MPH // PROBOLINGGO – SMKN 1 Sumber Probolinggo terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Sekolah kepada Wali Murid Kelas X Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) serta Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang digelar di SMKN 1 Sumber Probolinggo, Jl. Raya Beras No. 1, Desa Tukul, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Kegiatan bertema “BERTANI MASA DEPAN: Bersama Wali Murid Mendukung Siswa ATPH dan APHP Menjadi Agripreneur Muda” tersebut dihadiri Kepala SMKN 1 Sumber, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ketua Program Keahlian ATPH dan APHP, wali kelas, serta 32 wali murid siswa kelas X.

Kepala SMKN 1 Sumber, Tofan Dwi, mengatakan keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pendidikan vokasi. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan keluarga akan membantu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
“SMK tidak hanya mendidik di sekolah. Bakat dan minat siswa akan tumbuh maksimal jika ada sinergi dan kolaborasi antara guru di sekolah dan wali murid di rumah. Melalui sosialisasi ini kami ingin menyamakan visi agar anak-anak kita di jurusan ATPH dan APHP bisa menjadi lulusan yang siap kerja, siap kuliah, dan siap berwirausaha,” ujarnya. Senin (13/7/26)
Ia menjelaskan, SMKN 1 Sumber terus meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menyediakan berbagai fasilitas praktik, seperti lahan pertanian, screenhouse, serta laboratorium ATPH dan APHP. Dengan fasilitas tersebut, siswa tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga pengalaman praktik mulai dari budidaya tanaman hingga pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.
Pada sesi sosialisasi, Ketua Program Keahlian ATPH dan APHP memaparkan implementasi Kurikulum Merdeka, pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), program sertifikasi benih kentang, hingga kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di wilayah Probolinggo dan Pasuruan. Program tersebut juga didukung kerja sama dengan Dinas Pertanian serta Dinas Tenaga Kerja.
Menurutnya, lulusan ATPH dan APHP memiliki prospek karier yang luas, baik bekerja di perusahaan, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun membangun usaha mandiri di bidang agribisnis.
“Lulusan kami memiliki tiga pilihan, yakni bekerja di perusahaan, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi—terbukti salah satu alumni tahun ajaran 2025/2026 diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi—atau menjadi wirausahawan. Kami terus mendorong lahirnya agripreneur muda yang kreatif, inovatif, dan melek teknologi,” katanya.
Sebagai bagian dari kegiatan, para wali murid diajak meninjau langsung lahan praktik dan fasilitas pembelajaran yang digunakan siswa setiap hari. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk berdialog dengan pihak sekolah mengenai proses pendidikan, peluang kerja, hingga prospek usaha di sektor pertanian modern.
Salah seorang wali murid mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai kompetensi yang dipelajari siswa pada Program Keahlian ATPH.
“Awalnya saya mengira jurusan pertanian hanya belajar bercocok tanam. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya mengetahui anak juga belajar teknologi, pengolahan hasil pertanian, hingga bisnis. Kami jadi lebih memahami bagaimana mendukung anak agar berhasil,” tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, SMKN 1 Sumber Probolinggo berharap komunikasi antara sekolah dan orang tua semakin erat sehingga mampu menciptakan lulusan ATPH dan APHP yang kompeten, berkarakter, berdaya saing, serta siap mendukung pembangunan sektor pertanian dan program ketahanan pangan nasional.
(Bambang/Dwi H)


























1 Komentar