Kabupaten Bandung | Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta kepolisian memberi perhatian pada pemulihan seorang ibu dan anaknya yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Permintaan tersebut disampaikan Abdullah di Jakarta pada Rabu. Ia menilai penanganan perkara tidak cukup hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga perlu memastikan kondisi korban setelah mengalami kekerasan. Ibu dan anak itu membutuhkan pendampingan agar dapat memulihkan diri dari trauma serta kembali merasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Perhatian terhadap kebutuhan mereka, menurut Abdullah, perlu menjadi bagian penting dari respons aparat.
Kekerasan yang diduga dialami ibu dan anak tersebut disebut terjadi setelah sang suami kalah bermain judi online. Informasi mengenai dugaan pemicu itu menjadi bagian dari peristiwa yang perlu ditangani secara cermat, tanpa mengabaikan perlindungan terhadap korban. Abdullah mendorong kepolisian untuk melihat dampak yang dialami ibu dan anak, termasuk rasa takut dan tekanan psikologis yang mungkin muncul setelah kejadian. Pendampingan yang sesuai dapat membantu mereka menghadapi situasi tersebut secara bertahap. Dalam prosesnya, kondisi dan kebutuhan masing-masing korban perlu diperhatikan, sehingga dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendukung pemulihan.
Abdullah menekankan bahwa ibu dan anak yang diduga menjadi korban perlu memperoleh ruang untuk pulih dan membangun kembali rasa aman. Kepolisian diharapkan memberi perhatian pada aspek tersebut saat menangani kasus di Kabupaten Bandung. Upaya pemulihan dapat berjalan seiring dengan penanganan dugaan tindak kekerasan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kepentingan korban. Pendampingan juga penting agar mereka tidak menghadapi dampak peristiwa seorang diri. Permintaan itu menyoroti perlunya respons yang memperhatikan kondisi manusiawi korban, selain langkah-langkah dalam proses hukum. Dengan perhatian yang tepat, diharapkan ibu dan anak tersebut dapat memperoleh dukungan yang diperlukan untuk menjalani pemulihan setelah kejadian yang diduga mereka alami.
Dalam pandangan Abdullah, penanganan dugaan kekerasan dalam rumah tangga di Bandung tidak cukup bila hanya diarahkan kepada orang yang diduga sebagai pelaku. Proses hukum dan langkah untuk menghentikan kekerasan memang penting, tetapi keduanya tidak dengan sendirinya menjawab kebutuhan ibu dan anak yang disebut mengalami dampak. Mereka juga memerlukan perlindungan yang nyata, pendampingan yang sesuai, serta kesempatan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental tanpa tekanan.
Menurutnya, perhatian terhadap persoalan judi slot tidak boleh membuat pengalaman korban tersisih atau menjadikan perkara ini semata-mata pembahasan tentang perilaku pelaku. Persoalan yang berkaitan dengan pelaku dapat ditangani melalui proses yang tepat, namun kebutuhan keselamatan dan pemulihan korban tetap harus dinilai secara tersendiri. Pendekatan yang menyeluruh perlu melihat dampak kekerasan terhadap kehidupan ibu dan anak, termasuk rasa takut, tekanan emosional, serta kesulitan untuk kembali merasa aman. Setiap langkah sebaiknya mempertimbangkan kondisi mereka, bukan berangkat dari asumsi bahwa keadaan akan pulih dengan sendirinya setelah pelaku ditangani.
Pemulihan mental bukan proses yang bisa dipaksakan atau diseragamkan. Ibu dan anak mungkin membutuhkan dukungan yang berbeda, sesuai pengalaman serta kondisi masing-masing. Karena itu, pendampingan perlu dilakukan dengan cara yang menghormati kebutuhan korban, menjaga privasi, dan tidak menambah beban melalui perhatian yang berlebihan. Perlindungan juga perlu memberi ruang agar mereka dapat menyampaikan kebutuhan dan menentukan langkah yang membuat mereka merasa lebih aman. Perhatian terhadap kesejahteraan anak penting, karena suasana yang aman dan dukungan orang dewasa dapat membantu anak menghadapi pengalaman sulit dan menjalani rutinitas secara bertahap.
Abdullah menegaskan bahwa “fokus penanganan perlu mencakup perlindungan serta pemulihan korban, bukan hanya pelaku.” Artinya, keberhasilan penanganan tidak semata diukur dari tindakan terhadap pihak yang diduga melakukan kekerasan. Upaya pendampingan juga perlu membantu ibu dan anak kembali menjalani kegiatan sehari-hari dengan rasa aman, sesuai kesiapan mereka. Dengan perhatian yang seimbang terhadap perlindungan, kondisi mental, dan kebutuhan praktis korban, penanganan diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian perkara, tetapi turut mendukung pemulihan kehidupan mereka.
Selain menyoroti dugaan KDRT yang menimpa seorang ibu dan anak di Bandung, Abdullah juga mengangkat persoalan judi online di Jawa Barat sebagai tantangan sosial yang perlu ditangani secara serius. Sorotan ini berangkat dari data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menempatkan provinsi tersebut di wilayah dengan nilai transaksi judi daring tertinggi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Barat juga tercatat berada di lima besar.
Abdullah menilai persoalan tersebut tidak dapat dipandang semata-mata sebagai urusan kerugian ekonomi atau kebiasaan individu. Ketika uang keluarga tersedot untuk aktivitas judi online, kebutuhan dasar rumah tangga dapat ikut terancam. Tekanan finansial dan persoalan yang menyertainya berpotensi memperburuk hubungan antaranggota keluarga. Karena itu, upaya penanganan perlu mempertimbangkan kondisi keluarga, bukan hanya menghentikan transaksi atau menindak pelaku.
Dampak yang lebih luas juga menyangkut ketahanan keluarga dan masa depan anak. Anak dapat merasakan akibat ketika kebutuhan, perhatian, dan rasa aman di rumah terganggu. Abdullah menekankan pentingnya mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi beban yang harus ditanggung anak maupun anggota keluarga lain. Namun, dampak judi online tidak dengan sendirinya menjelaskan atau membuktikan penyebab dugaan KDRT tertentu; setiap kasus kekerasan perlu ditangani berdasarkan fakta dan kebutuhan perlindungan korban.
Abdullah meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi perhatian serius terhadap tingginya aktivitas judi online di wilayahnya. Ia juga mendorong pimpinan daerah dan para pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi nyata, mulai dari edukasi dan pencegahan hingga dukungan bagi keluarga yang terdampak. Mitigasi menyeluruh diperlukan agar warga dapat memperoleh bantuan dan jalur pelaporan yang mudah diakses, bukan menghadapi masalah ini sendirian. Penanganan yang terkoordinasi diharapkan melindungi keluarga sekaligus menjaga kesejahteraan anak.
Sebelum Abdullah menyampaikan desakan agar ibu dan anak mendapatkan pemulihan, perhatian publik terlebih dahulu tertuju pada video yang dibagikan akun Instagram @mompahh_. Dalam unggahan tersebut, tampak seorang pria mengamuk dan memecahkan cermin lemari. Pemilik akun menyebut pecahan kaca dari kejadian yang terekam itu mengenai anaknya yang masih balita. Dengan demikian, informasi mengenai peristiwa tersebut di bagian ini merujuk pada video dan keterangan dalam unggahan, bukan pada penambahan fakta di luar sumber itu.
Dalam unggahan yang sama, pemilik akun juga menceritakan persoalan judi slot yang dialami suaminya. Cerita tersebut menjadi bagian dari konteks yang ia sampaikan bersama rekaman kejadian di rumah. Ia mengaitkan masalah yang diceritakan itu dengan keadaan rumah tangganya, tetapi rincian lain mengenai persoalan tersebut tidak dijabarkan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, isi unggahan perlu dipahami sebagai penuturan pemilik akun mengenai pengalaman yang ia bagikan, bukan sebagai keterangan terpisah yang telah dipastikan dari sumber lain.
Setelah video itu viral, pemilik akun mengaku merasa tertekan. Menurut keterangannya, ada pihak-pihak yang menyudutkan dan menghakiminya setelah rekaman tersebut menyebar. Ia juga meminta agar video itu dihapus. Permintaan tersebut disampaikan setelah unggahan menarik perhatian luas dan memunculkan reaksi dari pengguna media sosial. Peredaran video serta tanggapan terhadapnya menjadi latar sebelum muncul desakan agar ibu dan anak memperoleh pemulihan. Pada tahap ini, poin yang dapat disampaikan adalah apa yang dilaporkan pemilik akun: video yang memperlihatkan amukan, cerita tentang judi slot, tekanan akibat penilaian pihak lain, dan permintaan penghapusan rekaman.
Baca juga: Misteri Dentuman Langit yang Mengguncang Bandung | Inisiatif Bank BSN untuk Mendorong Kerja Sama Merchant di Bandung | Persib Bandung Siap Hadapi FC Seoul di AFC Champions League 2026
















