Pertarungan Udara: Rafale M Versus Super Hornet, Mana yang Lebih Unggul?

**Candburry** — (Selasa 11 Juni 2024), Dalam dunia aviasi militer, perbandingan antara dua pesawat tempur unggulan seperti Rafale M dari Prancis dan F/A-18E/F Super Hornet dari Amerika Serikat selalu menjadi topik yang menarik. Kedua pesawat ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang mempengaruhi performa mereka di berbagai situasi tempur. Berikut adalah analisis perbandingan antara Rafale M dan Super Hornet berdasarkan beberapa aspek penting.

#### 1. Sensor

Kedua pesawat dilengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) sebagai sensor utama. Super Hornet Block II menggunakan APG-79, sementara Rafale M standar F3R dilengkapi dengan RBE2-AA. Keduanya mampu melakukan pemindaian dan pelacakan target secara bersamaan, baik di udara, laut, maupun darat.

#### 2. Pertempuran Jarak Dekat (WVR)

Dalam pertempuran jarak dekat, Rafale M menunjukkan dominasi yang signifikan. Pesawat ini unggul dalam retensi dan akselerasi energi serta mampu mengalahkan Super Hornet dalam kecepatan putar seketika dan berkelanjutan. Super Hornet mengalami penurunan performa terutama dengan beban eksternal dan di ketinggian di atas 25.000 kaki, sementara Rafale M tetap optimal hingga ketinggian 35.000 kaki.

#### 3. Pertempuran di Luar Jangkauan Visual (BVR)

Pada pertempuran jarak jauh, Rafale M kembali unggul. Meskipun APG-79 pada Super Hornet memiliki jangkauan deteksi radar yang lebih baik, Rafale M memiliki penampang radar frontal yang lebih rendah dan kemampuan ECM yang lebih baik, memberikan keunggulan dalam memperoleh pandangan pertama. Dengan rudal Meteor jarak jauh, Rafale M mampu meluncurkan rudal dengan kecepatan dan ketinggian lebih baik dibandingkan AIM-120D milik Super Hornet.

#### 4. Kemampuan Manuver

Rafale M diizinkan untuk melakukan manuver hingga +9G, sedangkan Super Hornet dibatasi hingga +7,5G. Rafale M juga unggul dalam hal kecepatan putar seketika dan berkelanjutan, serta performa G berkelanjutan. Namun, Super Hornet memiliki keunggulan dalam alpha tinggi meski tidak sebesar jika dibandingkan dengan pesawat lain.

#### 5. Jangkauan dan Daya Tahan

Jangkauan operasional sangat dipengaruhi oleh muatan dan profil misi. Kedua pesawat memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara, yang menambah fleksibilitas dalam misi jarak jauh. Namun, faktor-faktor seperti senjata yang dibawa dan waktu di stasiun juga mempengaruhi daya tahan masing-masing pesawat.

#### 6. Pilihan Senjata

Dalam hal fleksibilitas dan biaya amunisi, Super Hornet lebih unggul karena dapat membawa hampir semua senjata di inventaris udara AS. Ini memberikan keuntungan dalam hal dukungan udara jarak dekat, larangan, serangan jarak jauh, dan superioritas udara.

### Kesimpulan

Secara keseluruhan, Rafale M menunjukkan keunggulan dalam banyak aspek, termasuk kemampuan manuver, pertempuran jarak dekat, dan pertempuran di luar jangkauan visual. Namun, Super Hornet tetap unggul dalam hal fleksibilitas senjata dan biaya operasional. Pemilihan antara kedua pesawat ini sangat tergantung pada kebutuhan operasional dan anggaran masing-masing angkatan udara.

Dengan perbandingan ini, Rafale M tampak lebih unggul dalam banyak hal, namun Super Hornet tetap menjadi platform multiperan yang handal dengan biaya yang lebih efisien.

(Red/Tim/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *