Probolinggo – Bertempat di halaman Kampus Universitas Panca Marga Probolinggo kegiatan upacara pembukaan pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara mahasiswa Universitas Panca Marga Probolinggo tahun angkatan 2024/2025 digelar.
Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 300 mahasiswa tersebut bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriantono dan sebagai komandan upacara Kapten Inf Warsito.

Dalam amanatnya Letkol Inf Ribut Yudo Apriantono
mengatakan pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara bertujuan untuk menggelorakan semangat dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta cinta tanah air dan membentuk karakter mahasiswa Indonesia yang cinta tanah air dan bangsa.
“Memotum ini juga sebagai wujud implementasi pelaksanaan program bela negara. merupakan salah satu pengetahuan penting bagi warga negara Indonesia terutama bagi pemuda dan pemudi generasi penerus yang kelak akan menjadi seorang pemimpin bangsa,” kata Letkol Inf Ribut Yudo Apriantono.
Dandim menambahkan, wawasan kebangsaan adalah sebuah konsep yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain. Dalam membangun jiwa patriotisme generasi muda dan kecintaan kepada bangsa dan negara maka generasi penerus bangsa harus dibekali ilmu- ilmu bela negara untuk menyongsong Indonesia Emas.
Wawasan sebagai generasi kebangsaan bukanlah sekadar hapalan sejarah atau teori di atas kertas, wawasan kebangsaan adalah kompas moral dan identitas diri yang harus tertanam kuat di jiwa Mahasiswa.”Semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat sekaligus menjadikan mahasiswa berkarakter tangguh dan berdisplin tinggi,”ujarnya.
Lebih lanjut Dandim juga menyampaikan sejumlah penting kepada mahasiswa, yang pertama Dandim berharap mahasiswa harus menjadi garda terdepan penjaga keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika). Mahasiswa adalah kaum intelektual yang mampu berpikir kritis dan objektif.
Jadilah teladan dalam menghargai perbedaan, baik suku, agama, ras, maupun golongan. Rawatlah keberagaman Ini sebagai kekuatan bangsa bukan sebagai alat pemecah belah dan terakhir kengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa wawasan kebangsaan harus Diimplementasikan melalui karya nyata. Dipecah belah dan akan selalu mampu membawa harum nama bangsa.
“Tularkan energi positif jadilah agen perubahan di lingkungan keluarga, kampus dan <a href="https://patrolihukum.net/tetap-mengabdi-di-hari-libur-babinsa-kodim-1002-hst-bersama-warga-bersihkan-lingkungan/”>masyarakat serta sebarkan semangat cinta tanah air dan bela negara kepada lingkungan sekitar,”tuturnya. (Bambang/Pendim0820)






























1 Komentar