Kabut Asap Karhutla Menyelimuti IKN, Pemadaman Terus Diupayakan

Kabut Asap Karhutla Menyelimuti IKN, Pemadaman Terus Diupayakan
banner 468x60

Kota Nusantara | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dilaporkan menyelimuti kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Lapisan asap yang tampak di udara membuat suasana di sejumlah titik kawasan pemerintahan baru terlihat berkabut. Dari kejauhan, bangunan-bangunan yang biasanya tampak jelas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) terlihat samar, bahkan nyaris tidak terlihat di balik pekatnya asap.

Dampak tersebut terlihat pada sejumlah bangunan penting di pusat pemerintahan. Istana Garuda, rusun aparatur sipil negara (ASN), perkantoran, dan Masjid Negara tampak tertutup kabut asap ketika diamati dari jarak jauh. Bentuk bangunan masih dapat dikenali pada beberapa bagian, tetapi detailnya sulit terlihat karena pandangan terhalang lapisan asap yang menyelimuti area tersebut. Kondisi itu membuat lanskap kawasan tampak berbeda dari biasanya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kabut asap juga terlihat di sekitar Istana Garuda, salah satu bangunan utama yang menjadi penanda kawasan pusat pemerintahan baru. Asap yang berada di sekitar kompleks tersebut turut mengurangi jarak pandang menuju bangunan dan lingkungan sekitarnya. Dari sudut pandang tertentu, Istana Garuda tampak samar di kabut, sementara bangunan lain di sekitarnya juga tidak terlihat utuh dari kejauhan.

Perubahan jarak pandang ini menjadi gambaran visual dari dampak kebakaran hutan dan lahan yang asapnya mencapai kawasan IKN. Meski beberapa bangunan masih tampak, keberadaannya sulit diamati secara jelas tanpa melihat lebih dekat. Kondisi tersebut juga menegaskan bahwa kabut asap tidak hanya terlihat di area vegetasi atau lokasi kebakaran, tetapi telah menyelimuti sejumlah bagian kawasan pemerintahan. Bangunan-bangunan di KIPP, termasuk fasilitas pemerintahan dan rumah ibadah, menjadi samar dalam pandangan. Situasi ini berlangsung ketika upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan, sementara asap masih tampak di sekitar pusat pemerintahan Nusantara.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa kegiatan pemerintahan di kawasan ibu kota tetap berjalan normal meskipun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan terpantau menyelimuti sejumlah area. Menurut dia, kondisi tersebut tidak menghentikan aktivitas pemerintahan, sementara pemantauan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kualitas udara dan situasi di lapangan. Otorita juga mengikuti perubahan kepekatan asap agar langkah yang diperlukan dapat disesuaikan dengan keadaan. Pernyataan ini menegaskan bahwa pelayanan dan pekerjaan di lingkungan pemerintahan masih berlangsung, meski warga dan petugas perlu memperhatikan kondisi sekitar. Pemantauan dilakukan berkelanjutan seiring upaya penanganan karhutla yang masih berjalan di wilayah terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, Basuki mengimbau masyarakat yang beraktivitas di IKN agar menggunakan masker. Imbauan ini ditujukan untuk membantu mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi orang yang harus berada atau bekerja di luar ruangan. Warga juga diharapkan memperhatikan keadaan sekitar saat menjalankan kegiatan sehari-hari dan mengikuti perkembangan informasi mengenai kondisi udara. Penggunaan masker menjadi langkah perlindungan yang dapat dilakukan selama asap masih terpantau, tanpa berarti aktivitas harus dihentikan seluruhnya. Pemerintah, menurut Basuki, tetap memantau situasi, sedangkan masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan sesuai kondisi yang dihadapi. Kehati-hatian diperlukan karena tingkat kepekatan asap dapat berubah, termasuk pada waktu yang berbeda dalam sehari.

Basuki menyebut kepekatan asap paling terasa pada pagi hari. Meski demikian, ia mengatakan kondisinya mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan yang terus diamati, dan belum menghilangkan perlunya kewaspadaan saat beraktivitas. Masyarakat diminta tetap memakai masker, khususnya ketika asap terasa lebih pekat, serta memperhatikan kondisi di sekitar tempat tinggal maupun lokasi kerja. Otorita IKN terus mengikuti keadaan di lapangan bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan pemerintahan dan upaya pemadaman karhutla. Dengan pemantauan yang berlanjut, perkembangan kabut asap dapat diketahui dari waktu ke waktu. Untuk saat ini, kegiatan pemerintahan tetap normal, sementara imbauan perlindungan bagi warga tetap disampaikan sebagai langkah mengurangi risiko paparan.

Data pemantauan kualitas udara yang disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menunjukkan bahwa udara di sekitar Plaza Bhinneka, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, berada dalam kategori tidak sehat. Pengukuran tersebut menjadi salah satu informasi yang digunakan untuk menggambarkan kondisi udara di lokasi dan waktu pemantauan, di tengah upaya penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dalam data yang tercatat pada Kamis, 15 Oktober, konsentrasi partikel halus PM2.5 menghasilkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebesar 121 pada pukul 13.00 WITA. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Nilai ISPU memberi gambaran mengenai tingkat pencemaran udara menurut parameter yang diukur, sementara PM2.5 merupakan partikel berukuran kecil yang menjadi salah satu indikator dalam pemantauan kualitas udara.

Basuki menyebut nilai ISPU di kawasan tersebut sempat mencapai 150. Keterangan itu menunjukkan adanya nilai yang lebih tinggi pada waktu tertentu, tetapi data tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan durasi perubahan maupun kondisi di setiap titik di IKN. Karena itu, angka pengukuran perlu dibaca sesuai lokasi, parameter, dan waktu pencatatannya.

Pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan dengan menggunakan alat yang ditempatkan di kawasan Taman Bhineka Tunggal Ika. Pengukuran berkelanjutan di lokasi tersebut diharapkan menyediakan data terbaru untuk melihat perkembangan nilai ISPU. Hasil pemantauan selanjutnya dapat menjadi bahan bagi pihak terkait dalam mengikuti kondisi udara di area pengukuran, termasuk ketika penanganan kebakaran dan kabut asap masih berlangsung.

Data yang tersedia dalam keterangan ini merujuk pada pengukuran di sekitar Plaza Bhinneka, KIPP IKN, serta informasi mengenai pemasangan alat pemantauan di Taman Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian, nilai 121 pada pukul 13.00 WITA dan keterangan bahwa angka sempat mencapai 150 menggambarkan hasil yang dilaporkan untuk pemantauan tersebut. Tidak ada dasar dari data ini untuk menyimpulkan kualitas udara di lokasi lain atau pada waktu yang berbeda. Pembaruan hasil pengukuran akan diperlukan untuk mengetahui perubahan lebih lanjut di titik yang dipantau.

Untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah delineasi IKN, Otorita IKN melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Lanud Dhomber dan BMKG. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan sekaligus membantu mengurangi dampak kebakaran yang menimbulkan kabut asap. Dalam situasi ketika titik api tersebar dan kondisi cuaca menantang, dukungan lintas instansi diperlukan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara terkoordinasi. Otorita IKN turut mendukung langkah penanganan melalui pengerahan helikopter untuk melaksanakan water bombing. Pesawat tersebut membawa air dan menjatuhkannya ke area terbakar, terutama pada titik yang perlu dijangkau dari udara atau sulit ditangani langsung oleh petugas darat.

Pengerahan helikopter menjadi salah satu bagian dari upaya pemadaman, bukan pengganti penanganan di darat. Operasi udara diharapkan membantu membasahi area terbakar dan menekan penyebaran api, sementara pemantauan serta langkah lanjutan tetap diperlukan. Koordinasi dengan Lanud Dhomber mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, sedangkan BMKG terlibat dalam operasi modifikasi cuaca. Melalui operasi ini, upaya dilakukan untuk menghasilkan hujan di sejumlah titik yang dinilai dapat membantu penanganan karhutla. Hujan dapat membasahi vegetasi dan lahan, sehingga berpotensi membantu petugas mengendalikan api. Namun, pelaksanaan modifikasi cuaca bergantung pada ketersediaan awan yang sesuai. Karena itu, hasil operasi tidak serta-merta dapat dipastikan atau menjangkau semua lokasi kebakaran secara bersamaan.

Basuki menyampaikan bahwa upaya menghasilkan hujan belum maksimal karena awan hujan di langit IKN masih minim.

Baca juga: Penanganan Karhutla di Wilayah Kalbar Terus Membaik, Titik Api Turun | Siang Hingga Dini Hari, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Terus Bergerak, Terjang Padamkan Api di Lahan Gambut | Akses Sulit, TNI dan Warga Gunakan Peralatan Sederhana Padamkan Karhutla

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60