Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

18,6386 Gram Sabu Diamankan Sat Resnarkoba Polresta Banyumas Dari Tiga Orang Pengedar.

badge-check

BANYUMAS // Patrolihukum.net – Sat Resnarkoba Polresta Banyumas ungkap kasus Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Tim Sat Resnarkoba mengamankan tiga orang laki laki warga Kabupaten Purbalingga, tersangka berinisial ARD alias Bocil (22), AS (24), NTS alias TB (28) diwilayah Desa Sokaraja Wetan RT 001/ RW 003 Kecamatan Sokaraja, Minggu (26/1/25) sekira pukul 22.00 wib”, tutur Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, S. I. K., M, H., melalui Kasat Resnarkoba Kompol Willy Budiyanto, S.H., M.H.

18,6386 Gram Sabu Diamankan Sat Resnarkoba Polresta Banyumas Dari Tiga Orang Pengedar.

Petugas melakukan upaya tangkap tangan terhadap terduga kurir atau pengedar sabu ARD dan AS, saat dilakukan penggeledahan kedapatan 21 (dua puluh satu) paket. Kemudian dilakukan pengembangan dan kedapatan ARD menyimpan tiga paket sabu di sebuah rumah kos ikut Kec Kalimanah Purbalingga. Sementara itu NTS bertugas menimbang dan mengemas sabu.

Ketiga tersangka diamankan berikut barang bukti berupa 1 (satu) buah tas selempang, narkotika jenis sabu sebanyak 24 (dua puluh empat) paket dengan berat netto 18,6386 gram, 3 (tiga) buah alat komunikasi handphone milik dari ARD, AS dan NTS, 1 (satu) buah timbangan digital, 4 (empat) bendel plastik klip transparan, 2 (dua) buah lakban dan 2 (dua) unit sepeda motor.

Saat ini ketiga tersangka kami amankan di Mapolresta guna proses hukum lebih lanjut.

(PID Presisi Humas Polresta Banyumas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

### 4 Judul Berita (maksimal ±90 karakter) 1. **Ibunda Santri Tewas Diduga Dibakar Mengadu ke Komisi III DPR, Minta Keadilan** 2. **Tangis Ibunda Santri Asal Lombok Pecah di DPR, Desak Pengusutan Kasus Anaknya** 3. **Kasus Kematian Santri Lombok Masuk Senayan, Keluarga Minta Perlindungan Hukum** 4. **Keluarga Santri Diduga Tewas Dibakar Adukan Penanganan Kasus ke Komisi III DPR RI** — # Ibunda Santri Asal Lombok Tengah Mengadu ke Komisi III DPR RI, Minta Keadilan atas Kematian Anaknya **Jakarta** – Keluarga almarhum SS, seorang santri asal Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangi Komisi III DPR RI untuk menyampaikan pengaduan terkait penanganan kasus kematian putranya yang diduga menjadi korban pembakaran. Pengaduan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7). Kehadiran keluarga korban bertujuan meminta perhatian pemerintah pusat dan DPR RI agar proses penegakan hukum terhadap kasus tersebut berjalan secara transparan, profesional, serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga. Dalam forum tersebut, ibunda almarhum tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan peristiwa yang menimpa putranya. Karena kondisi fisik dan psikologis yang belum stabil serta keterbatasan dalam menyampaikan keterangan, pesan yang telah disiapkan keluarga dibacakan oleh Titi Tantry, perwakilan tim advokasi hukum Hotman 911. Dalam surat tersebut, sang ibu mengaku kehilangan anak yang dikirim ke pondok pesantren untuk menimba ilmu agama, namun justru meninggal dunia dalam peristiwa yang menurut keluarga diduga disertai tindak kekerasan. > “Saya hanyalah seorang ibu yang berharap keadilan untuk anak saya,” demikian salah satu isi surat yang dibacakan di hadapan anggota Komisi III DPR RI. Keluarga berharap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama DPR RI dapat memberikan perhatian terhadap proses penanganan perkara tersebut agar berlangsung secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain meminta keadilan, keluarga juga menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum mengusut perkara secara menyeluruh, termasuk mengungkap fakta-fakta yang melatarbelakangi kematian korban. Dalam penyampaiannya, pihak keluarga mengaku membawa persoalan ini ke tingkat nasional karena menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dalam proses penanganan perkara di daerah. Namun demikian, dugaan adanya keterlibatan oknum aparat maupun pejabat dalam kasus tersebut masih merupakan klaim dari pihak keluarga dan memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang disebut dalam pengaduan tersebut terkait tudingan yang disampaikan keluarga korban. Komisi III DPR RI menerima aspirasi keluarga sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap penegakan hukum. Perkembangan lebih lanjut mengenai penanganan perkara tersebut masih menunggu proses hukum dan tindak lanjut dari instansi berwenang. Sementara itu, keluarga berharap pengungkapan kasus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sehingga seluruh pihak memperoleh kepastian hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. **Catatan Redaksi:** Dalam pemberitaan ini digunakan frasa **”diduga”** karena proses hukum masih berlangsung dan belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

14 Juli 2026 - 22:26 WIB

### 4 Judul Berita (maksimal ±90 karakter) 1. **Ibunda Santri Tewas Diduga Dibakar Mengadu ke Komisi III DPR, Minta Keadilan** 2. **Tangis Ibunda Santri Asal Lombok Pecah di DPR, Desak Pengusutan Kasus Anaknya** 3. **Kasus Kematian Santri Lombok Masuk Senayan, Keluarga Minta Perlindungan Hukum** 4. **Keluarga Santri Diduga Tewas Dibakar Adukan Penanganan Kasus ke Komisi III DPR RI** --- # Ibunda Santri Asal Lombok Tengah Mengadu ke Komisi III DPR RI, Minta Keadilan atas Kematian Anaknya **Jakarta** – Keluarga almarhum SS, seorang santri asal Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangi Komisi III DPR RI untuk menyampaikan pengaduan terkait penanganan kasus kematian putranya yang diduga menjadi korban pembakaran. Pengaduan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7). Kehadiran keluarga korban bertujuan meminta perhatian pemerintah pusat dan DPR RI agar proses penegakan hukum terhadap kasus tersebut berjalan secara transparan, profesional, serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga. Dalam forum tersebut, ibunda almarhum tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan peristiwa yang menimpa putranya. Karena kondisi fisik dan psikologis yang belum stabil serta keterbatasan dalam menyampaikan keterangan, pesan yang telah disiapkan keluarga dibacakan oleh Titi Tantry, perwakilan tim advokasi hukum Hotman 911. Dalam surat tersebut, sang ibu mengaku kehilangan anak yang dikirim ke pondok pesantren untuk menimba ilmu agama, namun justru meninggal dunia dalam peristiwa yang menurut keluarga diduga disertai tindak kekerasan. > "Saya hanyalah seorang ibu yang berharap keadilan untuk anak saya," demikian salah satu isi surat yang dibacakan di hadapan anggota Komisi III DPR RI. Keluarga berharap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama DPR RI dapat memberikan perhatian terhadap proses penanganan perkara tersebut agar berlangsung secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain meminta keadilan, keluarga juga menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum mengusut perkara secara menyeluruh, termasuk mengungkap fakta-fakta yang melatarbelakangi kematian korban. Dalam penyampaiannya, pihak keluarga mengaku membawa persoalan ini ke tingkat nasional karena menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dalam proses penanganan perkara di daerah. Namun demikian, dugaan adanya keterlibatan oknum aparat maupun pejabat dalam kasus tersebut masih merupakan klaim dari pihak keluarga dan memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang disebut dalam pengaduan tersebut terkait tudingan yang disampaikan keluarga korban. Komisi III DPR RI menerima aspirasi keluarga sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap penegakan hukum. Perkembangan lebih lanjut mengenai penanganan perkara tersebut masih menunggu proses hukum dan tindak lanjut dari instansi berwenang. Sementara itu, keluarga berharap pengungkapan kasus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sehingga seluruh pihak memperoleh kepastian hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. **Catatan Redaksi:** Dalam pemberitaan ini digunakan frasa **"diduga"** karena proses hukum masih berlangsung dan belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Tegaskan Pengamanan TNI Berakhir

14 Juli 2026 - 22:10 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Tegaskan Pengamanan TNI Berakhir

Heboh Dugaan Aksi Begal di Perbatasan Blado Kulon-Tegalmojo Tegalsiwalan, Video Viral Hebohkan Warga

14 Juli 2026 - 21:19 WIB

Heboh Dugaan Aksi Begal di Perbatasan Blado Kulon-Tegalmojo Tegalsiwalan, Video Viral Hebohkan Warga

POLDA KEPRI TAYANGKAN AUDIOVISUAL GURINDAM 12 DI KAPAL FERRY, BIOSKOP, DAN RUANG PUBLIK SEBAGAI MEDIA EDUKASI NILAI-NILAI MORAL DAN KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

14 Juli 2026 - 21:09 WIB

POLDA KEPRI TAYANGKAN AUDIOVISUAL GURINDAM 12 DI KAPAL FERRY, BIOSKOP, DAN RUANG PUBLIK SEBAGAI MEDIA EDUKASI NILAI-NILAI MORAL DAN KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

Sukseskan TMMD 129 di Kesongo Kedungadem, Kodim Bojonegoro Siapkan 150 Personel BKO

14 Juli 2026 - 20:17 WIB

Sukseskan TMMD 129 di Kesongo Kedungadem, Kodim Bojonegoro Siapkan 150 Personel BKO
Trending di Berita