Tazza: Beelzebub’s Song hadir sebagai film Korea terbaru yang memperluas dunia seri Tazza, sebuah waralaba yang dikenal melalui perpaduan intrik, kriminalitas, dan perjudian berisiko tinggi. Film ini kembali membawa penonton ke lingkungan para pemain yang mempertaruhkan uang, reputasi, serta keselamatan demi mencapai kemenangan. Namun, cerita terbarunya tidak hanya mengandalkan ketegangan dalam permainan kartu. Setiap langkah di meja poker terhubung dengan kepentingan pribadi, jaringan kejahatan, dan rahasia masa lalu yang perlahan terbuka.
Film ini juga menandai debut Byun Yo-han dalam seri Tazza. Ia dipercaya memerankan tokoh utama yang menjadi pusat perkembangan konflik. Kehadiran sang aktor memberikan wajah baru bagi waralaba tersebut, sekaligus membuka sudut pandang berbeda mengenai ambisi seorang pemain dalam menghadapi dunia perjudian profesional. Karakternya tidak sekadar berusaha meraih kemenangan, tetapi juga harus membaca niat lawan, mempertimbangkan risiko, dan menentukan siapa yang masih dapat dipercaya ketika permainan mulai berubah menjadi pertarungan hidup dan mati.
Di Indonesia, Tazza: Beelzebub’s Song dijadwalkan tayang di bioskop pada 30 September. Latar film ini menampilkan perjudian kelas atas, dengan arena poker profesional sebagai ruang utama bagi berlangsungnya persaingan. Di balik kemewahan meja permainan, tersimpan konflik yang dibangun dari pengkhianatan, ambisi, dan keinginan untuk membalas dendam. Karena itu, pertandingan poker dalam film ini berfungsi lebih dari sekadar hiburan atau adu strategi. Setiap kartu dapat mengubah posisi para pemain, sementara keputusan kecil berpotensi menyeret mereka ke dalam konsekuensi besar. Dengan pendekatan tersebut, film ini menawarkan kelanjutan tema khas seri Tazza sekaligus menghadirkan cerita baru yang menempatkan balas dendam sebagai kekuatan utama penggerak alur.
Jang Tae-young, yang diperankan Byun Yo-han, digambarkan sebagai pria cerdas dengan naluri bisnis yang tajam. Ia mampu melihat celah ketika orang lain hanya menyaksikan risiko, lalu mengubah peluang kecil menjadi modal yang terus berkembang. Kemampuannya memutar uang dan menghasilkan keuntungan membuat Tae-young tidak mudah puas dengan keberhasilan yang telah dicapai. Baginya, kekayaan bukan sekadar hasil akhir, melainkan permainan strategi yang menuntut keberanian, perhitungan, dan kemampuan membaca manusia.
Ketika melihat potensi besar dalam industri perjudian, Tae-young memutuskan memasuki dunia poker. Ia memahami bahwa permainan tersebut bukan hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga kecerdasan, psikologi, serta pengelolaan modal. Dengan keyakinan bahwa poker dapat menjadi bisnis yang menguntungkan, ia mengajak sahabatnya, Park Tae-young, yang diperankan Roh Jae-won, untuk membangun usaha bersama. Keputusan itu menjadi langkah penting yang membawa keduanya ke lingkungan penuh ambisi, persaingan, dan risiko.
Park Tae-young memiliki kemampuan luar biasa di meja poker. Ia dapat membaca pola permainan, menilai karakter lawan, dan mengambil keputusan dengan kecepatan yang mengesankan. Di hadapan pemain lain, Park tampak seperti seorang genius yang sulit dikalahkan. Namun, keunggulan tersebut tidak pernah sepenuhnya mampu menghapus perasaan minder yang ia simpan. Ia terus membandingkan dirinya dengan Jang Tae-young, sosok yang dianggap lebih visioner, lebih berani, dan lebih mampu mengendalikan keadaan.
Hubungan mereka pun menjadi semakin rumit. Park tidak hanya bekerja bersama sahabatnya, tetapi juga berusaha membuktikan bahwa dirinya memiliki nilai yang setara. Setiap kemenangan Jang terasa seperti pengingat atas posisi Park yang berada di bawah bayang-bayangnya. Dorongan untuk mengejar pengakuan perlahan berubah menjadi obsesi. Poker yang semula dipandang sebagai peluang bisnis akhirnya menjadi arena pembuktian diri, tempat ambisi Park tumbuh semakin besar dan sulit dikendalikan.
Titik balik terbesar dalam konflik Tazza: Beelzebub’s Song terjadi ketika Park Tae-young mengambil keputusan yang tidak pernah diduga oleh Jang Tae-young. Setelah melalui berbagai permainan berisiko dan membangun usaha poker bersama, Park justru mengkhianati sahabatnya sendiri. Ia memanfaatkan celah dalam hubungan bisnis mereka, menguasai aset, jaringan, serta seluruh usaha yang sebelumnya dirintis berdua. Pengkhianatan tersebut bukan sekadar perselisihan antarmitra, melainkan tindakan terencana untuk menyingkirkan Jang dari posisi yang telah diperjuangkannya.
Dalam waktu singkat, Jang Tae-young kehilangan hampir segala sesuatu. Akses terhadap bisnis terputus, kepercayaan orang-orang di sekitarnya runtuh, dan hasil kerja kerasnya berada di bawah kendali Park. Situasi ini membuat persaingan keduanya berubah menjadi pertarungan pribadi yang jauh lebih emosional. Jang tidak hanya berusaha merebut kembali kekayaan dan pengaruhnya, tetapi juga mencari alasan di balik perubahan sikap sahabat yang dahulu menjadi rekan terdekatnya.
Ketegangan semakin meningkat dengan kemunculan Kaneko, karakter yang diperankan oleh Ayaka Miyoshi. Kaneko merupakan direktur umum sebuah perusahaan besar yang memperoleh dukungan dari jaringan yakuza asal Jepang. Berbeda dari pemain lokal yang terlibat karena ambisi atau dendam, ia melihat bisnis poker sebagai ladang investasi dengan potensi keuntungan yang sangat besar. Perhatiannya tertuju pada usaha yang pernah dikelola Jang dan Park, terutama karena bisnis tersebut memiliki jaringan, reputasi, dan peluang ekspansi yang menjanjikan.
Kaneko kemudian mulai mencampuri keputusan dan arah bisnis mereka. Pengaruhnya membawa modal, tekanan, serta kepentingan baru yang tidak dapat diabaikan oleh kedua tokoh utama. Bagi Park, keterlibatan Kaneko dapat menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan. Sementara itu, bagi Jang, jaringan tersebut menghadirkan ancaman sekaligus kemungkinan untuk membalikkan keadaan. Kehadiran Kaneko membuat konflik yang semula berpusat pada pengkhianatan pribadi berkembang menjadi persaingan bisnis lintas kepentingan, sehingga setiap langkah di meja poker memiliki konsekuensi yang semakin besar.
Setelah mengalami pengkhianatan yang mengguncang hidupnya, Jang Tae-young berusaha membangun kembali kekuatan dan kepercayaan dirinya. Perjalanan tersebut tidak berhenti pada upaya bertahan dari masa lalu, karena ia akhirnya kembali berhadapan dengan Park Tae-young dalam sebuah ajang perjudian internasional berskala global. Pertemuan itu menjadi titik penting bagi keduanya, sekaligus membuka kembali luka, ambisi, dan dendam yang belum terselesaikan. Di meja permainan, kemampuan membaca lawan dan keberanian mengambil risiko menjadi penentu nasib mereka.
Persaingan tersebut menghadirkan taruhan yang jauh lebih besar daripada sekadar uang. Kekuasaan, masa depan, harga diri, dan kesempatan untuk membalas dendam dipertaruhkan dalam permainan dengan risiko sangat tinggi. Setiap keputusan dapat mengubah posisi para pemain, sementara tekanan dari lingkungan perjudian internasional membuat konflik semakin luas dan menegangkan. Upaya Jang Tae-young untuk bangkit kemudian memperoleh makna baru: ia bukan hanya berusaha mengalahkan lawannya, melainkan juga merebut kembali kendali atas hidupnya. Pertarungannya dengan Park Tae-young menjadi duel masa lalu dan keinginan untuk menentukan nasib sendiri.
Kisah ini diadaptasi dari komik berjudul sama karya Kim Se-young, dengan ilustrasi Huh Young-man, yang pertama kali dipublikasikan pada era 2000-an. Beelzebub’s Song merupakan komik keempat dalam seri Tazza, sehingga ceritanya berada dalam tradisi narasi perjudian, tipu daya, dan persaingan keras yang telah dikenal melalui waralaba tersebut. Versi filmnya disutradarai oleh Choi Kook-hee, yang sebelumnya mengarahkan No Way Out: The Roulette, Life Is Beautiful, dan Split. Latar global serta taruhan personal yang berlapis menjadikan film ini sebagai drama balas dendam yang menempatkan permainan kartu, kekuasaan, dan pilihan moral dalam satu arena penuh tekanan.














