Meriah di Panggung, Konser Infly Networks di Kota Probolinggo Tuai Kritik Pengunjung

banner 468x60

Patrolihukum.net // KOTA PROBOLINGGO – Ribuan masyarakat memadati Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Jumat (6/11/2026) malam, dalam perayaan Anniversary ke-5 Infly Networks Carnival Music Concert. Menghadirkan musisi nasional Donie Sibarani, For Revenge, hingga Letto, konser tersebut sukses menyedot perhatian publik. Namun, di balik kemeriahan panggung dan antusiasme penonton, sejumlah persoalan teknis serta pelayanan pengunjung turut menjadi sorotan.

Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai wilayah berdatangan untuk menyaksikan penampilan para musisi yang telah dinantikan. Stadion Bayuangga dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati hiburan musik sekaligus merayakan perjalanan lima tahun Infly Networks.

Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, serta Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra.

Hadir pula jajaran manajemen Infly Networks, perwakilan EO Imagine Promosindo Asha, Ketua Panitia Lailatul Ainun F, dan perwakilan Infly Networks Dwi Yanti.

Panggung hiburan dibuka oleh Donie Sibarani yang berhasil membangun suasana meriah. Penampilan For Revenge kemudian semakin membakar semangat penonton melalui lagu-lagu andalannya. Sementara Letto menjadi penutup konser dengan membawakan sejumlah lagu populer yang mengundang nostalgia.

Di balik suksesnya menghadirkan ribuan penonton, penyelenggaraan konser ini ternyata menyisakan sejumlah pekerjaan rumah bagi panitia.

Irfan, warga Kelurahan Wonoasih, mengapresiasi hiburan yang disuguhkan. Namun, ia menyayangkan minimnya sosialisasi mengenai mekanisme memperoleh tiket gratis. Menurutnya, informasi yang kurang tersebar luas membuat sebagian masyarakat kebingungan ketika hendak masuk ke lokasi acara.

Ia juga menyoroti penataan pintu masuk atau gate yang dinilai kurang maksimal sehingga terdapat ruang kosong cukup luas di bagian tengah area penonton.

Kritik lebih tajam disampaikan Wandi, warga Kecamatan Sumber. Ia mengungkapkan bahwa gangguan pencahayaan utama atau lighting yang sempat padam ketika pertunjukan berlangsung cukup mengurangi kenyamanan dan kemegahan konser.

Menurutnya, persoalan teknis seperti pencahayaan seharusnya menjadi perhatian serius penyelenggara, terlebih acara tersebut menghadirkan sejumlah musisi nasional.

Sorotan lainnya datang dari Dwi, warga Kecamatan Dringu. Ia mempertanyakan harga makanan dan minuman di area tenant kuliner yang dinilai kurang ramah bagi pengunjung, khususnya pelajar.

Salah satu yang dikeluhkan adalah harga es jeruk yang mencapai Rp15.000 per porsi. Menurutnya, harga tersebut cukup memberatkan sebagian penonton yang mayoritas masih berstatus pelajar.

Sejumlah kritik tersebut menjadi catatan penting bagi penyelenggara. Sebab, keberhasilan sebuah konser tidak semata-mata diukur dari banyaknya penonton maupun popularitas bintang tamu, tetapi juga kesiapan teknis, pengelolaan akses masuk, transparansi informasi, serta kenyamanan pengunjung.

Di sisi lain, pengamanan yang melibatkan personel Polres Probolinggo Kota dan Kodim 0820/Probolinggo turut mendukung kelancaran kegiatan hingga berakhir.

Masyarakat berharap berbagai kekurangan tersebut tidak sekadar menjadi catatan, melainkan benar-benar ditindaklanjuti sebagai bahan pembenahan pada penyelenggaraan berikutnya.

Anniversary ke-5 Infly Networks memang berhasil menghadirkan hiburan berskala besar bagi masyarakat Probolinggo. Namun, kemeriahan panggung seharusnya berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan. Sebab, kepuasan penonton bukan hanya ditentukan oleh siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga bagaimana penyelenggara menghargai kenyamanan masyarakat yang hadir.

(Edi D/Red/***)

20 kunjungan
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60