Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Prabu Siliwangi, Pemimpin Egaliter yang Diakui Sebagai Leluhur Bangsa Sunda

badge-check

Patrolihukum.net — Prabu Siliwangi, atau dikenal juga sebagai Sri Baduga Maharaja, adalah seorang pemimpin yang diakui dalam sejarah Jawa Barat sebagai tokoh yang memimpin dengan gaya egaliterisme. Dilahirkan pada tahun 1401 di Kawali, Ciamis, Sri Baduga memerintah Kerajaan Sunda Galuh selama 39 tahun, dari tahun 1482 hingga 1521.

Dikenal dengan nama Siliwangi, ia mencapai puncak kejayaan Kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor, di mana ia dinobatkan sebagai Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Prabu Siliwangi adalah putra dari Prabu Dewa Niskala dan Umadewi, dan memiliki keturunan yang termasuk Prabu Kian Santang dan Nyimas Rara Santang.

Prabu Siliwangi, Pemimpin Egaliter yang Diakui Sebagai Leluhur Bangsa Sunda

Selama masa pemerintahannya, Prabu Siliwangi dikenal sebagai pemimpin yang menganut gaya egalitarianisme, yaitu paham yang memegang teguh azas kesetaraan dalam kehidupan sosial. Dia dikenal sebagai pengembara ksatria yang pemberani dan tangkas, yang mengambil tindakan untuk menunaikan amanat dari kakeknya, Niskala Wastu Kancana, untuk mengurus ibu kota di Jayagiri dan Sunda Sembawa.

Salah satu kebijakan utama Sri Baduga adalah membebaskan penduduk dari beberapa jenis pajak, seperti pajak tenaga perorangan dan kolektif, serta pajak hasil pertanian tertentu. Ini mencerminkan perhatiannya terhadap kesejahteraan rakyatnya.

Namun, masa pemerintahan Sri Baduga juga ditandai dengan beberapa peristiwa penting, termasuk pergolakan politik dengan Cirebon dan Demak. Meskipun demikian, Sri Baduga berhasil menjaga perdamaian dengan kedua pihak, menunjukkan kebijaksanaan dan keterampilannya dalam diplomasi.

Di luar sejarah resmi, dalam kepercayaan tradisional Sunda Wiwitan, Prabu Siliwangi dihormati sebagai gambaran pemimpin ideal masyarakat Sunda, bahkan diakui sebagai leluhur bangsa Sunda.

Dengan warisan kebijaksanaannya, Sri Baduga Maharaja tetap diabadikan dalam ingatan masyarakat Jawa Barat sebagai salah satu tokoh yang memimpin dengan keadilan dan egalitarianisme, dan dihormati sebagai salah satu leluhur bangsa Sunda. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

19 Februari 2026 - 18:38 WIB

Ada Negara di dalam Negara, Pihak Perhutani Melarang Penggunaan Kawasan Hutan untuk KDKMP

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan

18 Februari 2026 - 10:39 WIB

Proyek Gedung Koperasi Merah Putih Rp 1,6 Miliar, Transparansi Di Daerah Kabupaten Kediri Dipertanyakan

Tambang Pasir Silika Ilegal di Tuban Beroperasi Terang-Terangan, Hukum Tumpul atau Sengaja Ditumpulkan?

17 Februari 2026 - 21:13 WIB

Tambang Pasir Silika Ilegal di Tuban Beroperasi Terang-Terangan, Hukum Tumpul atau Sengaja Ditumpulkan?

Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Gotong Royong Bantu Warga Cari Kayu Bakar Untuk Syukuran

17 Februari 2026 - 16:21 WIB

Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Gotong Royong Bantu Warga Cari Kayu Bakar Untuk Syukuran

Saat Lelah Menjadi Cerita, Satgas TMMD dan Warga Makan Siang Bersama

17 Februari 2026 - 03:56 WIB

Saat Lelah Menjadi Cerita, Satgas TMMD dan Warga Makan Siang Bersama
Trending di Berita