Serang | PB Percasi menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 di Serang, Banten. Ajang nasional ini menjadi ruang bagi para pecatur dari berbagai daerah untuk bertemu dan berkompetisi, sekaligus membawa perhatian publik kepada olahraga catur. Penyelenggaraan tersebut diarahkan untuk memperluas popularitas catur, agar olahraga ini semakin dikenal masyarakat, serta membuka kesempatan untuk menemukan pecatur muda yang memiliki potensi. Dengan demikian, Kejurnas tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi tingkat nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengenalan catur di tengah masyarakat. Kehadiran peserta dan pertandingan di Serang diharapkan membuat catur lebih dekat dengan publik setempat selama penyelenggaraan berlangsung, dan dikenal di berbagai kalangan.
Wakil Ketua Umum PB Percasi Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa pemilihan Banten berkaitan dengan keinginan penyelenggara untuk mengenalkan olahraga catur kepada masyarakat setempat. Menurut dia, Kejurnas menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa catur merupakan cabang olahraga yang memiliki prestasi. Pengenalan tersebut ditujukan agar masyarakat di Banten dapat mengetahui lebih dekat olahraga ini beserta capaian yang telah diraih cabang tersebut. Pernyataan Ahmad menegaskan bahwa kehadiran Kejurnas di Serang tidak semata-mata menghadirkan pertandingan, melainkan juga membawa informasi tentang catur dan prestasinya kepada warga setempat. Dengan begitu, kegiatan nasional ini menjadi sarana komunikasi langsung olahraga catur dan masyarakat di wilayah tuan rumah.
Melalui pelaksanaan kejuaraan di Banten, PB Percasi menjalankan dua sasaran yang saling berkaitan: memperluas pengenalan catur dan mencari bibit pemain muda potensial. Pertandingan nasional memberi ruang bagi pecatur untuk menunjukkan kemampuan, sementara kehadiran ajang tersebut membuat masyarakat dapat menyaksikan catur secara langsung. Sasaran menemukan pecatur muda juga menempatkan Kejurnas sebagai bagian dari perhatian terhadap potensi generasi berikutnya. Namun, alasan penyelenggara memilih Banten sebagaimana disampaikan Ahmad Ramadhan tetap berpusat pada upaya memperkenalkan olahraga catur dan prestasi cabang itu kepada masyarakat setempat. Karena itu, Serang menjadi tempat berlangsungnya kompetisi sekaligus ruang bagi warga untuk mengenal catur lebih dekat. Dengan penyelenggaraan Kejurnas ke-51 ini, upaya membangun minat publik berjalan berdampingan dengan pencarian pecatur muda yang berpotensi berkembang di tingkat nasional.
Kejurnas Catur 2026 di Banten berlangsung pada 23–28 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar seribu pecatur dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah keikutsertaan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap kompetisi tingkat nasional ini, sekaligus menghadirkan peserta dengan latar daerah yang beragam. Selama enam hari penyelenggaraan, para pecatur mengikuti ajang yang mempertemukan kemampuan dan pengalaman dari berbagai wilayah di Tanah Air.
Besarnya jumlah peserta melampaui perkiraan awal penyelenggara. Sebelum kompetisi berlangsung, penyelenggara semula memperkirakan keikutsertaan ratusan pecatur. Namun, pendaftar yang datang dari berbagai daerah membuat jumlah keseluruhan peserta mencapai sekitar seribu orang. Perbedaan perkiraan awal dan jumlah peserta tersebut menggambarkan tingginya minat terhadap Kejurnas, tanpa perlu menyederhanakan capaian itu menjadi angka pasti.
Kehadiran pecatur dari berbagai daerah juga memberi ajang ini cakupan nasional yang nyata. Para peserta membawa pengalaman dan kebiasaan berkompetisi yang berbeda, sehingga pertemuan mereka menjadi bagian penting dari dinamika kejuaraan. Bagi pecatur muda, kesempatan tampil dalam kompetisi berskala nasional dapat menjadi ruang untuk menguji kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan berhadapan dengan lawan dari wilayah lain. Sementara itu, keterlibatan peserta dalam jumlah besar membantu memperlihatkan luasnya ekosistem catur di Indonesia.
Rentang penyelenggaraan pada 23–28 Oktober memberi waktu bagi rangkaian pertandingan berlangsung selama beberapa hari. Bagi publik, besarnya partisipasi dapat menjadi alasan untuk mengikuti perkembangan Kejurnas dan mengenal lebih dekat kompetisi catur nasional. Jumlah peserta yang melampaui ekspektasi awal juga menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara, serta menunjukkan adanya respons kuat dari komunitas catur di berbagai daerah. Dengan sekitar seribu pecatur yang hadir, Kejurnas di Banten menjadi ajang pertemuan nasional yang melibatkan banyak kalangan dan memberi perhatian pada potensi atlet muda.
Kejurnas Catur 2026 di Banten diharapkan menjadi ruang kompetisi yang terbuka bagi atlet dari berbagai daerah. Pertemuan para pecatur dengan pengalaman dan latar pembinaan yang beragam dapat memberi mereka kesempatan menguji kemampuan, menghadapi lawan baru, serta belajar dari jalannya pertandingan. Kesempatan tampil dalam ajang nasional juga penting bagi atlet yang selama ini belum banyak memperoleh panggung di tingkat lebih luas. Dengan mengikuti kompetisi yang terukur, peserta dapat mengenali kekuatan dan aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk menyusun target latihan berikutnya, sekaligus mendorong mereka terus berkembang dalam perjalanan sebagai atlet catur.
Selain menjadi wadah bagi para peserta, penyelenggaraan kejuaraan nasional dapat membantu memperluas ketertarikan masyarakat terhadap catur. Pertandingan yang melibatkan pecatur dari berbagai daerah berpotensi memperkenalkan permainan ini kepada penonton, keluarga atlet, pelajar, dan komunitas setempat. Semakin banyak masyarakat mengenal catur, semakin terbuka pula peluang munculnya minat baru di kalangan anak-anak dan remaja. Perhatian publik juga dapat mendukung tumbuhnya ekosistem yang lebih kuat, termasuk kegiatan klub, pelatihan, dan kompetisi di daerah. Karena itu, manfaat Kejurnas tidak hanya terlihat dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari partisipasi dan perhatian yang terbentuk di sekitarnya.
Kejuaraan ini juga diharapkan mendukung pembinaan berkelanjutan dan regenerasi pecatur nasional. Ajang kompetitif memberi pelatih dan pengurus kesempatan mengamati perkembangan atlet, sementara peserta muda dapat memperoleh pengalaman berhadapan dengan lawan yang lebih berpengalaman. Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa prestasi catur Indonesia di tingkat dunia menunjukkan perkembangan: kategori putra naik hingga 40 peringkat, sedangkan kategori putri mencapai peringkat ke-19. Keterangan tersebut menggambarkan capaian peningkatan yang disebutkan, bukan penetapan posisi mutakhir. Perkembangan itu dapat menjadi dorongan bagi pembinaan yang konsisten, dari tingkat daerah hingga nasional. Melalui kesempatan bertanding, evaluasi, dan dukungan terhadap talenta muda, Kejurnas di Banten berpotensi membantu menyiapkan atlet yang mampu melanjutkan pencapaian Indonesia di masa mendatang.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai Kejuaraan Nasional Catur 2026 dapat memberi arti lebih luas daripada sekadar agenda pertandingan. Kehadiran para pecatur dari berbagai daerah, menurutnya, menjadi kesempatan untuk mendorong lahirnya generasi atlet berikutnya. Kompetisi tingkat nasional mempertemukan pemain dengan kemampuan dan pengalaman beragam, sehingga pecatur muda dapat mengukur perkembangan diri, belajar dari lawan, serta memperoleh dorongan untuk berlatih lebih tekun. Ajang seperti ini juga dapat memperlihatkan bahwa catur memiliki ruang bagi anak-anak dan remaja untuk berkembang, baik melalui pembinaan klub maupun kegiatan di lingkungan sekolah.
Dimyati turut menyoroti manfaat bagi Banten sebagai tuan rumah. Kedatangan peserta, pelatih, ofisial, dan pendamping berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi selama penyelenggaraan berlangsung. Kebutuhan akomodasi dapat meningkatkan hunian hotel, sementara peserta dan rombongan yang beraktivitas di sekitar lokasi berpeluang menambah pelanggan bagi usaha kuliner. Kunjungan ke sejumlah tujuan wisata juga dapat mendorong aktivitas pariwisata, terutama apabila waktu dan rangkaian kegiatan memungkinkan para tamu mengenal wilayah setempat. Dampak tersebut tidak terjadi dengan sendirinya; kesiapan layanan, informasi, dan koordinasi dengan pelaku usaha turut menentukan sejauh mana kesempatan itu dapat dimanfaatkan. Meski demikian, skala kegiatan nasional memberi ruang bagi daerah untuk memperkenalkan potensi dan layanan lokal kepada pengunjung dari luar Banten.
Harapan terhadap kejurnas pun mencakup manfaat jangka panjang bagi olahraga catur.















