Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kabar Viral

Mantan Aktivis Desak BPBD Langsa Transparan Soal Data Bantuan Jadup Korban Banjir

badge-check


Mantan Aktivis Desak BPBD Langsa Transparan Soal Data Bantuan Jadup Korban Banjir Perbesar

Patrolihukum.net // Langsa, Aceh – Polemik mengenai pendataan penerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi warga terdampak banjir di Gampong Meurandeh Tengah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, kembali menjadi perhatian publik. Seorang mantan aktivis yang mengaku pernah berkecimpung di Bidang Investigasi, Monitoring, dan Intelijen (IMI) LBPH-RI Komda Langsa meminta Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa bersikap terbuka terkait proses verifikasi dan penetapan data penerima bantuan.

Sorotan tersebut ditujukan kepada Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Kota Langsa. Mantan aktivis itu mengingatkan agar proses pendataan bantuan pascabanjir dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak merugikan masyarakat yang berhak menerima bantuan.

Mantan Aktivis Desak BPBD Langsa Transparan Soal Data Bantuan Jadup Korban Banjir

Menurutnya, masyarakat masih menunggu kepastian terkait usulan tambahan data yang diajukan Pemerintah Gampong Meurandeh Tengah, termasuk informasi mengenai sekitar 63 nama warga yang disebut masuk dalam daftar usulan penerima bantuan Jadup.

Sebelumnya, wartawan telah berupaya memperoleh konfirmasi dari Kabid RR BPBD Kota Langsa yang disebut bernama Indra melalui pesan WhatsApp pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 10.39 WIB. Permintaan konfirmasi tersebut berkaitan dengan mekanisme verifikasi usulan tambahan data warga terdampak banjir serta perkembangan penyaluran bantuan Jadup.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi tersebut belum memperoleh tanggapan maupun penjelasan resmi dari pejabat yang bersangkutan.

Belum adanya klarifikasi resmi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai perkembangan proses verifikasi data dan kepastian penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Mantan aktivis tersebut berharap BPBD Kota Langsa dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat maupun media agar tidak menimbulkan spekulasi. Ia juga meminta seluruh proses pendataan mengacu pada fakta di lapangan dan hasil usulan resmi dari pemerintah gampong.

Menurutnya, bantuan Jadup merupakan bentuk dukungan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak bencana, sehingga pendataan harus dilakukan secara akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga menyatakan, apabila ditemukan dugaan penyimpangan dalam proses pendataan maupun penyaluran bantuan, pihaknya mendorong aparat penegak hukum dan instansi pengawas yang berwenang untuk melakukan pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Masyarakat Gampong Meurandeh Tengah sendiri masih berharap adanya kepastian mengenai status usulan data penerima bantuan sehingga hak warga terdampak banjir dapat segera direalisasikan apabila telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kabid RR BPBD Kota Langsa belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan wartawan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak BPBD Kota Langsa apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan resmi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(RL/Red/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Ada Permintaan Rp30 Juta, Penanganan Kasus Narkotika di Sidoarjo Jadi Sorotan

9 Juli 2026 - 22:54 WIB

Diduga Ada Permintaan Rp30 Juta, Penanganan Kasus Narkotika di Sidoarjo Jadi Sorotan

SAPA Desak Kapolda Aceh Prioritaskan Pemberantasan Korupsi dan Kejahatan Lingkungan

9 Juli 2026 - 22:47 WIB

SAPA Desak Kapolda Aceh Prioritaskan Pemberantasan Korupsi dan Kejahatan Lingkungan

Sosialisasi Pencegahan Narkotika di Aceh Timur Rp2,565 Miliar Disorot, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran

9 Juli 2026 - 22:42 WIB

Sosialisasi Pencegahan Narkotika di Aceh Timur Rp2,565 Miliar Disorot, Publik Pertanyakan Penggunaan Anggaran

Diperta Kabupaten Probolinggo Siapkan Screen House Modern untuk Tingkatkan Produksi Cabai

9 Juli 2026 - 22:27 WIB

Diperta Kabupaten Probolinggo Siapkan Screen House Modern untuk Tingkatkan Produksi Cabai

LSM LIRA Siapkan Surat Klarifikasi, Dugaan Material Tol Yogyakarta–Bawen Disorot

9 Juli 2026 - 19:26 WIB

LSM LIRA Siapkan Surat Klarifikasi, Dugaan Material Tol Yogyakarta–Bawen Disorot
Trending di Kabar Viral