EJIF 2026 Himpun Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun di Jawa Timur

EJIF 2026 Himpun Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun di Jawa Timur
banner 468x60

SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, East Java Investment Forum (EJIF) 2026 menghasilkan kesepakatan investasi senilai Rp2,4 triliun melalui 12 komitmen bisnis. Capaian tersebut menegaskan bahwa Jawa Timur tetap menjadi salah satu wilayah yang memiliki daya tarik bagi investor, baik melalui pengembangan sektor usaha maupun perluasan kerja sama antarpelaku ekonomi. Kesepakatan yang dihimpun dalam forum ini diharapkan dapat mendorong realisasi proyek secara bertahap dan memberikan dampak langsung bagi perekonomian daerah.

Bank Indonesia mencatat capaian EJIF 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Komitmen investasi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas produksi, memperluas kapasitas usaha, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja. Ketika investasi terealisasi, manfaatnya tidak hanya tercermin dalam peningkatan nilai transaksi, tetapi juga melalui bertambahnya kesempatan kerja dan penguatan pendapatan masyarakat di berbagai daerah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menekankan pentingnya menjaga momentum investasi melalui sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, kesinambungan kerja sama pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar komitmen yang telah disepakati dapat berlanjut ke tahap pelaksanaan. Ia mengaitkan investasi dengan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pengentasan kemiskinan, sehingga penguatan investasi perlu ditempatkan sebagai agenda bersama yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (4/10). Momentum EJIF 2026 sekaligus menunjukkan bahwa forum investasi dapat menjadi sarana mempertemukan peluang usaha dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan koordinasi yang konsisten, realisasi 12 komitmen bisnis senilai Rp2,4 triliun diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Jawa Timur dan menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ibrahim menilai kondisi investasi perlu ditopang oleh fondasi ekonomi yang kuat agar tetap terjaga dan berkelanjutan. Menurutnya, investor tidak hanya mempertimbangkan peluang keuntungan, tetapi juga melihat kemampuan perekonomian dalam menjaga stabilitas serta menghadapi berbagai perubahan. Karena itu, terdapat tiga fondasi utama yang perlu dipelihara secara konsisten, yaitu keberlanjutan fiskal, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran.

Keberlanjutan fiskal penting untuk memastikan kapasitas pemerintah dalam menjalankan fungsi ekonomi secara sehat dan menjaga kepercayaan pelaku usaha. Pada saat yang sama, stabilitas sistem keuangan dibutuhkan agar kegiatan pembiayaan, investasi, dan aktivitas usaha dapat berlangsung tanpa gangguan yang berarti. Sistem pembayaran juga menjadi fondasi penting karena mendukung kelancaran transaksi ekonomi. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan yang memberikan kepastian bagi investor untuk mengembangkan usahanya dalam jangka panjang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat dukungan terhadap kegiatan investasi. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, sehingga pelaku usaha memperoleh lingkungan yang mendukung bagi pengembangan kegiatan ekonomi. Kerja sama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam memperkuat daya dukung daerah terhadap masuk dan berkembangnya investasi.

Dalam pandangan tersebut, sektor manufaktur dan pertanian dipandang sebagai modal dasar sekaligus daya tarik Jawa Timur bagi investor. Kedua sektor ini memiliki peran penting dalam menggambarkan potensi ekonomi daerah dan menjadi landasan bagi pengembangan usaha. Dengan menjaga fondasi ekonomi serta memperkuat dukungan pemerintah daerah, Jawa Timur berupaya mempertahankan iklim investasi yang kondusif. Kondisi itu diharapkan dapat mendorong investor untuk melihat peluang pengembangan usaha secara lebih berkelanjutan di wilayah tersebut.

East Java Investment Forum (EJIF) 2026 berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 sebagai forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan calon investor. Dalam penyelenggaraan ini, Jawa Timur menawarkan 28 proyek berstatus Investment Project Ready to Offer (IPRO), yaitu proyek yang telah dipersiapkan untuk ditawarkan kepada investor dengan informasi awal mengenai peluang, sektor, lokasi, dan kebutuhan investasinya.

Seluruh proyek IPRO tersebut memiliki total potensi investasi sebesar Rp73,7 triliun. Nilai ini menggambarkan akumulasi peluang pendanaan dari berbagai proyek yang dipresentasikan, bukan dana yang telah direalisasikan atau disepakati seluruhnya. Ruang lingkupnya mencakup empat bidang utama, yakni manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan agroindustri. Keragaman sektor tersebut menunjukkan bahwa forum tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mencakup pengembangan destinasi, konektivitas, utilitas, serta pengolahan komoditas.

Selain 28 proyek IPRO, EJIF 2026 menawarkan tujuh kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus sebagai lokasi pengembangan kegiatan usaha. Forum ini juga memuat 80 aset potensial milik pemerintah daerah yang dapat dikaji untuk mendukung investasi, baik melalui pemanfaatan lahan, kerja sama pengelolaan, maupun skema kemitraan lainnya. Sejumlah proyek potensial dari sektor perbankan turut ditampilkan, sehingga pilihan yang tersedia bagi investor mencakup proyek pemerintah maupun peluang yang dikembangkan oleh sektor keuangan.

Pembedaan potensi dan kesepakatan aktual menjadi penting dalam membaca capaian forum tersebut. Angka Rp73,7 triliun merupakan nilai potensi proyek yang ditawarkan selama EJIF 2026. Sementara itu, komitmen investasi yang telah tercatat mencapai Rp2,4 triliun. Dengan demikian, kedua angka tersebut mengukur hal yang berbeda: Rp73,7 triliun menunjukkan skala peluang yang tersedia, sedangkan Rp2,4 triliun mencerminkan nilai kesepakatan atau komitmen investasi yang sudah berhasil dihimpun. Penjelasan ini membantu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai prospek proyek sekaligus hasil konkret forum.

EJIF 2026 berfungsi sebagai forum strategis yang mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem investasi. Melalui agenda ini, pelaku usaha dapat berinteraksi langsung dengan calon investor, pemilik proyek, pemerintah daerah, serta lembaga keuangan. Pertemuan tersebut membuka ruang untuk memperkenalkan peluang proyek, menyampaikan kebutuhan pendanaan, dan membangun komunikasi pihak yang memiliki kepentingan terhadap pengembangan ekonomi Jawa Timur.

Forum ini juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan investasi lintas negara. Sejumlah investor atau perwakilan pemodal yang hadir dan terlibat berasal dari Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia. Keterlibatan negara-negara tersebut mencerminkan beragamnya minat terhadap peluang usaha di Jawa Timur, baik pada sektor industri, infrastruktur, perdagangan, maupun bidang lain yang memiliki potensi pertumbuhan.

Bagi pemerintah daerah dan pemilik proyek, EJIF menyediakan kesempatan untuk memaparkan potensi wilayah, kesiapan proyek, serta bentuk kemitraan yang dapat dikembangkan bersama investor. Di sisi lain, calon investor dapat memperoleh informasi mengenai kondisi usaha, arah kebijakan, kebutuhan pembiayaan, dan dukungan kelembagaan yang tersedia. Lembaga keuangan turut memiliki peran dalam menjajaki skema pendanaan serta mempertemukan kebutuhan proyek dengan pilihan pembiayaan yang relevan.

Rangkaian kegiatan tersebut dilengkapi dengan diskusi panel yang melibatkan Danantara Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Diskusi panel membahas prospek investasi dan dukungan pemerintah terhadap dunia usaha, termasuk peran kebijakan serta kolaborasi antarlembaga dalam menciptakan iklim usaha yang mendukung. Keterlibatan para pemangku kepentingan ini mempertemukan perspektif pengelola investasi, pemerintah, dan dunia usaha dalam pembahasan agenda investasi di Jawa Timur.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60