Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Inovasi Pendidikan di Probolinggo, SDN Sukapura 3 Jadi Rujukan Disdik Pasuruan

badge-check

Inovasi Pendidikan di Probolinggo, SDN Sukapura 3 Jadi Rujukan Disdik Pasuruan Perbesar

Patrolihukum.net // Probolinggo – Keberhasilan SDN Sukapura 3, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dalam menerapkan pembelajaran kelas rangkap (multigrade class) mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Sekolah tersebut menjadi lokasi studi tiru bagi rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk mempelajari secara langsung penerapan model pembelajaran yang dinilai efektif bagi sekolah dengan keterbatasan jumlah guru dan peserta didik.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026) itu diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, pengawas sekolah serta Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan dari 24 kecamatan.

Rombongan dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Didik Suriyanto, dan disambut Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati, Pengawas SD Kecamatan Sukapura Evi Herawati, Kepala SDN Sukapura 3 Mujiono, Kepala SDN Wonokerto 2 Samhaji, Ketua Komite SDN Sukapura 3 Waras Slamet serta jajaran guru.

Dalam kunjungan tersebut, peserta melakukan observasi langsung proses pembelajaran di kelas Fase A, Fase B dan Fase C yang menerapkan sistem kelas rangkap. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai strategi pembelajaran, pengelolaan kelas hingga berbagai praktik baik yang telah diterapkan di sekolah tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Didik Suriyanto, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menggali pengalaman penerapan pembelajaran multigrade yang telah berjalan di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, hasil studi tiru tersebut akan menjadi bahan penyusunan program percontohan (pilot project) sekolah kelas rangkap di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, pengalaman yang diperoleh akan disebarluaskan kepada seluruh wilayah kerja Dinas Pendidikan sebagai referensi dalam pengembangan kebijakan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Sri Agus Indariyati, mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai momentum berbagi pengalaman antar daerah.

Ia menjelaskan, pembelajaran multigrade menjadi salah satu inovasi yang mampu menjawab tantangan di sekolah-sekolah dengan jumlah guru maupun peserta didik yang terbatas. Program tersebut juga mendapatkan pendampingan dari Tim INOVASI sehingga implementasinya terus mengalami penyempurnaan.

Menurut Sri Agus, sistem kelas rangkap tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku. Proses pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta didik sehingga kualitas layanan pendidikan tetap terjaga melalui pendekatan pembelajaran yang berdiferensiasi.

Kepala SDN Sukapura 3, Mujiono, menambahkan keberhasilan penerapan pembelajaran multigrade tidak terlepas dari komitmen para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional serta dukungan aktif komite sekolah.

Ia menjelaskan, setiap awal pembelajaran diawali dengan asesmen diagnostik guna memetakan kemampuan siswa. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran dan penilaian yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Selain itu, para guru secara rutin mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Multigrade, baik melalui pertemuan pleno maupun berdasarkan fase pembelajaran. Kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif.

Di sisi lain, komite sekolah juga berperan mendukung berbagai kebutuhan satuan pendidikan melalui sejumlah inovasi, terutama dalam menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik maupun dana operasional sekolah.

Melalui kunjungan ini, praktik baik pembelajaran multigrade yang telah diterapkan di Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Pasuruan dalam memperluas akses layanan pendidikan yang berkualitas, khususnya bagi sekolah-sekolah dengan kondisi sumber daya yang terbatas.

(Bambang/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Garda Bangsa Cup 2026 Resmi Bergulir, 32 Tim Ramaikan Turnamen Sepak Bola di Probolinggo

18 Juli 2026 - 10:26 WIB

Konferensi Pers Polres Probolinggo Kota: Enam Kasus Narkotika Terungkap, Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Disita

18 Juli 2026 - 08:35 WIB

Sidang Tipikor: Bupati Ponorogo Nonaktif Dituntut 7 Tahun, Dua Eks Pejabat Turut Dituntut

18 Juli 2026 - 06:51 WIB

Diduga Rencanakan Pembunuhan Ayah Angkat, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polres Nganjuk

18 Juli 2026 - 05:14 WIB

Air PDAM Langsa Kerap Mati, Pelanggan Pertanyakan Layanan dan Tunggu Penjelasan Resmi

17 Juli 2026 - 20:27 WIB

Trending di Kabar Viral