Jasa Marga Raih Dua Apresiasi Tata Kelola dalam Ajang IICD 2026

Jasa Marga Raih Dua Apresiasi Tata Kelola dalam Ajang IICD 2026
banner 468x60

Jakarta | PT Jasa Marga (Persero) Tbk menerima dua penghargaan dalam The 17th Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award 2026. Perseroan meraih penghargaan Top 50 Big Capitalization Public Listed Company serta Best Disclosure and Transparency. Kedua apresiasi tersebut menempatkan Jasa Marga di perusahaan publik yang mendapat pengakuan atas penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik. Penghargaan ini diberikan dalam ajang yang mengapresiasi perusahaan tercatat di Indonesia berdasarkan penilaian terhadap kualitas tata kelola dan keterbukaan informasi.

Top 50 Big Capitalization Public Listed Company merupakan penghargaan bagi perusahaan publik berkapitalisasi besar yang dinilai memiliki praktik tata kelola yang baik. Sementara itu, Best Disclosure and Transparency menyoroti aspek pengungkapan dan transparansi perusahaan. Kedua kategori tersebut mencerminkan perhatian terhadap tata kelola dari sisi yang berbeda: pengelolaan perusahaan secara menyeluruh dan penyampaian informasi kepada para pemangku kepentingan. Dengan demikian, pencapaian Jasa Marga mencakup pengakuan terhadap posisi perusahaan dalam kelompok emiten berkapitalisasi besar sekaligus kualitas keterbukaan yang dinilai dalam proses penghargaan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship sebagai forum apresiasi bagi perusahaan publik di Indonesia. Penilaian dalam ajang ini berfokus pada penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk praktik pengungkapan informasi dan transparansi. Bagi Jasa Marga, dua penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang dapat dinilai melalui proses penilaian penyelenggara. Apresiasi ini juga menegaskan pentingnya konsistensi perusahaan dalam menerapkan tata kelola, menyediakan informasi yang relevan, serta memperhatikan kebutuhan pemangku kepentingan. Raihan tersebut menjadi bagian dari catatan perusahaan dalam mengikuti ajang tata kelola pada 2026, sekaligus mencerminkan pengakuan yang diberikan kepada emiten yang dinilai memenuhi kriteria penghargaan IICD.

Penghargaan yang diterima Jasa Marga dalam ajang IICD 2026 diberikan setelah melalui evaluasi independen oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). Evaluasi tersebut menggunakan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebagai acuan, sehingga pengakuan ini berada dalam kerangka tata kelola perusahaan yang merujuk pada standar di tingkat kawasan. Evaluasi independen menjadi konteks penting bagi penghargaan karena apresiasi diberikan melalui penilaian oleh lembaga penyelenggara, bukan semata-mata berdasarkan pandangan internal perusahaan. Informasi yang tersedia tidak menguraikan metode, indikator, ataupun hasil terperinci dari evaluasi. Oleh sebab itu, penghargaan ini dapat dipahami sebagai pengakuan setelah penilaian dengan acuan ACGS, tanpa menarik kesimpulan tambahan mengenai skor atau aspek tertentu.

Ajang tersebut mengusung tema “Strengthening Market Confidence Through Governance Excellence”. Tema ini menempatkan tata kelola yang baik sebagai unsur penting dalam membangun kepercayaan pasar. Dalam konteks itu, apresiasi kepada Jasa Marga mencerminkan perhatian terhadap upaya perusahaan menjalankan prinsip tata kelola secara konsisten. Pengakuan ini juga relevan bagi pemangku kepentingan yang memerlukan informasi yang jelas mengenai cara perusahaan mengelola tanggung jawabnya. Meski demikian, tema acara tidak dengan sendirinya menjelaskan rincian capaian atau proses penilaian. Acuan yang dapat disampaikan adalah bahwa IICD memberikan penghargaan setelah evaluasi independen dengan menggunakan ACGS.

Bagi Jasa Marga, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen terhadap tata kelola, transparansi, keterbukaan informasi, dan akuntabilitas publik. Keempat hal tersebut berhubungan dengan upaya perusahaan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan dan penyampaian informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penghargaan dalam ajang IICD 2026 memberi sorotan pada komitmen itu dalam lingkungan penilaian tata kelola perusahaan. Namun, apresiasi ini tidak perlu ditafsirkan sebagai penjelasan lengkap atas setiap praktik atau hasil yang dicapai perusahaan, mengingat rincian tersebut tidak tersedia dalam informasi yang disampaikan. Dengan demikian, konteks utama penghargaan adalah evaluasi independen berbasis ACGS serta pengakuan terhadap komitmen Jasa Marga pada prinsip-prinsip tata kelola dan akuntabilitas.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, memandang dua apresiasi dalam ajang IICD 2026 sebagai pengakuan atas upaya perusahaan dalam memperkuat tata kelola. Namun, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian yang patut disyukuri. Bagi Jasa Marga, apresiasi ini juga merupakan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penerapan tata kelola serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. Kepercayaan tersebut penting bagi perusahaan yang mengelola infrastruktur publik dan berinteraksi dengan beragam pihak, mulai dari pengguna jalan hingga investor.

Menurut Rivan, tata kelola yang kuat menjadi fondasi bagi keberlanjutan bisnis. Prinsip dan mekanisme yang dijalankan secara baik membantu perusahaan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, mengelola risiko, serta memastikan kegiatan usaha tetap sejalan dengan tujuan jangka panjang. Dengan fondasi tersebut, perusahaan dapat membangun ketahanan dalam menghadapi perubahan dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Karena itu, peningkatan tata kelola tidak dipandang sebagai pekerjaan sesaat yang berakhir setelah memperoleh pengakuan, melainkan proses berkesinambungan yang perlu melekat pada cara perusahaan beroperasi.

Rivan menegaskan bahwa prinsip good corporate governance diterapkan secara konsisten di dalam proses bisnis Jasa Marga. Penerapan tersebut mencakup cara perusahaan menjalankan fungsi dan mengambil keputusan, sekaligus membangun budaya kerja yang menjunjung akuntabilitas, transparansi, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Konsistensi diperlukan agar tata kelola bukan hanya tertulis dalam kebijakan, tetapi tercermin dalam praktik sehari-hari di seluruh organisasi. Dengan demikian, komitmen perusahaan dapat dirasakan oleh pemangku kepentingan melalui proses yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keterbukaan informasi, lanjut Rivan, juga memiliki makna lebih luas daripada sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Bagi perusahaan, transparansi merupakan komitmen untuk menjaga kredibilitas dan mempertahankan kepercayaan pasar modal. Informasi yang disampaikan secara tepat dan terbuka membantu investor serta publik memahami kinerja, kebijakan, dan arah perusahaan. Kejelasan komunikasi turut mendukung hubungan yang sehat dengan pemangku kepentingan dan memperkuat keyakinan terhadap pengelolaan perusahaan. Melalui komitmen tersebut, Jasa Marga berupaya menjadikan apresiasi IICD sebagai dorongan untuk terus memperbaiki tata kelola dan menjaga nilai perusahaan dalam jangka panjang.

Rivan menekankan bahwa tata kelola perusahaan tidak seharusnya berhenti pada pemenuhan aturan atau pengakuan melalui penghargaan. Tata kelola perlu memberikan dampak nyata, terutama terhadap mutu layanan yang dirasakan masyarakat sebagai pengguna jalan tol. Dengan demikian, prinsip pengelolaan yang baik harus tercermin dalam cara perusahaan menjalankan operasional, mengawasi proses kerja, serta menjaga agar layanan tetap berorientasi pada kebutuhan publik. Apresiasi yang diterima dalam ajang IICD 2026 dapat menjadi dorongan untuk mempertahankan komitmen tersebut, sekaligus pengingat bahwa kualitas tata kelola perlu terus diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Untuk mendukung tujuan itu, Rivan menyebut sejumlah langkah yang perlu diperkuat. Pengawasan perlu dijalankan secara konsisten agar pelaksanaan operasional dan pengambilan keputusan tetap terarah. Di saat yang sama, teknologi digital dapat dioptimalkan untuk mendukung proses kerja dan membantu peningkatan kualitas layanan. Keandalan operasional juga perlu ditingkatkan, sehingga kesiapan dalam mengelola jalan tol dapat terjaga. Ketiga upaya tersebut saling berkaitan: pengawasan membantu menjaga pelaksanaan tetap terkendali, pemanfaatan teknologi mendukung efektivitas, sementara operasional yang andal menjadi dasar bagi pengalaman perjalanan yang lebih baik.

Langkah-langkah itu diarahkan untuk menghadirkan layanan jalan tol yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. Bagi pengguna, hasil tata kelola yang baik pada akhirnya tampak dalam layanan yang dapat diandalkan dan perjalanan yang tertangani dengan baik. Karena itu, pencapaian penghargaan perlu berjalan seiring dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Baca juga: Apresiasi Prabowo terhadap Gubernur DKI Jakarta | FASI Apresiasi Polri: Dari Cikeas, Indoor Skydiving Asia Makin Melesat | LIRA Apresiasi Polresta Magelang, Desak Pengamanan TKP dan Alat Berat

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60