Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Daerah

Diduga Alasan Pengunduran Diri Salah Satu Honorer SLB Bualemo, Gegara Kepsek Tidak Profesional.

badge-check


Diduga Alasan Pengunduran Diri Salah Satu Honorer SLB Bualemo, Gegara Kepsek Tidak Profesional. Perbesar

Banggai/Bualemo – Tepatnya pada Sabtu 06 Juni 2026 Kepada kepada awa media ini salah satu sumber yang engan di publik namanya mengungkapkan , yang mana telah terjadi pengunduran diri dari salah satu tenaga pendidik (Guru) honorer di sekolah luar biasa ( SLB) Sang Surya Bersinar, di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Adapun Peristiwa Ini terjadi diduga karena tidak profesionalnya seorang kepala sekolah (Kepsek) dalam penerapan beberapa hal diantara nya : pemotongan gaji yang tidak adil serta relevan hanya karena tidak masuk 1 hari, namun anehnya tidak memberikan kompensasi untuk pekerjaan tambahan di luar job profesi seorang tenaga pengajar seperti memasak.

Diduga Alasan Pengunduran Diri Salah Satu Honorer SLB Bualemo, Gegara Kepsek Tidak Profesional.

Karena Sesuai kontrak, tugas saya adalah mengajar. Jika ada program makan siang, seharusnya disediakan petugas khusus untuk itu,”ungkapnya.

Sehingga karena tidak profesionalnya seorang pemimpin dalam menjalankan tugas, terjadi sistem kerja dan komunikasi yang tidak sehat yang berdampak dan saya sering menerima perlakuan yang tidak menyenangkan, berupa sindiran dan kata-kata kasar di depan rekan kerja, pada saat setiap kali saya bertanya untuk memperjelas tugas saya, dan dianggap banyak tanya, padahal maksud dan tujuan bertanya adalah agar pekerjaan berjalan sesuai arahan, tampa kesalahan,” jelasnya.

Yang lebih parah lagi saya menerima tuduhan – tuduhan yang tidak mendasar terkait penggunaan dana operasional, bahkan pernah saya pernah ditegur terkait penggunaan uang Rp15.000 untuk membeli bensin saat menjalankan tugas atas perintah pimpinan ( Kepsek) sementara tugas tersebut menggunakan kendaraan pribadi saya, tanpa adanya pengganti biaya operasional, dan saya dituduh mencoba melakukan tindakan korupsi, ini kan aneh bin ajaib,” anehnya.

Lagi pula tidak adanya uang saku untuk perjalanan dinas dalam kurun waktu 1 minggu pada saat saya mengikuti kegiatan luar selama 1 minggu tanpa mendapatkan uang saku, sementara para guru dari sekolah lain mendapatkan hak tersebut.

Bahkan saya sempat komunikasi dengan para guru dari SLB lain, yang kenyataan nya berbeda dengan yang terjadi di tempat saya mengajar SLB Sang Surya Bersinar, sehingga hal ini tidak sesuai praktik umum yang berlaku,” ujarnya.

Bahkan saya mengalami intimidasi dalam bentuk ancaman pemotongan gaji yang disampaikan secara tidak profesional, disetiap ada masalah, saya sering diancam dengan pemotongan gaji sebagai bentuk tekanan.

Begitu pula dengan adanya pemotongan gaji sepihak, Gaji awal yang ditawarkan pimpinan sebesar Rp1.000.000 karena status saya lulusan S1, dipotong sepihak menjadi Rp500.000 tanpa kesepakatan tertulis dan tidak berlaku untuk guru lain, hanya pada saya sendiri, nah hal ini bentuk diskriminasi hak sehingga saya meminta keadilan sebagai tenaga pendidik,” pintanya.

Oleh seba itu terjadi penilaian kinerja yang tidak objektif, dari seorang pimpinan ( Kepsek).

Karena sesuai hasil kerja saya telah menjalankan tugas dengan optimal, dan maksimal dibuktikan dengan keberhasilan saya mendampingi peserta didik meraih juara tiga tingkat provinsi, namun kinerja saya tetap dinilai rendah tanpa dasar evaluasi yang objektif, tentang kinerja,” tutupnya.

Dalam hal ini diminta dinas pendidikan kabupaten Banggai dan Provinsi Sulawesi Tengah, untuk melakukan evaluasi kinerja terhadap kepala sekolah (Kepsek )SLB Sang Surya Bersinar, tentang ketidak profesional nya sebagai pemimpin yang di duga melakukan diskriminasi hak guru honorer dan kembalikan hak guru tersebut sebagaimana mestinya,” tutupnya

sampai berita ini tayang beberapa pihak terkait belum bisa di konfirmasi.

Lp. Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ironi Pendidikan SLB di Bualemo, Diduga Akibat Arogansi Kepala Sekolah, Tenaga Honorer Pilih Mundur.

6 Juni 2026 - 12:46 WIB

Ironi Pendidikan SLB di Bualemo, Diduga Akibat Arogansi Kepala Sekolah, Tenaga Honorer Pilih Mundur.

Ramai di Media Sosial, Koperasi Merah Putih di Kendal Disorot karena Medan Ekstrem dan Jauh dari Permukiman

6 Juni 2026 - 11:32 WIB

Ramai di Media Sosial, Koperasi Merah Putih di Kendal Disorot karena Medan Ekstrem dan Jauh dari Permukiman

Banjir Lumpur Tapin Berulang, Walhi dan FWI Soroti Dugaan Dampak Industri Tambang di Hulu DAS

6 Juni 2026 - 09:39 WIB

Banjir Lumpur Tapin Berulang, Walhi dan FWI Soroti Dugaan Dampak Industri Tambang di Hulu DAS

Perluas Akses Layanan PAUD, Pemkab Probolinggo dan INOVASI Gelar Bimtek Guru PAUD/TK-SD Satu Atap

6 Juni 2026 - 09:18 WIB

Perluas Akses Layanan PAUD, Pemkab Probolinggo dan INOVASI Gelar Bimtek Guru PAUD/TK-SD Satu Atap

Majelis Luhur PSHT Drs. H. Adi Prayitno Tutup Usia, Keluarga Besar PSHT Berduka

5 Juni 2026 - 07:50 WIB

Majelis Luhur PSHT Drs. H. Adi Prayitno Tutup Usia, Keluarga Besar PSHT Berduka
Trending di Nasional