LSM LIRA Probolinggo Wilayah Barat Berikan Bantuan kepada Lansia Sebatang Kara di Desa Menyono, Kec. Kuripan

Foto LSM LIRA Kabupaten Probolinggo wilayah barat memberikan bantuan sosial ke nenek Sik'a (Sinap) yang hidup sebatang kara dengan kondisi rumah yang tidak layak huni.

**Kuripan, Probolinggo, Minggu, 7 Juli 2024** – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo Wilayah Barat memberikan bantuan kepada seorang lansia yang hidup sebatang kara di Desa Menyono. Tindakan ini dilakukan setelah viralnya pemberitaan mengenai kondisi nenek berusia 75 tahun bernama Sik’a (Sinap), yang tinggal sendirian di Dusun Krajan tanpa sanak keluarga dan dalam kondisi rumah yang tidak layak huni.

Ketua LSM LIRA Wilayah Barat, Nur Hasan (Camat Wonomerto), bersama dengan lima Camat LSM LIRA lainnya dari Sumber, Kuripan, Lumbang, Tongas, dan Sumberasih serta Bendahara Wilayah Barat, secara langsung turun tangan memberikan santunan berupa sembako dan bantuan uang kepada nenek Sik’a untuk meringankan beban hidupnya.

Plt. Bupati LSM LIRA Kabupaten Probolinggo, Deni Ilhami, S.H., yang diwakili oleh Ketua LSM LIRA Wilayah Barat, Nur Hasan, menyampaikan harapannya agar pemerintah desa Menyono, Kecamatan Kuripan, dan Kabupaten Probolinggo segera memberikan solusi terbaik bagi nenek Sik’a. Ini termasuk bantuan sosial (Bansos) dan perbaikan rumah agar kondisinya bisa lebih layak huni.

Nenek Sik’a saat ditemui media ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada LSM LIRA atas bantuan yang diberikan. Ia mengakui bahwa sebelumnya hanya pernah mendapatkan bantuan sekali dari pemerintah dan berharap agar perhatian serta bantuan dapat terus berlanjut.

Nur Hasan menegaskan bahwa kehidupan nenek Sik’a memprihatinkan, dengan kondisi tempat tidur tanpa kasur dan rumah yang sangat tidak layak huni. LSM LIRA Kabupaten Probolinggo Wilayah Barat berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan bakti sosial seperti ini akan berkelanjutan demi membantu masyarakat yang membutuhkan.

Jajaran LSM LIRA Kabupaten Probolinggo Wilayah Barat berharap agar langkah-langkah konkret dari pemerintah segera direalisasikan untuk memperbaiki kehidupan nenek Sik’a dan mengatasi masalah sosial serupa di masa depan.

(Tim/Red/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *