Probolinggo, Patrolihukum.net – Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, melakukan aksi nyata dalam mendukung penguatan ekonomi akar rumput. Selama tiga hari berturut-turut, 27–29 Mei 2026, legislator dari Fraksi NasDem ini turun langsung mengajak masyarakat menghidupkan kembali denyut nadi pasar rakyat melalui aksi belanja bersama.
Kegiatan bertajuk dukungan ekonomi rakyat ini menyasar tiga titik utama di Kabupaten Probolinggo, yakni Pasar Besuk, Pasar Sukapura, dan Pasar Leces. Tidak sendirian, Dini memboyong ratusan keluarga besar Partai NasDem dan warga setempat untuk bertransaksi langsung dengan para pedagang kecil.

Bagi Dini, pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi jual-beli, melainkan jantung dari ketahanan ekonomi masyarakat bawah. Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan di pasar tradisional memiliki dampak langsung pada kesejahteraan antarwarga.
“Belanja di pasar rakyat adalah bentuk solidaritas nyata. Yang berjualan rakyat, yang membeli juga rakyat. Inilah esensi ekonomi kerakyatan yang sebenarnya ekonomi yang bergerak dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujar Dini di sela kesibukannya memilih komoditas pasar.
Dalam blusukannya, Dini menyoroti perubahan positif pada wajah pasar tradisional yang kini mulai tampil lebih bersih dan tertata. Menurutnya, kenyamanan adalah kunci utama agar pasar rakyat tidak ditinggalkan pelanggan di tengah gempuran ritel modern.
Meski memuji kinerja pengelola pasar, Dini tetap memberikan catatan kritis terkait beberapa fasilitas penunjang yang masih memerlukan perbaikan demi kenyamanan pedagang dan pengunjung.
“Kita apresiasi pasar yang sudah mulai bersih. Namun, perbaikan fasilitas tetap harus menjadi prioritas. Ini adalah komitmen bersama agar pasar tradisional tetap kompetitif dan menjadi pilihan utama masyarakat,” tambahnya.
Aksi belanja di Probolinggo ini hanyalah awal dari rangkaian panjang gerakan serupa. Politisi perempuan ini menegaskan akan melanjutkan agenda serupa ke wilayah lain di Dapilnya, meliputi:
Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keberpihakan konsisten terhadap pelaku UMKM dan pedagang kecil. “Kegiatan ini akan terus bergulir. Kami ingin memastikan bahwa di tengah tantangan ekonomi global, ekonomi rakyat di tingkat lokal tetap bergerak dan tangguh,” pungkasnya. (Bambang)





























