Denpasar | Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan kuota Pertalite untuk Bali ditambah. Langkah tersebut dilakukan agar antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak kembali terjadi setelah pasokan di wilayah itu sempat terganggu. Keterangan disampaikan seusai rapat koordinasi bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran terkait di Terminal BBM Pesanggaran, Denpasar, pada Senin, 19 Oktober.
Gangguan pasokan dipicu keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Jawa. Akibatnya, distribusi ke Bali sempat berkurang selama sekitar tiga sampai empat hari. Kondisi tersebut membuat ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU menurun dan memunculkan antrean kendaraan. Penambahan kuota dimaksudkan untuk memulihkan pasokan sekaligus mencegah kelangkaan sementara terulang apabila pengiriman kembali menghadapi hambatan.
Bahlil menyampaikan bahwa penyesuaian kuota diperlukan untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan masyarakat di Bali. Tambahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi setelah keterlambatan pengiriman, bukan sekadar respons terhadap antrean yang terlihat di SPBU. Koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait juga diperlukan agar perubahan kebutuhan maupun kendala logistik dapat segera ditangani.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya ketahanan pasokan BBM untuk wilayah kepulauan yang bergantung pada pengiriman antarpulau. Ketika kapal terlambat tiba, persediaan yang tersedia dapat cepat tertekan, terutama jika permintaan tetap berjalan normal. Karena itu, penambahan kuota perlu diiringi pemantauan stok dan distribusi yang cermat, termasuk komunikasi dengan SPBU mengenai ketersediaan produk. Dengan langkah tersebut, pasokan Pertalite di Bali diharapkan kembali stabil dan masyarakat dapat memperoleh BBM tanpa antrean berkepanjangan. Pemerintah juga menempatkan kelancaran pengiriman sebagai perhatian agar gangguan serupa tidak berdampak luas pada aktivitas warga maupun layanan transportasi di pulau itu.
Setelah koordinasi dengan Pertamina, kondisi pasokan bahan bakar minyak di Bali dilaporkan mulai pulih. Cadangan BBM di wilayah tersebut berada pada kisaran 11–12 hari, meski jumlah persediaan belum merata di seluruh lokasi penyimpanan. Angka ini menggambarkan ketersediaan stok secara keseluruhan dan perlu dibaca bersama kondisi masing-masing terminal, yang memiliki kapasitas serta pola penyaluran berbeda. Pemerintah dan Pertamina terus memantau pergerakan pasokan agar distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum dapat berlangsung sesuai kebutuhan masyarakat.
Perbedaan terlihat Terminal BBM Pesanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem. Persediaan di Pesanggaran dilaporkan cukup untuk sekitar empat sampai lima hari, sedangkan stok di Manggis tercatat lebih dari 11 hari. Selisih tersebut menunjukkan bahwa angka cadangan di tingkat wilayah tidak selalu mencerminkan kondisi yang sama pada setiap terminal. Letak fasilitas, kebutuhan penyaluran, serta arus distribusi dapat memengaruhi jumlah stok yang tersedia di masing-masing tempat penampungan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga menyampaikan gambaran cadangan BBM pada tingkat nasional. Menurut keterangannya, stok Pertalite nasional berada pada kisaran 16–18 hari. Sementara itu, cadangan untuk jenis BBM lainnya berada di atas rata-rata 20 hari dan memenuhi standar minimum nasional. Keterangan tersebut menjadi pembanding bagi kondisi Bali, yang cadangannya masih berada di kisaran 11–12 hari. Pemerintah menaruh perhatian pada pemulihan pasokan dan pemerataan persediaan, terutama di terminal dengan stok lebih terbatas, agar kebutuhan energi di berbagai wilayah tetap terlayani.
Untuk mempercepat pemulihan pasokan Pertalite di Bali, Bahlil menyampaikan bahwa Pertamina diminta meningkatkan target cadangan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut. Target yang sebelumnya ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan selama 11 hari diarahkan menjadi 15 hari. Penambahan cadangan ini diharapkan memberi ruang antisipasi yang lebih besar apabila terjadi gangguan distribusi, sekaligus menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi. Dengan persediaan yang lebih memadai, kebutuhan harian Bali dapat ditopang lebih baik selama proses pengiriman berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keandalan pasokan, bukan sekadar merespons kondisi sesaat.
Penguatan stok juga disertai penambahan armada pengangkut dari Jawa ke Bali. Jumlah kapal minyak yang melayani rute tersebut disebut meningkat dari tiga menjadi tujuh kapal. Bertambahnya kapal diharapkan mempercepat aliran BBM menuju pulau itu dan membantu menjaga ketersediaan pasokan secara lebih teratur. Bahlil mengatakan permintaan untuk menambah sarana transportasi telah disampaikan kepada Direktur Utama Pertamina sejak Kamis, 15 Oktober. Percepatan ini mencakup pengaturan pengiriman dan kapasitas angkut agar BBM dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Penambahan armada menjadi salah satu langkah operasional yang dapat mendukung target cadangan 15 hari.
Bahlil juga menjelaskan bahwa kendala yang terjadi sebelumnya merupakan persoalan teknis dalam manajemen arus logistik internal Pertamina. Karena itu, ia menempatkan penanganannya sebagai tanggung jawab bersama, bukan sebagai persoalan yang dibebankan kepada satu pihak saja. Pengaturan distribusi dari Jawa, kesiapan kapal, dan pengelolaan stok di Bali perlu berjalan selaras agar upaya pemulihan pasokan dapat tercapai. Peningkatan target persediaan dan jumlah kapal menjadi langkah yang disampaikan untuk memperbaiki kelancaran tersebut. Pelaksanaan dan koordinasi antarpihak terkait akan menentukan seberapa efektif perubahan ini menjaga pasokan Pertalite di Bali. Langkah-langkah itu dimaksudkan untuk memperkuat distribusi dan mengurangi risiko kekurangan stok pada masa mendatang.
Bahlil menerima laporan mengenai kondisi penyaluran bahan bakar minyak di Bali dari Gubernur Bali, Kapolda Bali, serta General Manager Pertamina di Bali. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut telah kembali beroperasi normal. Laporan itu juga menyebut tidak terdapat antrean panjang yang signifikan di SPBU. Informasi tersebut menggambarkan kondisi operasional yang dilaporkan para pejabat dan perwakilan Pertamina, setelah pasokan Pertalite di Bali dipulihkan. Keterangan itu menjadi dasar untuk menjelaskan keadaan layanan saat ini, tanpa menyatakan hal-hal di luar laporan yang diterima Bahlil dari pihak-pihak terkait di Bali.
Target cadangan BBM selama 15 hari perlu dipahami sebagai kapasitas persediaan yang dijaga melalui pengisian kembali, bukan batas waktu setelah stok berhenti tersedia. Ketika BBM datang, tangki penyimpanan diisi kembali sehingga pasokan terus bergerak dan cadangan dapat dipertahankan. Dengan demikian, angka 15 hari menunjukkan target ketahanan persediaan yang dikelola, bukan pernyataan bahwa konsumen hanya dapat memperoleh BBM sampai hari ke-15. Penjelasan mengenai mekanisme ini penting agar target cadangan tidak disalahartikan sebagai tanggal kedaluwarsa pasokan. Ketersediaan tetap terkait dengan kedatangan BBM dan pengisian tangki secara berkelanjutan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tersebut.
Rincian yang disebutkan juga membedakan jenis BBM dan sumber pasokannya. Untuk solar C48, cadangan dilaporkan tersedia lebih dari enam hari. Bahan bakar jenis ini tidak diimpor. Sementara itu, sebagian pasokan Pertalite berasal dari impor. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa keterangan tentang cadangan solar C48 dan asal sebagian Pertalite tidak dapat disamakan begitu saja. Laporan yang diterima Bahlil mencakup kondisi SPBU, target persediaan, serta informasi mengenai dua jenis BBM tersebut. Uraian ini terbatas pada rincian yang disampaikan oleh Gubernur Bali, Kapolda Bali, dan General Manager Pertamina di Bali, tanpa menarik kesimpulan tambahan mengenai kondisi pasokan di luar keterangan mereka.
Baca juga: Krisis Pasokan Beras Premium di Ritel Modern | Dampak Kekeringan Meluas di Kabupaten Bogor dan Ancaman Pasokan Air di Jakarta-Bekasi | Wujud Kepedulian TNI, Kodim 1008/Tabalong Bantu Pasokan Air Bersih di Desa Jangkung














