Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Hukum dan Kriminal

Kasus Dugaan Korupsi BUMDes Rp14 M di Takalar Lamban, PEMANTIK Desak Kejelasan

badge-check

Takalar, Sulsel – Kasus dugaan korupsi dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus menjadi sorotan publik. Dana sebesar Rp14 miliar yang seharusnya digunakan untuk pembangunan ekonomi desa justru diduga diselewengkan. Meski telah dilaporkan sejak Januari 2024, hingga kini belum ada perkembangan hukum yang jelas.

Ketua DPD PEMANTIK Indonesia, Rahman Suwandi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya proses audit oleh Inspektorat Takalar. Ia menegaskan, jika hingga akhir April 2025 laporan audit belum juga diserahkan ke Kejaksaan, pihaknya akan melaporkan kasus ini langsung ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Kasus Dugaan Korupsi BUMDes Rp14 M di Takalar Lamban, PEMANTIK Desak Kejelasan

“Laporan ini sudah kami ajukan sejak 8 Januari 2024, tapi sampai sekarang masih mandek. Kalau tidak ada tindakan jelas hingga akhir April 2025, kami akan bawa kasus ini langsung ke Kejati Sulsel,” tegas Rahman, Rabu (12/3/2025).

Rahman menilai keterlambatan ini menimbulkan dugaan adanya upaya penghambatan atau pembiaran terhadap kasus yang melibatkan 76 desa di sembilan kecamatan di Takalar. Menurutnya, dengan kerugian negara yang begitu besar, transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa tetap terjaga.

“Jangan biarkan publik berpikir ada pihak-pihak yang dilindungi. Inspektorat Takalar harus segera bertindak!” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Inspektorat Takalar belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut. Masyarakat Takalar pun semakin menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum agar kasus ini segera menemukan titik terang.

Kasus ini tidak hanya mengguncang warga Takalar tetapi juga menarik perhatian nasional. Publik berharap agar aparat hukum bertindak tegas dalam menuntaskan dugaan korupsi ini demi keadilan dan kepastian hukum. (TIM/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hampir Rampung, Anggota Satgas TMMD Pasang Jendela RTLH di Kampung Linggang Amer

9 Maret 2026 - 07:26 WIB

Hampir Rampung, Anggota Satgas TMMD Pasang Jendela RTLH di Kampung Linggang Amer

Warga dan Satgas TMMD Masak Bersama, Momen Kebersamaan Jelang Penutupan TMMD di Kampung Linggang Amer

8 Maret 2026 - 20:30 WIB

Warga dan Satgas TMMD Masak Bersama, Momen Kebersamaan Jelang Penutupan TMMD di Kampung Linggang Amer

Primkopasindo Rutan Kraksaan Gelar RAT, Perkuat Transparansi dan Kesejahteraan Anggota

8 Maret 2026 - 15:41 WIB

Primkopasindo Rutan Kraksaan Gelar RAT, Perkuat Transparansi dan Kesejahteraan Anggota

PHDI Kota Probolinggo Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Sumberanom, Wujudkan Semangat “Satu Bumi Satu Keluarga”

8 Maret 2026 - 12:35 WIB

PHDI Kota Probolinggo Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Sumberanom, Wujudkan Semangat “Satu Bumi Satu Keluarga”

Hadapi Lonjakan Pemudik, Senkom Surabaya Gelar Pelatihan PPGD untuk Dukung Pengamanan Pos PAM Lebaran

8 Maret 2026 - 09:21 WIB

Hadapi Lonjakan Pemudik, Senkom Surabaya Gelar Pelatihan PPGD untuk Dukung Pengamanan Pos PAM Lebaran
Trending di Nasional