Yogyakarta | Veda Ega Pratama mengawali rangkaian Moto3 Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia dengan hasil positif. Pada sesi latihan pertama yang berlangsung Jumat (9/10), pembalap Indonesia tersebut mencatat waktu terbaik 1 menit 37,169 detik. Catatan itu menempatkannya di posisi ke-12 dalam daftar hasil latihan, sebuah hasil yang cukup menjanjikan menjelang agenda balapan kandang di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Pembalap berusia 17 tahun asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, itu hanya terpaut 0,871 detik dari David Almansa yang menjadi pemimpin sesi. Selisih waktu yang relatif tipis tersebut menunjukkan bahwa Veda mampu menjaga kecepatan kompetitif di tengah persaingan ketat para pembalap Moto3. Hasil latihan perdana juga menjadi modal penting bagi dirinya untuk mengevaluasi performa motor, menentukan strategi, serta meningkatkan konsistensi pada sesi-sesi berikutnya.
Lebih dari sekadar posisi di klasemen latihan, pencapaian tersebut membawa keuntungan besar bagi Veda. Berkat catatan waktunya, ia berhak langsung melaju ke kualifikasi kedua atau Q2. Tiket otomatis menuju Q2 membuat Veda tidak perlu melewati kualifikasi pertama, sehingga memiliki tambahan waktu untuk mempersiapkan pengaturan motor dan membangun kepercayaan diri. Kesempatan itu menjadi semakin berarti karena diperoleh dalam penampilan di hadapan pendukungnya sendiri.
Start positif ini sekaligus memperlihatkan potensi Veda untuk bersaing lebih jauh pada akhir pekan Moto3 Mandalika. Ia masih memiliki sejumlah sesi untuk memperbaiki detail, terutama dalam menjaga ritme dan memangkas jarak dari pembalap terdepan. Dengan posisi awal yang cukup kuat serta dukungan publik Indonesia, Veda kini memiliki peluang untuk mengincar hasil lebih tinggi dan mewujudkan target naik podium dalam balapan kandangnya.
Hari pertama Veda Ega Pratama di Moto3 Mandalika berlangsung dengan dinamika yang cukup menantang. Pada sesi pagi, pembalap Honda Team Asia tersebut belum sepenuhnya mendapatkan ritme yang diharapkan. Kondisi itu membuatnya perlu menggunakan sesi berikutnya untuk melakukan penyesuaian dan mencari cara terbaik agar dapat tampil lebih konsisten di lintasan.
Memasuki sesi sore, Veda menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Ia mampu menyesuaikan gaya balapnya berdasarkan pengalaman dari sesi pagi, sehingga performanya meningkat secara bertahap. Perbaikan tersebut membantunya mengamankan posisi kedua atau Q2, sekaligus menempatkannya dalam situasi yang lebih menjanjikan untuk menghadapi rangkaian kegiatan berikutnya di Grand Prix Indonesia.
Perubahan penampilan dari pagi hingga sore menjadi salah satu catatan penting bagi Veda pada hari pembuka. Ia tidak hanya berusaha memperbaiki hasil, tetapi juga memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memahami kebutuhan balapnya di hadapan pendukung tuan rumah. Proses adaptasi itu menjadi modal penting sebelum memasuki sesi-sesi penentuan.
Dalam rilis resmi Honda Team Asia, Veda menyampaikan bahwa hari pertamanya berjalan secara positif, meskipun masih terdapat ruang untuk berkembang. “Hari pertama berjalan positif, tetapi kami masih memiliki ruang untuk berkembang,” ujar Veda, sebagaimana dikutip dalam rilis tersebut. Pernyataan itu menggambarkan penilaiannya terhadap hasil yang telah dicapai sekaligus sikap realistis untuk terus melakukan perbaikan.
Dengan hasil tersebut, Veda dapat membawa kepercayaan diri yang lebih besar menuju sesi berikutnya. Performa sore yang membaik menunjukkan bahwa ia mampu merespons tantangan pada sesi pagi dengan penyesuaian yang tepat. Fokus selanjutnya adalah mempertahankan kemajuan itu dan memaksimalkan kesempatan untuk bersaing lebih dekat di barisan depan dalam balapan kandangnya.
Tampil di hadapan publik Indonesia memberikan motivasi khusus bagi Veda Ega Pratama saat menghadapi Moto3 Mandalika. Balapan di tanah air bukan sekadar agenda biasa dalam kalender kejuaraan dunia, melainkan kesempatan untuk menunjukkan perkembangan sekaligus menjawab dukungan besar dari masyarakat Indonesia. Kehadiran keluarga, penggemar, dan komunitas balap di Sirkuit Mandalika menjadi dorongan tambahan bagi pembalap muda tersebut untuk tampil lebih berani dan konsisten sejak sesi kualifikasi.
Veda datang dengan target yang lebih tinggi daripada pencapaian terbaiknya pada musim ini. Ia telah dua kali meraih hasil penting dengan finis di posisi ketiga pada Moto3 Brasil dan Moto3 Prancis. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa dirinya memiliki kecepatan serta kemampuan untuk bersaing di barisan depan. Namun, kesempatan berlomba di depan pendukung sendiri membuat Veda ingin melampaui pencapaian tersebut. Ambisinya adalah mengamankan podium di Sirkuit Mandalika, sekaligus menghadirkan hasil yang dapat menjadi kebanggaan bagi publik Indonesia.
Kepercayaan diri Veda juga ditopang oleh penampilannya sepanjang musim debut di kelas Moto3. Setelah menjalani 16 seri, ia menempati peringkat kedelapan klasemen sementara pembalap dengan koleksi 105 poin. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat di para rookie maupun pembalap berpengalaman. Konsistensi dalam mengumpulkan poin menjadi modal penting, terutama ketika persaingan antarpembalap berlangsung ketat pada setiap akhir pekan balapan.
Dengan dukungan penonton yang diperkirakan memenuhi tribun Mandalika, Veda memiliki peluang untuk memanfaatkan suasana kandang secara positif. Fokus pada strategi, pengelolaan ban, dan keberanian mengambil peluang akan menjadi faktor penting untuk merealisasikan targetnya. Jika mampu menjaga ritme balapan serta menghindari kesalahan, pembalap Indonesia itu berpeluang mengubah motivasi tampil di tanah air menjadi hasil konkret berupa podium Moto3 Mandalika.
Tim masih memiliki sejumlah persoalan teknis yang perlu dibenahi sebelum rangkaian Moto3 Mandalika berlanjut. Beberapa aspek pada motor belum sepenuhnya berada pada tingkat yang diharapkan, sehingga evaluasi dari sesi sebelumnya menjadi perhatian utama. Meski demikian, perkembangan tim dinilai bergerak ke arah yang tepat. Data yang dikumpulkan memberikan dasar penting bagi para teknisi untuk melakukan penyesuaian, sekaligus membantu Veda memahami karakter motor dengan lebih baik di setiap bagian lintasan.
Veda mengaku senang dapat mengamankan tiket langsung menuju Q2. Menurutnya, hasil tersebut sangat berarti karena kualifikasi merupakan bagian penting bagi tim, terutama untuk menentukan posisi awal yang lebih menguntungkan saat balapan. “Saya senang bisa langsung ke Q2 karena kualifikasi sangat penting bagi kami. Masih ada beberapa hal teknis yang harus diperbaiki, tetapi arah perkembangan tim sudah cukup baik,” ujar Veda. Pernyataan itu mencerminkan fokus pembalap Indonesia tersebut untuk tetap bekerja bersama tim tanpa mengabaikan area yang masih membutuhkan perhatian.
Target terdekat Veda adalah memanfaatkan sesi latihan hari kedua untuk memperoleh pemahaman yang lebih lengkap mengenai performa motor. Ia dan tim akan meninjau hasil sesi sebelumnya, kemudian mencari pengaturan yang dapat meningkatkan konsistensi serta kecepatan. Veda menyatakan siap tampil maksimal pada latihan berikutnya dan berharap dapat memberikan performa terbaik di hadapan para pendukung Indonesia. Dukungan publik di Sirkuit Mandalika menjadi dorongan tambahan bagi Veda untuk menjaga konsentrasi dan menjalani setiap sesi dengan persiapan sebaik mungkin.













