Published: Edi D
Patrolihukum.net – Sebagai bagian dari inisiatif strategis untuk memperkuat hubungan pertahanan, India telah secara resmi mengajukan proposal untuk memasok Light Combat Aircraft (LCA) Tejas yang dilengkapi dengan rudal canggih BrahMos-NG ke Angkatan Udara Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan maritim Indonesia, guna menghadapi tantangan keamanan di kawasan perairannya yang luas.

LCA Tejas, pesawat tempur supersonik ringan dan multiperan yang dikembangkan oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL), memiliki berbagai fitur canggih. Dikenal dengan kelincahannya, sistem avionik modern, dan biaya operasional yang lebih efisien, Tejas dirancang untuk melaksanakan misi superioritas udara, serangan darat, serta pengintaian. Fleksibilitasnya menjadikannya pilihan ideal bagi negara-negara yang ingin memodernisasi armada udara mereka tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
Tejas dilengkapi dengan rudal BrahMos-NG, sebuah varian mini dari rudal jelajah supersonik BrahMos. BrahMos-NG yang sedang dalam tahap pengembangan, menawarkan keunggulan dalam hal ukuran dan bobot yang lebih kecil, memungkinkan integrasi dengan berbagai platform, termasuk LCA Tejas. Meskipun ukurannya kompak, rudal ini memiliki jangkauan hingga 290 kilometer dan kecepatan mencapai Mach 3,5, membuatnya efektif dalam serangan antikapal dan serangan darat yang sangat presisi.
Indonesia, dengan wilayah maritimnya yang luas, menghadapi tantangan signifikan terkait pengawasan dan pertahanan di perairannya. Akuisisi pesawat LCA Tejas yang dilengkapi dengan rudal BrahMos-NG ini akan memperkuat jangkauan operasional serta kemampuan pencegahan Angkatan Udara Indonesia, terutama dalam peran pengawasan dan pertahanan antikapal.
Penawaran ini juga menggarisbawahi posisi India sebagai salah satu eksportir pertahanan utama di kawasan Indo-Pasifik, serta komitmennya untuk membina kemitraan strategis dengan negara-negara regional. Dengan menawarkan teknologi pertahanan buatan dalam negeri, India berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap arsitektur keamanan regional serta mendorong kerja sama pertahanan yang lebih erat antara kedua negara.
Diskusi mengenai kesepakatan ini diharapkan akan mencakup pembahasan teknis terkait spesifikasi pesawat dan rudal, persyaratan pelatihan personel, serta peluang kerja sama dalam teknologi dan manufaktur pertahanan. Realisasi dari kesepakatan ini diharapkan akan membuka jalan bagi hubungan pertahanan yang lebih erat, serta menjadi preseden bagi kerja sama masa depan antara India dan Indonesia.
Keberhasilan kesepakatan ini dapat menjadi langkah maju dalam memperkuat pertahanan Indonesia, sekaligus menandai era baru dalam hubungan pertahanan kedua negara. (**)


























