Probolinggo, Patrolihukum.net – UPT Puskesmas Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni menggelar bimbingan teknis (bimtek) Pelayanan Prima (Service Excellent) bagi seluruh pegawai secara bertahap, bekerja sama dengan RSUD Haji Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan selama dua hari, Senin hingga Selasa (29–30/12/2025), dan menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan Puskesmas Pajarakan dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2026.

Kepala UPT Puskesmas Pajarakan, dr. Maulida Rachmani, menyampaikan bahwa pada November 2025 pihaknya telah secara resmi mendeklarasikan komitmen pembangunan Zona Integritas. Komitmen tersebut merupakan wujud nyata tekad Puskesmas Pajarakan dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas.
“Pembangunan Zona Integritas merupakan komitmen kami untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan akuntabel. Salah satu upaya konkret yang kami lakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelayanan prima,” ujar Maulida.
Menurutnya, pelayanan kesehatan di era saat ini tidak cukup hanya berjalan sesuai standar operasional prosedur. Lebih dari itu, dibutuhkan sikap, etika, dan empati yang mampu memberikan pengalaman pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Memberikan pelayanan kepada masyarakat bukan hanya sekadar menjalankan alur pelayanan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang melebihi harapan masyarakat, sehingga pelayanan kami benar-benar melekat di hati masyarakat,” tegasnya.
Maulida menilai, pelatihan Service Excellent menjadi langkah strategis dalam menciptakan budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan pasien. Melalui bimtek ini, para pegawai dibekali pemahaman tentang komunikasi efektif, sikap profesional, serta kemampuan menangani kebutuhan dan keluhan masyarakat secara humanis.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun ciri khas atau branding pelayanan yang membedakan Puskesmas Pajarakan dengan fasilitas layanan kesehatan lainnya. Inovasi dan karakter pelayanan dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik.
“Kami ingin Puskesmas Pajarakan memiliki pelayanan yang berbeda, inovatif, dan berdaya saing. Dengan begitu, masyarakat merasa nyaman, aman, dan puas saat mengakses layanan kesehatan di sini,” katanya.
Kerja sama dengan RSUD Haji Provinsi Jawa Timur sebagai mitra pelatihan juga diharapkan mampu memperkaya wawasan serta meningkatkan standar pelayanan pegawai Puskesmas Pajarakan agar selaras dengan pelayanan rumah sakit rujukan.
Sebagai penutup, Maulida berharap seluruh peserta bimtek tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam pelayanan sehari-hari.
“Setelah mengikuti bimbingan teknis ini, saya berharap seluruh staf wajib mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dari narasumber. Pelayanan prima harus benar-benar terwujud dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, Puskesmas Pajarakan optimistis mampu mewujudkan pelayanan kesehatan yang berintegritas, profesional, serta menjadi bagian dari reformasi birokrasi di sektor pelayanan publik menuju Zona Integritas WBK 2026.
(Bambang)
















