TP PKK dan TP Posyandu Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai Timur

TP PKK dan TP Posyandu Perkuat Dukungan Pemulihan Korban Gempa NTT
banner 468x60

Kabupaten Manggarai Timur | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) pusat memberikan dukungan langsung kepada warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan setelah bencana.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Dusun Wae Ciu, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Kehadiran TP PKK dan TP Posyandu pusat menunjukkan perhatian terhadap kondisi warga serta komitmen untuk memperkuat dukungan sosial bagi masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi keluarga penerima dan membantu mereka menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penyaluran ini juga menjadi bentuk kepedulian kelembagaan terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan setelah bencana. Melalui bantuan tersebut, TP PKK dan TP Posyandu berupaya hadir lebih dekat dengan warga, mendengarkan kebutuhan mereka, serta mendorong terciptanya pemulihan yang berkelanjutan di tingkat komunitas. Kehadiran langsung di Dusun Wae Ciu memperlihatkan bahwa dukungan bagi warga tidak hanya diberikan secara administratif, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan.

Bagi masyarakat Desa Satar Padut, bantuan itu menjadi bagian dari dukungan bersama untuk menghadapi dampak gempa bumi. Sinergi TP PKK, TP Posyandu, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong serta membantu warga menata kembali kehidupan sehari-hari. Dengan penyaluran bantuan yang dilakukan secara langsung, kebutuhan masyarakat dapat menjadi perhatian dalam upaya pemulihan pascabencana di Manggarai Timur.

Bantuan yang disalurkan untuk warga terdampak gempa di Manggarai Timur disusun berdasarkan kebutuhan utama sehari-hari. Pada kelompok pangan, terdapat 68 paket sembako yang masing-masing berisi beras, gula, minyak goreng, dan sarden. Selain itu, diserahkan 30 dus air mineral untuk mendukung ketersediaan air minum bagi keluarga penerima. Bantuan pangan tambahan bagi anak-anak mencakup 100 paket makanan ringan anak, satu dus Promina Snack Rice rasa blueberry, dan satu dus Promina Snack Rice rasa banana.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bantuan yang diberikan meliputi 65 selimut dan 67 handuk. Perlengkapan kebersihan juga disediakan melalui 70 paket perlengkapan mandi yang berisi sabun batang, pasta gigi, serta sikat gigi. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu warga menjaga kebersihan diri dan memenuhi kebutuhan dasar selama berada dalam kondisi pascabencana.

Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Sebanyak 163 paket perlengkapan sekolah diserahkan, dengan isi setiap paket berupa satu tas, dua buku, dua bolpoin, dan satu tipeks. Bantuan lainnya terdiri atas 136 pasang kaos kaki dewasa serta 70 topi kupluk. Untuk menambah dukungan pemenuhan gizi, tersedia pula 19 dus susu Indomilk cokelat, 33 dus susu Ultramilk Tango, dan delapan dus susu UHT cokelat. Sebanyak 10 dus biskuit Roma Sari Kelapa turut melengkapi bantuan makanan.

Kebutuhan perempuan juga menjadi bagian dari penyaluran tersebut. Sebanyak tujuh dus pembalut perempuan diberikan untuk mendukung kebersihan dan kesehatan penerima manfaat. Dengan jenis dan jumlah yang beragam, bantuan ini mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, kebutuhan anak, serta kebutuhan perempuan secara lebih menyeluruh. Pendataan barang secara rinci memastikan setiap bantuan dapat disalurkan secara terarah kepada warga yang membutuhkan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat, Safriati Safrizal, menyampaikan pandangan tersebut saat mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK, Tri Tito Karnavian. Menurutnya, pemulihan pascabencana di Manggarai Timur tidak dapat diukur hanya dari perbaikan rumah, fasilitas umum, atau lingkungan yang terdampak. Proses tersebut juga harus mencakup penguatan ketahanan keluarga, perlindungan kelompok rentan, serta pemenuhan layanan dasar agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap.

Safriati menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan TP PKK dan TP Posyandu merupakan wujud kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran bersama warga yang sedang menghadapi kesulitan. Bantuan itu tidak semata-mata dipandang sebagai penyerahan barang, melainkan sebagai dukungan moral dan sosial selama masa pemulihan. Dengan adanya bantuan tersebut, beban masyarakat diharapkan dapat berkurang, sekaligus menumbuhkan semangat untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan keluarga maupun komunitas.

Dalam mendukung pemulihan, TP PKK memiliki peran melalui 10 program pokok PKK yang mencakup penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat. Pelaksanaan program itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak, termasuk pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, pengasuhan anak, dan penguatan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Posyandu terus didorong untuk mendukung enam bidang layanan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Safriati mengajak pengurus dan kader di Desa Satar Padut untuk mendampingi masyarakat secara berkelanjutan, memberikan edukasi kesehatan, memantau kondisi keluarga, dan memastikan layanan Posyandu tetap berjalan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada ibu hamil, bayi, balita, lansia, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan dukungan tambahan agar tidak tertinggal dalam proses pemulihan.

Safriati menyampaikan harapan agar dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak dapat membantu Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur, serta wilayah Nusa Tenggara Timur untuk memulihkan kondisi dengan lebih cepat. Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak gempa, tetapi juga memperkuat semangat masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, keluarga terdampak diharapkan mampu menata kembali kehidupan dan bangkit dengan lebih kuat.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Pendampingan, perhatian, dan kepedulian para kader diharapkan menjadi sumber kekuatan sekaligus harapan bagi keluarga terdampak. Kehadiran tersebut dapat memberikan dukungan moral, membantu menyampaikan kebutuhan warga, serta mempererat hubungan masyarakat dan berbagai unsur yang terlibat dalam proses pemulihan di Desa Satar Padut.

Kunjungan dan penyaluran bantuan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur Theresia Wisang, serta pengurus dan kader TP Posyandu dan TP PKK Provinsi NTT serta Kabupaten Manggarai Timur. Turut hadir pengurus dan kader TP Posyandu serta TP PKK Desa Compang Cibal, bersama perwakilan Posyandu di Kabupaten Manggarai Timur. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan perhatian bersama terhadap kondisi warga dan dukungan bagi upaya pemulihan di daerah terdampak.

Baca juga: Bantuan Masker Gratis untuk Warga PIK Terdampak Erupsi | 28 Hari Pasca Gempa NTT, TNI Sudah Kirim 1.246,251 Ton Bantuan | Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa Bumi NTT

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60