JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 Oktober 2026, Prince Poetiray dipercaya tampil dalam upacara penutupan final FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam, 5 Oktober. Kehadiran penyanyi cilik tersebut menjadi salah satu bagian dalam agenda resmi FIFA yang digelar untuk menandai rangkaian akhir turnamen.
Dalam kesempatan itu, Prince menjadi penampil pertama yang membuka rangkaian acara penutupan. Ia membawakan lagu “Selalu Ada di Nadimu”, yang dikenal sebagai soundtrack film animasi Jumbo. Penampilan tersebut menempatkan Prince di hadapan penonton dalam suasana acara olahraga berskala besar.
Untuk tampil dalam agenda resmi tersebut, Prince mengenakan jersey putih timnas Indonesia. Pilihan busana itu membuat penampilannya tetap hadir dalam nuansa sepak bola dan memperlihatkan keterkaitannya dengan acara yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ia tampil sebagai pembuka sebelum rangkaian acara penutupan berlanjut.
Skala panggung yang dihadapi Prince tergolong besar karena pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 disaksikan lebih dari 70.000 penonton. Di hadapan puluhan ribu orang tersebut, ia membawakan “Selalu Ada di Nadimu” sebagai lagu pembuka penampilan dalam upacara penutupan. Momen ini menjadi kesempatan bagi Prince untuk tampil dalam agenda resmi FIFA sekaligus membuka acara di stadion nasional.
Ketegangan mulai dirasakan Prince Poetiray ketika ia bersiap keluar dari lorong stadion menuju lapangan pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Momen tersebut menjadi salah satu tahap paling menegangkan sebelum penampilannya dimulai. Di balik persiapan yang tampak tenang, Prince harus menghadapi tekanan karena akan tampil di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati stadion. Sorotan besar juga membuat setiap gerakan dan penampilannya menjadi perhatian.
Prince mengakui bahwa dirinya sangat gugup menjelang melangkah ke lapangan. Ia ingin memberikan penampilan terbaik, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk FIFA yang menjadi bagian dari ajang tersebut. Rasa cemas itu bahkan dirasakan secara fisik. Ia menceritakan bahwa tangannya sempat gemetar dan terasa sangat dingin. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang harus ia kelola dalam hitungan menit sebelum tampil di hadapan penonton.
Untuk mengendalikan ketegangan, Prince berusaha menenangkan diri dengan berdoa. Ia juga mengatur tarikan dan hembusan napas agar lebih teratur. Cara tersebut membantunya mengurangi kepanikan serta mengembalikan konsentrasi sebelum memasuki lapangan. Dengan memusatkan perhatian pada napas, ia berusaha mengalihkan pikiran dari rasa takut terhadap sorotan penonton dan besarnya panggung final.
Selain doa dan latihan pernapasan, Prince mengingat pesan yang disampaikan ayah dan ibunya. Keduanya mengingatkan agar ia tetap santai dan tidak membiarkan rasa gugup menguasai dirinya. Pesan keluarga itu menjadi pegangan penting ketika ia berada di lorong stadion. Prince kemudian berusaha menerima rasa tegang tersebut sebagai bagian dari proses, lalu mengubahnya menjadi energi untuk tampil maksimal. Dengan persiapan mental itu, ia melangkah menuju lapangan sambil membawa harapan untuk memberikan penampilan yang membanggakan bagi Indonesia.
Penampilan Prince Poetiray di tengah lapangan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung dengan baik. Ia mampu mengatasi rasa gugup yang sebelumnya sempat dirasakan sebelum tampil di hadapan penonton Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Dengan sikap yang lebih tenang, Prince menyampaikan penampilannya secara percaya diri dan berhasil menjaga perhatian audiens sepanjang momen tersebut. Performa itu menjadi pengalaman penting karena berlangsung dalam suasana pertandingan besar yang disaksikan banyak orang.
Usai acara, Prince mengaku merasa puas dengan penampilannya. Dukungan paling berarti datang dari mama dan papa yang memberikan pujian setelah melihat aksinya di lapangan. Keduanya menilai penampilan Prince keren dan berhasil membawakan tugas tersebut dengan baik. Pujian dari keluarga membuatnya semakin lega, terlebih karena orang tua menjadi pihak yang selalu mendukung perjalanan kariernya sejak awal. Pengakuan tersebut juga membantu Prince melihat bahwa usahanya untuk mempersiapkan diri tidak berakhir sia-sia.
Apresiasi positif juga terlihat dari tanggapan pengguna media sosial. Sejumlah warganet memberikan komentar baik dan menyampaikan dukungan atas penampilan Prince dalam agenda tersebut. Respons itu membuatnya merasa cukup bangga terhadap diri sendiri. Bagi Prince, perhatian publik menjadi tanda bahwa penampilannya dapat diterima dengan baik, meskipun ia sempat menghadapi rasa gugup sebelum berada di tengah lapangan. Ia pun dapat menikmati hasil kerja kerasnya dengan lebih tenang.
Kesempatan tampil di GBK bersama FIFA dipandang Prince sebagai pencapaian besar sekaligus momen bersejarah dalam perjalanan kariernya. Rasa bangga yang muncul bukan semata-mata karena ia bernyanyi di GBK, melainkan karena kesempatan tersebut berlangsung dalam agenda resmi bersama FIFA. Pengalaman tampil di stadion ikonik dalam rangkaian final FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan makna khusus baginya. Momen itu memperluas pengalaman profesional Prince dan menjadi kenangan penting yang akan terus dikenang dalam perkembangan kariernya di dunia musik.
Perayaan kemenangan tim nasional Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026 semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi ternama. Selain Prince Poetiray yang tampil pada momen final, Anggun C. Sasmi dan Judika turut mengisi rangkaian acara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kehadiran keduanya memberikan nuansa emosional sekaligus hiburan bagi penonton yang memadati stadion.
Sebelum pertandingan dimulai, Anggun membawakan lagu “Mimpi” di atas panggung. Ia tampil mengenakan dress berwarna emas yang dipadukan dengan blazer biru emas. Penampilannya dilengkapi efek lampion yang menciptakan suasana visual megah dan selaras dengan atmosfer pembukaan laga. Suara Anggun mengiringi antusiasme penonton ketika para pemain bersiap menghadapi pertandingan penentuan.
Setelah Indonesia memastikan kemenangan, Anggun kembali ke panggung untuk memimpin lagu “Tanah Airku”. Dalam penampilan tersebut, ia mengenakan kebaya marun dengan bawahan kain putih. Anggun terlihat menitikkan air mata saat menyanyikan lagu patriotik itu. Di lapangan, para pemain timnas ikut bernyanyi dan saling berangkulan sambil menghadap para pendukung, menciptakan pemandangan haru dalam perayaan gelar juara.
Judika juga tampil setelah laga, ketika para pemain dan ofisial bersiap menerima trofi. Mengenakan setelan serba putih, ia membawakan “Kebyar-Kebyar” dari panggung khusus. Lagu tersebut membangkitkan semangat nasionalisme dan mengiringi prosesi penyerahan trofi kepada tim Indonesia. Momen itu menjadi penutup rangkaian acara yang mempertemukan musik, olahraga, dan dukungan publik dalam satu perayaan besar.
Indonesia akhirnya menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti. Pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin malam, 5 Oktober. Gelar tersebut sekaligus menegaskan keberhasilan timnas melewati laga final yang penuh tekanan dan menghadirkan perayaan tak terlupakan bagi para pemain serta pendukung.













