Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Kabar Viral

Sardi Effendi Dinilai Arogan: Samakan Tunjangan DPRD dengan “Advertorial Receh” Wartawan

badge-check

Bekasi, Patrolihukum.net – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, kembali membuat gaduh publik. Alih-alih menjawab pertanyaan wartawan tentang tunjangan rumah anggota dewan, Sardi justru balik menyerang dengan menyamakan fasilitas mewah yang diterima DPRD dengan “advertorial receh” wartawan.

Pernyataan arogan itu langsung menuai kecaman luas. Publik menilai Sardi gagal menunjukkan sikap kenegarawanan sebagai pejabat publik. Bukannya menjelaskan transparansi penggunaan uang rakyat, ia malah melempar serangan personal yang merendahkan profesi jurnalis.

Sardi Effendi Dinilai Arogan: Samakan Tunjangan DPRD dengan “Advertorial Receh” Wartawan

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I), Baba Icang Rahardian, menyebut pernyataan Sardi sebagai bentuk pelecehan.

“Sardi Effendi jelas-jelas melecehkan profesi wartawan. Tidak semua media mendapat advertorial, dan kalaupun ada, jumlahnya tidak sebanding dengan tunjangan rumah atau fasilitas mewah anggota dewan. Apa yang dia katakan itu ngawur dan menyesatkan publik,” tegas Icang, Sabtu (13/9/2025).

Icang menilai ucapan Sardi bukan hanya merendahkan profesi wartawan, tapi juga membuka borok adanya relasi transaksional antara pejabat dan media tertentu.

“Ucapan itu justru menunjukkan bahwa kerja sama media sering diberikan kepada pihak tertentu yang dekat dengan pejabat. Jadi jangan lempar isu untuk menutupi ketidaktransparanan. Wartawan punya fungsi kontrol sosial, bukan ‘alat barter’ untuk membela pejabat,” lanjut Icang.

Kecaman juga datang dari kalangan masyarakat. Banyak yang menilai Sardi tidak pantas memimpin DPRD jika tidak siap dikritik. “Kalau setiap ditanya soal fasilitas langsung menyerang wartawan, berarti Sardi tidak layak duduk di kursi dewan. Wakil rakyat seharusnya terbuka, bukan alergi kritik,” tulis salah satu warganet di media sosial.

Pernyataan Sardi Effendi dianggap sebagai bentuk arogansi pejabat yang merasa tak tersentuh. Transparansi penggunaan anggaran publik seolah dianggap remeh, sementara kritik media dijawab dengan narasi merendahkan.

Kontroversi ini menambah daftar panjang pejabat publik yang gagal menjaga etika komunikasi. Bagi banyak pihak, apa yang dilakukan Sardi tidak bisa dianggap sepele. Ia bukan hanya merendahkan profesi wartawan, tapi juga berpotensi membungkam media kritis yang berperan menjaga demokrasi.

Dengan semakin derasnya kecaman, publik kini menunggu apakah Sardi Effendi berani meminta maaf secara terbuka atau memilih terus bersembunyi di balik pernyataan yang dinilai memalukan itu.

(Edi D/PRIMA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Miris. Diduga Kepala BKSDA Sulteng, Mandul, Takut Evaluasi Personilnya, Buktinya Masih Ada Yang Beraktifitas

31 Maret 2026 - 07:39 WIB

Miris. Diduga Kepala BKSDA Sulteng, Mandul, Takut Evaluasi Personilnya, Buktinya Masih Ada Yang Beraktifitas

Integritas Kepala BKSDA Sulteng Dipertanyakan, Apakah Punya Nyali Atau Tidak, Evaluasi Personil Bahkan Mutasi Ke Papua, Guna Pembinaan Jiwa Nasionalisme.

30 Maret 2026 - 17:18 WIB

Integritas Kepala BKSDA Sulteng Dipertanyakan, Apakah Punya Nyali Atau Tidak, Evaluasi Personil Bahkan Mutasi Ke Papua, Guna Pembinaan Jiwa Nasionalisme.

Tradisi Unik SMKN 1 Wonomerto: Guru dan Siswa Lebur Tanpa Sekat di Momen Halal Bihalal

30 Maret 2026 - 11:50 WIB

Tradisi Unik SMKN 1 Wonomerto: Guru dan Siswa Lebur Tanpa Sekat di Momen Halal Bihalal

FKPS Perkuat Peran Wujudkan Kabupaten Sehat Berkelanjutan

29 Maret 2026 - 20:10 WIB

FKPS Perkuat Peran Wujudkan Kabupaten Sehat Berkelanjutan

Membuka Fakta dan Data Insiden Ngadisari: Aturan Disepakati Warga Sebelum Kejadian, Kades dan Perangkat Kooperatif Jalani Proses Hukum

29 Maret 2026 - 18:44 WIB

Membuka Fakta dan Data Insiden Ngadisari: Aturan Disepakati Warga Sebelum Kejadian, Kades dan Perangkat Kooperatif Jalani Proses Hukum
Trending di Kabar Viral