**PROBOLINGGO –** Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Satu Data Indonesia”, evaluasi Penyusunan Daerah Dalam Angka (DDA), serta Standar Pelayanan Statistik Terpadu (PST) pada Senin (11/11/2024). Acara ini berlangsung di Majapahit Room Bale Hinggil Probolinggo dan dibuka oleh Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, Firman Bastian.
Dalam FGD ini, terdapat dua narasumber penting, yakni Alfiatul Khoiriyah dari Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo dan Dodik Budianto dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo. Peserta yang hadir dalam acara ini berjumlah 40 orang, terdiri dari 29 perwakilan Dinas/OPD/instansi terkait serta 9 orang dari organik BPS.

Selain itu, FGD Evaluasi Penyusunan Publikasi DDA dan Standar Pelayanan Statistik Terpadu juga diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari 24 orang dari Dinas/OPD/instansi lainnya, 4 orang akademisi dari perguruan tinggi, 1 perwakilan media massa, 1 perwakilan masyarakat, serta 10 orang dari organik BPS.
Firman Bastian, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data dan memperkuat kolaborasi antar instansi dalam penyusunan data statistik yang akurat dan terpercaya. Ia juga menegaskan pentingnya pembinaan terhadap penyelenggaraan kegiatan statistik di tingkat pemerintah daerah dan pusat.
“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kontribusi masyarakat terhadap statistik. Kami juga ingin memastikan bahwa data yang dihasilkan oleh para kontributor data, termasuk OPD dan instansi terkait, adalah data yang berkualitas, up-to-date, dan dapat digunakan untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih baik,” ujar Firman.
Dalam kesempatan ini, BPS juga menekankan pentingnya kualitas publikasi DDA yang disusun setiap tahun sebagai alat evaluasi dan perencanaan pembangunan daerah. Proses penyusunan DDA melibatkan berbagai instansi seperti Bapelitbangda sebagai pembina data sektoral, Dinas Komunikasi sebagai wali data, serta OPD dan dinas lainnya sebagai kontributor data.
“Data yang berkualitas tidak hanya berguna untuk pemerintah, tetapi juga sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas data dengan cara mengadakan berbagai pembinaan dan diskusi terkait statistik,” tambahnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta kolaborasi yang lebih erat antar instansi dalam menghasilkan data yang sesuai dengan standar yang berlaku, serta memperkuat Sistem Statistik Nasional (SSN) untuk mendukung pembangunan di tingkat nasional dan daerah. (Edi D)




























