itu, bantuan PIP juga hanya dapat cair saat momen kampanye calon tertentu, yang menyisakan kesan bahwa program bantuan pemerintah ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Warga setempat merasa sangat kecewa, mengingat seharusnya PIP adalah program yang bertujuan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Banyak yang berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali, khususnya pada jenjang pendidikan dasar yang seharusnya bebas dari kepentingan politik.

“Jika fenomena ini dibiarkan, selain merusak citra program pemerintah, juga dapat merugikan anak-anak yang seharusnya mendapatkan bantuan pendidikan tanpa adanya intervensi politik,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat pun mendesak agar pemerintah dan pihak-pihak terkait segera melakukan investigasi terhadap praktik yang terjadi di Kecamatan Wonomerto ini dan memastikan bahwa bantuan pendidikan tidak lagi disalahgunakan untuk tujuan politik tertentu. Program PIP, yang seyogianya untuk kepentingan pendidikan, harus tetap berada di luar kepentingan politik untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah. (Tim/Red/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Langkah Awal Pembangunan MCK, Satgas TMMD Ke-127 Mulai Siapkan Rangka Kayu

17 Februari 2026 - 21:28 WIB

Langkah Awal Pembangunan MCK, Satgas TMMD Ke-127 Mulai Siapkan Rangka Kayu

Tambang Pasir Silika Ilegal di Tuban Beroperasi Terang-Terangan, Hukum Tumpul atau Sengaja Ditumpulkan?

17 Februari 2026 - 21:13 WIB

Tambang Pasir Silika Ilegal di Tuban Beroperasi Terang-Terangan, Hukum Tumpul atau Sengaja Ditumpulkan?

Proyek Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar di Kediri Tanpa Papan Informasi, Transparansi Negara Dipermalukan di Hadapan Publik

17 Februari 2026 - 17:49 WIB

Proyek Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar di Kediri Tanpa Papan Informasi, Transparansi Negara Dipermalukan di Hadapan Publik

Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Gotong Royong Bantu Warga Cari Kayu Bakar Untuk Syukuran

17 Februari 2026 - 16:21 WIB

Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Gotong Royong Bantu Warga Cari Kayu Bakar Untuk Syukuran

Teror Celurit ke Wartawan di Pasuruan, Dugaan Konflik Tambang Desa Sebalong Memanas

17 Februari 2026 - 16:03 WIB

Teror Celurit ke Wartawan di Pasuruan, Dugaan Konflik Tambang Desa Sebalong Memanas
Trending di Hukum dan Kriminal