JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Azka Corbuzier akan menjalani debutnya sebagai aktor melalui film pendek berjudul Home, Almost karya sutradara Tumpal Tampubolon. Film bergenre drama aksi tersebut dijadwalkan melakukan world premiere sekaligus mengikuti kompetisi Urbanworld Film Festival 2026 di New York, Amerika Serikat. Pemutaran perdana itu akan berlangsung dalam rangkaian festival yang digelar pada 14–18 Oktober 2026.
Urbanworld Film Festival menjadi panggung pertama bagi Home, Almost untuk bertemu dengan publik. Dengan demikian, penampilan perdana Azka sebagai aktor akan disaksikan langsung oleh penonton di Amerika Serikat sebelum film tersebut diputar di agenda lain. Keterlibatan dalam kompetisi festival juga memberikan kesempatan bagi karya Tumpal Tampubolon untuk memperoleh perhatian dari komunitas film internasional.
Penyelenggaraan tahun 2026 menandai edisi ke-30 Urbanworld Film Festival, salah satu festival film yang dikenal memiliki kaitan dengan jalur kualifikasi Academy Award atau Oscar. Status tersebut berarti pemenang pada kategori tertentu di festival ini dapat memenuhi syarat untuk dipertimbangkan dalam ajang Academy Awards, sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi Home, Almost, keikutsertaan dalam festival tersebut menjadi momentum penting, bukan hanya karena menandai pemutaran perdananya, tetapi juga karena memperkenalkan debut akting Azka kepada jaringan perfilman global.
Dalam film tersebut, Azka Corbuzier memerankan Darren, seorang petarung MMA amatir yang menghadapi konflik dan tekanan dalam perjalanan hidupnya. Peran ini menuntut lebih dari sekadar penampilan yang meyakinkan di depan kamera. Azka perlu membangun sosok Darren sebagai petarung, memahami dorongan dan pergulatan batinnya, sekaligus menunjukkan emosi yang mendukung perkembangan konflik cerita.
Persiapan untuk karakter tersebut mencakup kesiapan fisik serta latihan laga yang terarah. Azka harus menguasai koreografi pertarungan agar setiap gerakan terlihat kuat, terukur, dan tetap sesuai kebutuhan adegan. Penguasaan teknik tersebut juga perlu dipadukan dengan penghayatan karakter, sehingga Darren tidak tampil sebagai petarung yang hanya mengandalkan kemampuan fisik. Tatapan, gestur, reaksi terhadap lawan, dan cara menghadapi tekanan menjadi bagian penting dalam membentuk penampilannya.
Azka mengakui bahwa penampilan yang kuat tidak mudah diwujudkan. Karena itu, ia mempersiapkan diri selama satu tahun, baik secara mental, fisik, maupun emosional. Persiapan panjang tersebut menjadi upaya untuk memahami tuntutan peran sekaligus membangun kesiapan ketika menjalani proses produksi. Selain memerlukan daya tahan tubuh, karakter Darren menuntut kemampuan untuk menyampaikan emosi secara meyakinkan agar konflik yang dibawa film dapat tersampaikan kepada penonton.
Bagi Azka, debut sebagai aktor merupakan kesempatan yang ia syukuri. Ia menyampaikan bahwa dirinya bersyukur dapat bekerja bersama para aktor dan kru yang luar biasa. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari langkah pertamanya di dunia akting, terutama karena ia harus menjalankan karakter yang menuntut persiapan menyeluruh. Melalui proses selama setahun itu, Azka berusaha memastikan penampilan perdananya sebagai Darren mampu mendukung cerita dan menghadirkan sosok petarung MMA amatir secara meyakinkan.
Home, Almost mengisahkan seorang petarung MMA amatir yang menghadapi situasi pahit setelah meraih kemenangan di atas ring. Alih-alih dapat menikmati hasil pertandingan, ia harus mengantar adiknya yang mabuk pulang. Perjalanan tersebut berubah menjadi masalah ketika mereka terlibat bentrokan di jalan. Peristiwa itu membuat malam yang semestinya menjadi perjalanan pulang berkembang menjadi konflik yang melibatkan hubungan antarkeluarga.
Konflik dalam film berlangsung di bawah bayang-bayang sang ayah, sosok yang diliputi kecemasan. Ketegangan ayah dan kedua anaknya memperlihatkan bagaimana perhatian, perlindungan, serta tanggung jawab hadir dalam bentuk yang tidak sederhana. Masing-masing anggota keluarga menghadapi keadaan tersebut dengan cara berbeda, sementara bentrokan di jalan membuka kembali persoalan yang telah membentuk hubungan mereka.
Film pendek berbahasa Indonesia ini memiliki durasi 18 menit. Ceritanya menyoroti cara laki-laki dari tiga generasi dalam keluarga Tionghoa-Indonesia mengekspresikan cinta, perlindungan, dan tanggung jawab. Perasaan serta kewajiban tersebut disampaikan melalui kontrol, kekerasan, dan diam. Ketiganya menjadi bagian dari dinamika keluarga yang terus bergerak sepanjang satu malam, ketika setiap tokoh berhadapan dengan pilihan serta konsekuensi dari tindakannya.
Dalam rentang waktu tersebut, hierarki maskulinitas di dalam keluarga perlahan runtuh. Posisi, kuasa, dan pola hubungan yang sebelumnya mengatur kehidupan mereka mengalami perubahan setelah rangkaian peristiwa yang bermula dari perjalanan mengantar pulang. Runtuhnya hierarki itu kemudian membawa ketiga generasi tersebut ke dalam perjalanan yang mengubah hidup mereka. Melalui konflik keluarga yang berlangsung singkat namun padat, Home, Almost memusatkan perhatian pada cara mereka menghadapi cinta, perlindungan, dan tanggung jawab ketika kontrol, kekerasan, serta diam tidak lagi mampu mempertahankan susunan hubungan yang ada.
Film Home, Almost dijadwalkan menjalani pemutaran perdana pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 14.45 waktu setempat. Penayangan tersebut berlangsung di Regal Union Square, New York City, sebagai bagian dari rangkaian festival film yang mempertemukan karya-karya dari berbagai negara. Bagi Azka Corbuzier, agenda ini menjadi momen penting karena menandai penampilan perdananya sebagai aktor di hadapan penonton internasional.
Penonton di Indonesia dapat mengikuti jadwal yang sama pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 01.45 WIB. Dalam festival tersebut, Home, Almost masuk ke dalam program film pendek bertajuk Love, Home Becoming I. Pemilihan film dalam program ini menempatkannya bersama sejumlah karya pendek lain yang mengangkat beragam cerita, perspektif, serta pengalaman manusia mengenai rumah dan hubungan personal.
Selain Azka, film ini turut dibintangi oleh Verdi Solaiman dan Millo Taslim. Annisa Adjam dan Pramudya Andika bertindak sebagai produser, dengan Leona Lestaria sebagai co-producer. Skenario film ditulis oleh Kenneth Lisungan. Dari sisi produksi, AfterSun Creative bersama Dektos menjadi rumah produksi yang mengembangkan karya tersebut. Deddy Corbuzier juga terlibat sebagai executive producer, sehingga proses produksi film ini didukung oleh kolaborasi para sineas berpengalaman dan talenta muda.
Azka merupakan putra Deddy Corbuzier dan Kalina Oktarani. Ia memiliki nama lengkap Azkanio Nikola Corbuzier dan lahir di Jakarta pada 4 Juni 2006. Namanya telah dikenal publik sejak kecil, terutama melalui kemunculannya dalam berbagai kegiatan keluarga dan media. Seiring bertambahnya usia, Azka aktif membuat konten di YouTube serta membangun minat di bidang olahraga. Ia menekuni tinju sejak berusia delapan tahun, sebelum memperluas kiprahnya ke dunia akting melalui keterlibatannya dalam Home, Almost. Penampilan di New York menjadi langkah baru dalam perjalanan kreatifnya.














