Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kabar Viral

Pidato Prabowo soal Teknologi Pelacak Aset Kembali Disorot Usai Temuan Bunker di Sentul

badge-check

Pidato Prabowo soal Teknologi Pelacak Aset Kembali Disorot Usai Temuan Bunker di Sentul Perbesar

Jakarta, Patrolihukum.net – Pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pemanfaatan teknologi canggih untuk melacak aset hasil tindak pidana korupsi kembali menjadi perhatian publik. Sorotan itu muncul setelah beredarnya informasi mengenai temuan sebuah ruang tersembunyi atau bunker dalam penggeledahan sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam pidatonya di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memaksimalkan perkembangan teknologi dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi, termasuk menelusuri aset yang diduga sengaja disembunyikan di bawah permukaan tanah.

Pidato Prabowo soal Teknologi Pelacak Aset Kembali Disorot Usai Temuan Bunker di Sentul

Presiden menyampaikan bahwa perkembangan teknologi pertahanan modern telah memungkinkan pendeteksian berbagai objek yang berada di bawah tanah, mulai dari gudang senjata hingga ranjau. Menurutnya, kemampuan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membantu aparat penegak hukum dalam menelusuri aset hasil korupsi yang diduga disembunyikan secara sistematis.

“Saya merasa sedih jika masih ada pejabat yang mencoba melakukan korupsi. Semua itu akan segera terungkap. Saat ini ada teknologi dan radar yang bisa digunakan untuk melihat di bawah tanah. Jadi, bagi Anda yang menyimpan kekayaan dalam bunker-bunker, kami akan menemukannya,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah akan memanfaatkan teknologi terbaik untuk mendukung proses penegakan hukum.

“Saya akan menggunakan teknologi tercanggih. Teknologi pertahanan dapat mencari gudang senjata di bawah tanah, dan radar saat ini mampu mendeteksi ranjau. Kita akan memanfaatkan ini untuk menemukan bunker-bunker yang digunakan menyembunyikan aset,” tegasnya.

Pernyataan tersebut kembali menjadi perbincangan setelah muncul informasi mengenai penggeledahan sebuah rumah mewah di kawasan Sentul yang dilakukan oleh tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya dalam rangka penyidikan perkara dugaan korupsi.

Berdasarkan informasi yang beredar, dalam proses penggeledahan tersebut penyidik menemukan sebuah ruang rahasia yang tersembunyi di balik dinding salah satu ruangan di dalam rumah. Ruang itu disebut dirancang dengan teknik penyamaran sehingga keberadaannya tidak mudah diketahui secara kasat mata.

Informasi yang berkembang di ruang publik juga mengaitkan rumah tersebut dengan seorang pejabat penegak hukum. Namun hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari penyidik maupun putusan pengadilan yang menyatakan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam perkara dimaksud. Oleh karena itu, seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, aparat penegak hukum juga belum menyampaikan secara terbuka hasil lengkap penggeledahan, termasuk mengenai dugaan kepemilikan aset maupun status hukum barang-barang yang ditemukan di lokasi.

Komitmen pemerintah untuk memanfaatkan teknologi dalam pemberantasan korupsi dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas penegakan hukum, khususnya dalam penelusuran aset hasil kejahatan yang diduga disembunyikan melalui berbagai cara.

Publik kini menantikan penjelasan resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan penyidikan, termasuk validitas informasi mengenai temuan bunker tersebut serta kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani. Hingga saat ini, proses penyidikan masih berlangsung dan hasil akhirnya akan ditentukan berdasarkan alat bukti serta mekanisme hukum yang berlaku.

(Edi D/Red/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Miris Mimpi Buruk Bagi Warga Pangkalasean Baru Dana Bumdes Untuk Pengurus Dan Ordal Berbau Nepotisme.

15 Juli 2026 - 18:07 WIB

Miris Mimpi Buruk Bagi Warga Pangkalasean Baru Dana Bumdes Untuk Pengurus Dan Ordal Berbau Nepotisme.

Tak Mampu Beli Tiket Pesawat, Ayah Asal NTT Berjuang Hadiri Momen Pelantikan Anak Menjadi TNI

15 Juli 2026 - 17:30 WIB

Tak Mampu Beli Tiket Pesawat, Ayah Asal NTT Berjuang Hadiri Momen Pelantikan Anak Menjadi TNI

Dugaan Arena Judi Sabung Ayam di Klurak Sidoarjo Masih Beroperasi, Warga Minta Aparat Bertindak

15 Juli 2026 - 17:11 WIB

Dugaan Arena Judi Sabung Ayam di Klurak Sidoarjo Masih Beroperasi, Warga Minta Aparat Bertindak

Bukti Transfer Diungkap, Dugaan Pungli di Puskesmas Birem Bayeun Diminta Diusut Tuntas

15 Juli 2026 - 15:39 WIB

Bukti Transfer Diungkap, Dugaan Pungli di Puskesmas Birem Bayeun Diminta Diusut Tuntas

Air Kerap Tidak Mengalir, Pelanggan PDAM Langsa Soroti Kenaikan Tagihan Rekening Bulanan

15 Juli 2026 - 15:29 WIB

Air Kerap Tidak Mengalir, Pelanggan PDAM Langsa Soroti Kenaikan Tagihan Rekening Bulanan
Trending di Kabar Viral