Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Berita

Pencopotan Baliho di Rajeg, di Duga Berat Sebelah, Masih Banyak Baliho Paslon Yang Tidak dI Turunkan

badge-check

 

Tangerang,patrolihukum.net

Pencopotan baliho paslon pilkada 2024,dilaksanakan serentak di kabupaten Tangerang, kegiatan itu di laksanakan pada hari selasa tanggal 24 September 2024.

namun ada yang janggal pada saat pencopotan baliho paslon tertentu yang masih berdiri tegak alias tidak di copot oleh panwas kecamatan Rajeg,

kami dari rekan media menanyakan perihal pencopotan baliho yang di duga berat sebelah tersebut, kepada ketua panwas kecamatan Rajeg, beliau mengatakan, “kami sudah melakukan pencopotan baliho serentak pada hari selasa tanggal 24 September 2024,namun waktu nya tidak cukup karena masih ada agenda dengan Bawaslu berikut,memperlihat photo-photo kegiatan nya.

Namun masih ada beberapa yang terlihat oleh kami di sepanjang jalan daon kukun baliho maesal rasied masih terpampang tidak di copot,oleh panwas kecamatan Rajeg,beliau menjawab bahwa sekarang sudah waktunya kampanye,”ujar baehaki

Mengutip dari penjelasan ketua panwas kecamatan Rajeg,di duga ada upaya pembiaran untuk bagi baliho-baliho tertentu dengan sengaja tidak di lepas, karena hari ini sudah masuk masa kampanye

selaras dengan kompirmasi kepada ketua panwas kecamatan Rajeg, kamipun konfirmasi kepada satpol PP kecamatan Rajeg,menurut Yudi kami sudah melaksanakan pencopotan baliho serentak,sembari memperlihatkan photo-photo baliho tersebut, secara simbolis,” ujar Yudi

menurut pemahaman kami pelaksanaan pencopotan baliho itu harus semuanya bukan hanya sebatas simbolis dan terhadap baliho tertentu, sehingga ada rasa keadilan dalam berdemokrasi,kalo pelaksanaan pencopotan baliho tesebut hanya berdasarkan Simbolisasi dan juga cenderung berat sebelah terhadap paslon tertentu,itu mencederai demokrasi, “ujar Jedi junaedi sekretaris petisi brawijaya.

pencopotan itu harus semua, bukan sekedar simbolisasi atau pesanan, sehingga tidak mencerdai demokrasi.” tuturnya. (red/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LSM GMBI Datangi Perusahaan Marmer di Tangerang, Ditolak Pihak Manajemen

2 April 2026 - 18:19 WIB

Jaga Kebersihan Pesisir, Koramil Sofifi Bersama BKKBN dan Polsek Gelar Aksi Bersih Pantai

31 Maret 2026 - 19:19 WIB

Miris. Diduga Kepala BKSDA Sulteng, Mandul, Takut Evaluasi Personilnya, Buktinya Masih Ada Yang Beraktifitas

31 Maret 2026 - 07:39 WIB

BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idulfitri

30 Maret 2026 - 22:13 WIB

Perkuat Soliditas, Laskar Ronggolawe Nusantara Cabang Bangilan Gelar Halal Bihalal dan Musyawarah Keluarga Besar

30 Maret 2026 - 17:23 WIB

Trending di Berita