Jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan bahwa Jakarta International Stadium (JIS) tetap diprioritaskan sebagai kandang utama Persija Jakarta. Kebijakan ini menegaskan fungsi inti stadion sebagai tempat klub ibu kota menjalani aktivitas dan pertandingan kandang, sehingga pemanfaatan JIS perlu mengacu pada peran tersebut. Konser tetap dapat menjadi salah satu kegiatan yang berlangsung di stadion, tetapi penyelenggaraannya akan diatur agar tidak menggeser prioritas bagi Persija.
Pengaturan konser berkaitan langsung dengan penetapan fungsi utama JIS, bukan dengan penghapusan kegiatan hiburan dari stadion. Sebagai fasilitas olahraga, JIS perlu mendukung kebutuhan Persija dalam menggunakan kandangnya. Karena itu, Pemprov DKI akan menata pemanfaatan stadion dengan mempertimbangkan kedudukan Persija sebagai pengguna utama. Kebijakan tersebut memberi arah bahwa kegiatan lain harus berjalan selaras dengan fungsi inti yang telah ditetapkan.
Penegasan ini juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengelola penggunaan JIS. Dalam praktiknya, penyelenggaraan acara perlu mengikuti pengaturan yang ditetapkan agar peran stadion bagi Persija tetap terjaga. Pemprov tidak menyebutkan secara rinci jumlah maupun bentuk pembatasan konser, sehingga kebijakan ini dapat dipahami sebagai penataan prioritas penggunaan, bukan sebagai ketentuan spesifik mengenai frekuensi atau jenis acara. Dengan demikian, fokus utama kebijakan adalah memastikan JIS tetap berfungsi sebagai kandang Persija, sementara konser dilaksanakan dalam kerangka pengelolaan yang sesuai. Arah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan fungsi stadion untuk berbagai kegiatan tetap perlu memperhatikan tujuan utamanya. Bagi publik, kepastian mengenai prioritas ini memberi gambaran tentang bagaimana JIS akan digunakan: kepentingan Persija menjadi pertimbangan utama, sedangkan kegiatan konser akan diatur berdasarkan fungsi tersebut. Penjelasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pengaturan dapat mengikuti kebijakan pemerintah daerah tanpa mengubah prinsip dasar bahwa stadion tetap diprioritaskan bagi klub kebanggaan Jakarta itu. Pendekatan ini menjaga keterkaitan identitas stadion sebagai fasilitas olahraga dan penggunaannya untuk acara lain secara tertata.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro), sebagai pengelola Jakarta International Stadium (JIS), mengatur penyelenggaraan konser dan acara lain di stadion tersebut. Permintaan itu disampaikan Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta pada Senin, 2 November 2026. Arahan tersebut menempatkan pengelolaan agenda nonolahraga sebagai tanggung jawab yang perlu direncanakan dengan cermat, sehingga pemanfaatan JIS dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu fungsi utama stadion.
Pramono menegaskan bahwa JIS tetap menjadi kandang utama Persija Jakarta. Karena itu, pengaturan jadwal konser harus memperhatikan kebutuhan klub, termasuk kalender pertandingan dan persiapan tim. Jakpro diminta mengelola berbagai kegiatan secara terkoordinasi, dengan mempertimbangkan penggunaan lapangan, fasilitas stadion, serta waktu yang diperlukan untuk menyiapkan arena sebelum dan sesudah acara. Pengaturan yang jelas juga diperlukan agar kegiatan hiburan dapat berjalan tanpa mengurangi kesiapan JIS menerima Persija sebagai tuan rumah.
Pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan bahwa pembicaraan mengenai konser di JIS tidak berarti stadion akan dialihkan dari Persija atau kehilangan perannya sebagai kandang tim ibu kota. Pemanfaatan stadion untuk acara berskala besar dapat tetap dilakukan, selama pelaksanaannya diatur dan tidak bertentangan dengan prioritas tersebut. Dengan kata lain, konser dan pertandingan sepak bola bisa sama-sama berlangsung di JIS melalui penjadwalan serta koordinasi yang memadai.
Pramono juga mengingatkan agar penegasan mengenai status JIS tidak ditafsirkan lain. Pesan utamanya adalah Persija tetap memiliki JIS sebagai kandang utama, sementara Jakpro mengatur penyelenggaraan acara di luar pertandingan. Pemisahan yang tegas fungsi utama dan agenda tambahan ini penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah publik maupun pendukung Persija. Pengelola dapat menyiapkan kalender kegiatan yang transparan, berkoordinasi dengan klub, dan memastikan kebutuhan pertandingan tidak berbenturan dengan jadwal konser. Dengan demikian, JIS dapat dimanfaatkan secara optimal, tetap mendukung kegiatan olahraga, dan menjadi lokasi acara publik sesuai arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS) menjadi sorotan setelah Persija Jakarta menghadapi Persik Kediri pada Senin, 26 Oktober 2026. Usai pertandingan tersebut, sejumlah keluhan muncul dari kubu Persija mengenai permukaan lapangan dan pengaruhnya terhadap permainan. Kritik itu terutama berkaitan dengan aliran bola yang dinilai tidak berjalan semulus yang diharapkan dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyampaikan bahwa kondisi rumput menyulitkan tim untuk membangun permainan. Dalam sepak bola, karakter permukaan lapangan dapat memengaruhi kecepatan dan arah bola, sehingga pemain perlu menyesuaikan sentuhan maupun operan. Jika bola tidak bergerak secara konsisten, upaya menjaga tempo dan menyusun serangan dari kaki ke kaki dapat menjadi lebih menantang. Keluhan Shin menempatkan kualitas lapangan sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam evaluasi pertandingan.
Bek Persija, Rizky Ridho, turut menyoroti persoalan serupa. Ia mengeluhkan bahwa kondisi rumput membuat aliran bola terasa kurang lancar. Pandangan pemain di lapangan memberi gambaran tentang pengalaman langsung selama pertandingan, meskipun penilaian terhadap permukaan stadion juga dapat memerlukan pemeriksaan teknis. Keluhan tersebut dengan demikian merupakan masukan dari pihak yang bertanding, bukan dengan sendirinya kesimpulan menyeluruh mengenai penyebab kondisi rumput.
Sorotan setelah laga Persija kontra Persik menjadi pengingat bahwa kesiapan stadion tidak hanya dinilai dari fasilitas penonton atau kelancaran penyelenggaraan acara. Kualitas lapangan juga penting bagi keselamatan pemain serta mutu pertandingan. Pengelola dapat menindaklanjuti masukan dengan memeriksa kondisi permukaan, sistem perawatan, dan konsistensi pantulan serta laju bola. Hasil pemeriksaan yang jelas akan membantu menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Keluhan Shin Tae-yong dan Rizky Ridho perlu dicatat sebagai bagian dari evaluasi JIS, terutama ketika stadion digunakan untuk berbagai kegiatan. Namun, informasi mengenai kritik rumput setelah pertandingan tersebut tidak menetapkan bahwa konser menjadi penyebabnya. Penilaian atas kondisi lapangan dan penyebabnya harus didasarkan pada pemeriksaan serta keterangan yang terverifikasi, agar pembahasan tetap akurat dan tidak mencampuradukkan penggunaan stadion dengan faktor teknis yang belum dipastikan.
Sebelum Persija menghadapi Persik Kediri, Stadion Jakarta International Stadium (JIS) tercatat memiliki dua agenda konser besar dalam kalender kegiatannya. Agenda pertama adalah konser The Weeknd yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September 2026. Setelah itu, JIS kembali menjadi lokasi konser, kali ini untuk penampilan Avenged Sevenfold pada 10 Oktober 2026. Urutan tanggal tersebut memberi gambaran mengenai pemakaian stadion dalam beberapa pekan menjelang pertandingan Persija. Informasi ini menempatkan konser sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang telah tercatat, tanpa mengubah fokus pada jadwal laga yang akan dijalani tim. Dengan demikian, pembaca dapat melihat terlebih dahulu agenda hiburan yang dijadwalkan berlangsung di stadion sebelum pertandingan sepak bola tersebut.
Konser The Weeknd menjadi kegiatan pertama dalam urutan itu, dengan dua tanggal pelaksanaan pada akhir September. Jarak agenda tersebut dan konser berikutnya mencakup beberapa hari, sebelum Avenged Sevenfold dijadwalkan tampil pada 10 Oktober. Kedua konser menghadirkan musisi internasional dengan jadwal yang berbeda, tetapi menggunakan venue yang sama. Sesudah kedua tanggal tersebut, perhatian kalender kegiatan JIS beralih pada agenda pertandingan Persija melawan Persik Kediri. Penyebutan urutan ini membantu memberikan konteks kronologis mengenai bagaimana stadion digunakan menjelang laga. Jadwal konser dan pertandingan merupakan catatan agenda yang dapat dibaca berdampingan, masing-masing sebagai kegiatan yang berlangsung atau direncanakan di JIS pada periode berdekatan.
Dalam konteks berita mengenai JIS dan Persija, dua agenda konser itu penting untuk dicatat karena keduanya dijadwalkan sebelum pertandingan melawan Persik Kediri.
Baca juga: Dugaan Ancaman Pembunuhan Terhadap Pemain Persija, Victor Dethan | Dukungan Pemprov Jakarta untuk Penyelidikan Kasus Penyulundupan Kacang Tanah 411 kunjungan















