Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Nasional

Inovasi Pendidikan Probolinggo Dilirik Pasuruan, Pembelajaran Multigrade Jadi Sorotan

badge-check

Inovasi Pendidikan Probolinggo Dilirik Pasuruan, Pembelajaran Multigrade Jadi Sorotan Perbesar

PROBOLINGGO, Patrolihukum.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk mempelajari penerapan pembelajaran kelas rangkap atau multigrade class, Kamis (16/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum berbagi pengalaman dalam pengembangan layanan pendidikan, terutama bagi sekolah yang memiliki keterbatasan jumlah peserta didik maupun tenaga pendidik.

Rombongan dari Kabupaten Pasuruan yang berjumlah sekitar 40 orang dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Didik Suriyanto. Mereka diterima Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Yunita Nur Laili, di Ruang Agus Salim Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati, Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari, serta Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang PAUD dan PNF A. Budi Hermanto.

Dalam pertemuan itu, Sri Agus Indariyati memaparkan strategi dan implementasi pembelajaran multigrade yang telah diterapkan di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Probolinggo. Paparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab bersama peserta kunjungan.

Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Yunita Nur Laili, menjelaskan bahwa model pembelajaran multigrade menjadi salah satu solusi untuk menjaga pemerataan akses pendidikan di wilayah dengan kondisi geografis yang beragam serta keterbatasan jumlah guru.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat sekitar 186 sekolah di Kabupaten Probolinggo yang telah menerapkan sistem pembelajaran tersebut.

“Wilayah Kabupaten Probolinggo memiliki karakteristik pantai, pesisir hingga pegunungan. Kondisi itu menyebabkan tidak semua sekolah memiliki jumlah peserta didik yang memenuhi kuota rombongan belajar,” ujar Yunita.

Ia menerangkan, pada sejumlah sekolah terdapat kelas yang hanya diisi dua hingga lima siswa. Melalui sistem multigrade, dua tingkat kelas dapat mengikuti proses pembelajaran dalam satu ruang dengan tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku.

“Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan pembelajaran tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik,” katanya.

Yunita menambahkan, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo juga memberikan pendampingan kepada guru yang mengajar di sekolah multigrade melalui kerja sama dengan Tim INOVASI. Pendampingan tersebut dilakukan agar metode pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa di masing-masing sekolah.

Selain peningkatan kompetensi guru, pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan sarana dan prasarana. Pada tahun 2025, bantuan difokuskan pada pengadaan Chromebook, sedangkan pada 2026 diarahkan untuk penyediaan meja dan kursi bagi sekolah yang menerapkan pembelajaran multigrade.

“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang setara kepada seluruh peserta didik, termasuk di sekolah dengan jumlah siswa yang terbatas,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Didik Suriyanto, mengapresiasi pengalaman Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan pembelajaran multigrade. Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Ia mengatakan, para pengawas sekolah dan koordinator wilayah yang ikut dalam kunjungan diharapkan memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan pembelajaran multigrade sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan di Kabupaten Pasuruan.

“Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan program pendidikan di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Didik menambahkan, pihaknya juga berencana mengadopsi praktik baik tersebut dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan sekolah di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sebagai rangkaian kegiatan, rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke SDN Sukapura 3, Kecamatan Sukapura, pada hari berikutnya untuk melihat secara langsung pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap di lingkungan sekolah. (Bambang)

📚 Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korupsi Distribusi Batu Bara PLTU Diusut, Nama Menteri ESDM Disebut dalam Pernyataan PDIP

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Istri Korban Ungkap Detik-Detik Penemuan Suami Tewas Dibacok, Polisi Dalami Motif Pembunuhan

16 Juli 2026 - 17:54 WIB

Menyoal Gurita Dugaan Korupsi BUMDes Longkoga Barat, Pengurus ‘Kenyang’, Rakyat Gigit Jari

16 Juli 2026 - 16:36 WIB

Motor Hilang, Klaim Asuransi Ditolak Tanpa Investigasi? Nasabah Tempuh Jalur Sengketa

16 Juli 2026 - 16:32 WIB

Diduga Bumdes Longkoga Barat, Ketua Dan Pengurus Yang Kenyang.

16 Juli 2026 - 16:05 WIB

Trending di Berita