Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Dubes Ukraina Viral Usai Foto Reaksinya di Pertemuan Trump-Zelensky 

badge-check

Washington, D.C. – Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Oksana Markarova, menjadi sorotan dunia setelah fotonya yang memperlihatkan ekspresi tegang dalam pertemuan Oval Office antara Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky viral di media sosial.

Gambar tersebut pertama kali diunggah oleh Kaitlan Collins dari CNN di platform X (sebelumnya Twitter) dan dengan cepat menyebar luas. Foto itu menangkap momen ketika Markarova tampak memegang kepalanya di atas tangannya, mencerminkan ketegangan dalam diskusi yang berlangsung sengit terkait dukungan militer Amerika Serikat untuk Ukraina serta perjanjian keamanan jangka panjang.

Dubes Ukraina Viral Usai Foto Reaksinya di Pertemuan Trump-Zelensky 

Awalnya, pertemuan tersebut bertujuan membahas kelanjutan bantuan AS bagi Ukraina. Namun, suasana berubah panas ketika Zelensky menolak usulan Trump untuk menegosiasikan gencatan senjata dengan Rusia. Perdebatan semakin memanas setelah Senator J.D. Vance dari Partai Republik turut mengkritik Zelensky secara langsung.

“Tuan Presiden, dengan segala hormat, saya pikir tidak sopan bagi Anda untuk datang ke Ruang Oval dan mengajukan tuntutan di depan media Amerika,” ujar Vance, menyoroti sikap Zelensky yang dinilai terlalu menekan AS dalam hal dukungan militer.

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Zelensky, yang menegaskan bahwa Ukraina tetap membutuhkan bantuan untuk mempertahankan kedaulatannya. Namun, Trump kemudian menyela dan memberikan peringatan keras.

“Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang. Anda mempertaruhkan Perang Dunia III, dan apa yang Anda lakukan sangat tidak menghormati negara ini, yang telah mendukung Anda jauh lebih banyak daripada yang dipikirkan banyak orang,” ujar Trump dengan nada tajam.

Ketegangan dalam pertemuan itu mencapai puncaknya ketika Zelensky akhirnya meninggalkan Gedung Putih tanpa menandatangani kesepakatan penting terkait kerja sama mineral, yang menurut Trump merupakan syarat utama bagi kelanjutan dukungan AS.

Momen ini semakin memperburuk hubungan antara kedua pemimpin dan memicu perdebatan luas mengenai masa depan kebijakan luar negeri Amerika terhadap Ukraina.

(Pewarta: Edi D/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Praktik Maksiat Dan Premanisme di Balik Izin Restoran, Pemcam Toili Barat Disorot; Tokoh Agama Diminta Turun Tangan.

1 Mei 2026 - 07:37 WIB

Dugaan Praktik Maksiat Dan Premanisme di Balik Izin Restoran, Pemcam Toili Barat Disorot; Tokoh Agama Diminta Turun Tangan.

Aksi Nyata! Kodim 1505/Tidore Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai

30 April 2026 - 10:18 WIB

Aksi Nyata! Kodim 1505/Tidore Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai

Mosi Tidak Percaya Publik Terhadap Komitmen Kapolda Sulteng dan Kapolres Banggai dalam Memberantas Maksiat Terselubung

30 April 2026 - 09:45 WIB

Mosi Tidak Percaya Publik Terhadap Komitmen Kapolda Sulteng dan Kapolres Banggai dalam Memberantas Maksiat Terselubung

Diduga Kuat Kapolres Banggai Dan Kapolda Sulteng, Takut Tindaki, Bisnis Lendir Berbalut Izin Makanan, Sarang Preman Dan Maksiat.

30 April 2026 - 06:31 WIB

Diduga Kuat Kapolres Banggai Dan Kapolda Sulteng, Takut Tindaki, Bisnis Lendir Berbalut Izin Makanan, Sarang Preman Dan Maksiat.

Jurnalis Minta Perlindungan Kapolri Dan Kapolda Sulteng, Usai Rumah Didatangi Yang Diduga Pemilik Cafe, Paksa Masuk Dan Periksa Kamar.

29 April 2026 - 18:31 WIB

Jurnalis Minta Perlindungan Kapolri Dan Kapolda Sulteng, Usai Rumah Didatangi Yang Diduga Pemilik Cafe, Paksa Masuk Dan Periksa Kamar.
Trending di Berita