JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Lebih dari 500 orang memadati kawasan One Satrio, Jakarta Selatan, pada Jumat, 25 September 2026, dalam penyelenggaraan Locus Festival 2026. Kehadiran para pengunjung menjadikan acara ini sebagai salah satu ruang pertemuan yang mempertemukan berbagai kelompok dalam rangkaian awal perjalanan mahasiswa baru LSPR. Festival tersebut diikuti oleh mahasiswa baru, mahasiswa aktif, alumni, serta masyarakat umum yang hadir untuk menikmati kegiatan bersama.
Locus Festival 2026 menghadirkan ruang berkumpul bagi para pengunjung untuk menikmati musik sekaligus mengekspresikan diri. Perjumpaan berbagai kalangan di kawasan One Satrio menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi komunitas LSPR dan masyarakat umum untuk hadir dalam satu kegiatan yang sama. Mahasiswa baru dapat memulai perjalanan mereka melalui momen kebersamaan bersama mahasiswa aktif dan alumni.
Dengan jumlah pengunjung yang melampaui 500 orang, Locus Festival 2026 menjadi peristiwa yang mempertemukan mahasiswa baru, mahasiswa aktif, alumni, dan masyarakat umum dalam suasana festival. Setiap pengunjung hadir dengan latar belakangnya masing-masing, namun berbagi ruang untuk menikmati musik dan mengekspresikan diri. Penyelenggaraan di One Satrio, Jakarta Selatan, pada 25 September 2026 menandai berlangsungnya kegiatan yang berpusat pada pertemuan, musik, dan kebersamaan.
Locus Festival 2026 hadir sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) LSPR. Melalui agenda ini, proses pengenalan lingkungan kampus tidak hanya berlangsung dalam bentuk pembekalan akademik dan organisasi, tetapi juga dilengkapi ruang interaksi yang lebih santai. Festival tersebut menjadi salah satu momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya kampus, membangun relasi, serta merasakan semangat kebersamaan sejak awal perjalanan mereka sebagai bagian dari komunitas LSPR.
Badan Eksekutif Mahasiswa LSPR menjadi penyelenggara yang menginisiasi festival ini sebagai ruang perayaan bagi mahasiswa baru dan seluruh komunitas yang hadir. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa PKKMB tidak berhenti pada penyampaian informasi mengenai kehidupan perkuliahan, melainkan turut membuka kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi melalui pengalaman yang menyenangkan. Dengan menghadirkan musik, suasana pertemuan, dan berbagai aktivitas bersama, Locus Festival mempertemukan mahasiswa baru dengan sesama peserta, mahasiswa lintas angkatan, serta komunitas kampus dalam suasana yang lebih inklusif.
Tema “From Dreams to Reality, Begin Your Story” menjadi gagasan utama yang mendasari penyelenggaraan Locus Festival 2026. Pesan tersebut mengajak mahasiswa baru untuk memandang masa awal perkuliahan sebagai titik dimulainya cerita baru, sekaligus kesempatan untuk mengembangkan impian melalui pengalaman di lingkungan kampus. Festival ini tidak semata-mata menjadi hiburan dalam rangkaian PKKMB, tetapi juga simbol penyambutan dan dorongan agar setiap peserta berani mengambil langkah pertama. Melalui pertemuan yang dibangun dalam suasana terbuka, acara ini diharapkan mempererat kebersamaan antarpengunjung serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap LSPR.
Kehadiran Locus Festival melengkapi pengalaman PKKMB dengan pendekatan yang lebih emosional dan partisipatif. Mahasiswa baru memperoleh kesempatan untuk menikmati musik, berbagi momen, dan membangun koneksi yang dapat menjadi fondasi kehidupan kampus mereka. Pada saat yang sama, komunitas yang hadir dapat ikut menciptakan atmosfer perayaan yang merepresentasikan semangat kolaborasi LSPR. Dengan demikian, Locus Festival 2026 menjadi penghubung pengenalan kampus dan pengalaman kebersamaan yang berkesan.
Setelah menjalani rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), mahasiswa baru LSPR memperoleh bekal awal mengenai lingkungan akademik, budaya kampus, serta berbagai aktivitas yang akan menjadi bagian dari perjalanan perkuliahan. Tahapan tersebut membantu mereka memahami kehidupan kampus secara lebih menyeluruh, mulai dari mengenal sistem pembelajaran hingga beradaptasi dengan komunitas baru. Namun, proses pengenalan tidak berhenti pada penyampaian wawasan dan informasi. Mahasiswa juga membutuhkan ruang yang lebih santai untuk berinteraksi, menikmati suasana kebersamaan, dan membangun hubungan di luar konteks akademik.
Atas dasar kebutuhan tersebut, Locus Festival 2026 dihadirkan sebagai sarana hiburan bagi mahasiswa baru setelah mengikuti rangkaian PKKMB. Festival ini memberikan kesempatan untuk melepas penat melalui musik dan berbagai pengalaman bersama, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkenalan dengan teman-teman dari latar belakang yang beragam. Interaksi yang tercipta dalam suasana informal dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya jejaring pertemanan, rasa memiliki terhadap kampus, serta dukungan sosial selama menjalani masa kuliah.
Ketua pelaksana Locus Festival 2026, Arlan Fernando Hasibuan, menyampaikan bahwa perhelatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk memulai cerita baru melalui pengalaman yang diciptakan bersama. Pandangan ini menempatkan festival bukan sekadar agenda hiburan, melainkan bagian dari pengalaman awal mahasiswa dalam membangun kenangan dan relasi di lingkungan kampus. Melalui musik, percakapan, dan kebersamaan, mahasiswa baru dapat menemukan titik temu dengan sesama, tanpa tekanan yang biasanya muncul dalam kegiatan akademik. Dengan demikian, Locus Festival menjadi pelengkap rangkaian penyambutan mahasiswa baru, karena menghadirkan suasana yang mendorong keterbukaan, partisipasi, dan kedekatan antarmahasiswa sejak awal perjalanan mereka di LSPR.
Rangkaian hiburan di panggung Locus Festival 2026 berlangsung secara bertahap dengan menampilkan talenta mahasiswa dan mahasiswi LSPR. Penampilan pembuka diisi oleh LSPR Dance, unit kegiatan mahasiswa yang menghadirkan koreografi energik dan membangun suasana meriah sejak awal acara. Gerakan yang kompak serta penampilan yang dinamis menjadi pengantar bagi rangkaian pertunjukan berikutnya.
Setelah LSPR Dance, panggung dilanjutkan oleh LSPR Band. Kelompok musik mahasiswa ini membawakan sejumlah lagu dengan aransemen yang menghidupkan suasana festival. Berikutnya, LSPR Choir tampil melalui harmoni vokal yang menunjukkan kemampuan musikal sekaligus kekompakan para anggotanya. Penampilan dari unit kegiatan mahasiswa tersebut kemudian diteruskan oleh LSPR Vocal Group, yang menyajikan perpaduan suara dan pembawaan panggung yang menarik perhatian pengunjung.
Rangkaian pertunjukan kemudian semakin beragam dengan keterlibatan musisi eksternal, yakni Outcasts dan D’Mas. Kehadiran keduanya memberikan warna berbeda dalam acara sekaligus memperluas pengalaman hiburan bagi para mahasiswa baru dan pengunjung lainnya. Perpindahan dari penampilan UKM LSPR menuju musisi eksternal juga membuat atmosfer festival terus terjaga hingga memasuki bagian utama acara.
Antusiasme pengunjung semakin meningkat ketika Farrel Hilal tampil sebagai guest star. Sambutan penonton terdengar meriah sepanjang penampilannya, terutama saat sejumlah lagu yang dibawakannya ikut dinyanyikan dan dinikmati bersama. Setelah itu, The Lantis melanjutkan kemeriahan panggung dengan penampilan yang turut mengundang respons positif dari pengunjung. Kehadiran kedua bintang tamu tersebut memperkuat nuansa perayaan dalam Locus Festival 2026, sekaligus menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam rangkaian acara.
Menjelang penghujung malam, DJ Aaajibjos mengambil alih panggung dan mengajak pengunjung menikmati suasana musik hingga akhir. Penampilan tersebut secara resmi menutup Locus Festival 2026, mengakhiri perayaan awal perjalanan mahasiswa baru LSPR dengan energi, hiburan, dan kebersamaan yang tetap terasa sampai acara selesai.
















