Washington, D.C. – Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Oksana Markarova, menjadi sorotan dunia setelah fotonya yang memperlihatkan ekspresi tegang dalam pertemuan Oval Office antara Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky viral di media sosial.
Gambar tersebut pertama kali diunggah oleh Kaitlan Collins dari CNN di platform X (sebelumnya Twitter) dan dengan cepat menyebar luas. Foto itu menangkap momen ketika Markarova tampak memegang kepalanya di atas tangannya, mencerminkan ketegangan dalam diskusi yang berlangsung sengit terkait dukungan militer Amerika Serikat untuk Ukraina serta perjanjian keamanan jangka panjang.

Awalnya, pertemuan tersebut bertujuan membahas kelanjutan bantuan AS bagi Ukraina. Namun, suasana berubah panas ketika Zelensky menolak usulan Trump untuk menegosiasikan gencatan senjata dengan Rusia. Perdebatan semakin memanas setelah Senator J.D. Vance dari Partai Republik turut mengkritik Zelensky secara langsung.
“Tuan Presiden, dengan segala hormat, saya pikir tidak sopan bagi Anda untuk datang ke Ruang Oval dan mengajukan tuntutan di depan media Amerika,” ujar Vance, menyoroti sikap Zelensky yang dinilai terlalu menekan AS dalam hal dukungan militer.
Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Zelensky, yang menegaskan bahwa Ukraina tetap membutuhkan bantuan untuk mempertahankan kedaulatannya. Namun, Trump kemudian menyela dan memberikan peringatan keras.
“Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang. Anda mempertaruhkan Perang Dunia III, dan apa yang Anda lakukan sangat tidak menghormati negara ini, yang telah mendukung Anda jauh lebih banyak daripada yang dipikirkan banyak orang,” ujar Trump dengan nada tajam.
Ketegangan dalam pertemuan itu mencapai puncaknya ketika Zelensky akhirnya meninggalkan Gedung Putih tanpa menandatangani kesepakatan penting terkait kerja sama mineral, yang menurut Trump merupakan syarat utama bagi kelanjutan dukungan AS.
Momen ini semakin memperburuk hubungan antara kedua pemimpin dan memicu perdebatan luas mengenai masa depan kebijakan luar negeri Amerika terhadap Ukraina.
(Pewarta: Edi D/**)





























